728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Ada Apa Antara Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah dengan Sandiaga?

    Setelah kabur dari acara debat di Kompas TV, selang beberapa hari kemudian kubu Anies-Sandi sedang ramai berteriak-teriak soal spanduk Jakarta Bersyariah. Mereka menganggap bahwa spanduk tersebut adalah fitnah untuk menjatuhkan pasangan calon gubernur Anies-Sandi. Sebenarnya Jakarta Bersyariah itu istilah yang muncul dari mana? Jika kita tahu tentang ini mungkin bisa membantu Timses Anies-Sandi untuk mencari siapa yang memfitnah mereka.

    Jakarta bersyariah sebenarnya sudah lama disebut-sebut, sejauh yang bisa saya cari sejak 2015 sudah ada istilah Jakarta Bersyariah ini. Kita lihat dari situs http://www.fpi.or.id/2015/11/mudzakarah-ulama-habaib-untuk-jakarta.html situs FPI ini memuat berita dengan judul

    Mudzakarah Ulama – Habaib Untuk Jakarta Bersyariah,


    di upload pada bulan November 2015

        Menyebutkan Mudzakarah Ulama – Habaib sudah dua kali menggelar musyawarah di Jakarta. Para Ulama dan Habaib berharap melalui Mudzakarah ke depan Jakarta akan dipimpin oleh gubernur muslim yang beriman, bertaqwa dan berakhlaqul karimah, serta mampu mengantarkan DKI Jakarta menjadi miniatur Indonesia dalam bentuk negeri yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur (negeri yang adil dan makmur, yang diberkahi serta diampuni Allah).

        MUDZAKARAH PERTAMA

        Pada hari Kamis 22 Oktober 2015 telah digelar Mudzakarah Ulama – Habaib I di kediaman pimpinan Perguruan Islam As-Syafi’iyah, KH. Abdurrasyid Abdullah Syafi’i.

        MUDZAKARAH KEDUA

        Pada hari Kamis 19 November 2015 kembali digelar Mudzakarah Ulama – Habaib II di Aula di Aula Masjid Raya Al-Ittihaad, Tebet Jakarta Selatan.

        Mudzakarah Kedua berhasil menyusun kepengurusan Majelis Tinggi dan Dewan Pemilih serta Badan Pekerja Jakarta Bersyariah. Dalam Mudzakarah kedua ini terpilih secara musyawarah mufakat dua orang tokoh DKI Jakarta, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab sebagai Ketua Majelis Tinggi dan KH Mahfudz Asirun sebagai Ketua Dewan Pemilih.

    Jadi berdasarkan pertemuan kedua Rizieq Shihab ditunjuk sebagai Ketua Majelis Tinggi bersama KH Mahfudz Asirun sebagai Ketua Dewan Pemilih. Berdasarkan situs FPI tersebut kita bisa lihat juga wakil-wakil ormas yang datang ke pertemuan tersebut. Majelis Jakarta Bersyariah ini seperti bermaksud menggalang kekuatan muslim agar nanti yang terpilih adalah calon Gubernur dari muslim dan mampu bersaing dengan Ahok.
    Lalu Berita dari Kompas dengan judul
    Ingin Jegal Ahok, Ini Cara yang Akan Dilakukan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah
    http://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/26/10401571/Ingin.Jegal.Ahok.Ini.Cara.yang.Akan.Dilakukan.Majelis.Tinggi.Jakarta.Bersyariah
    diupload Februari 2016.

        Dalam merealisasikan cita-citanya mengajukan bakal calon gubernur secara independen, mereka akan melakukan gerakan secara masif melalui relawan-relawan yang sudah bergabung.Bentuk sosialisasinya ialah ajakan untuk mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat pencalonan gubernur dari jalur independen.

        “Kami sudah pertimbangkan itu dan kami rasa mayoritas masyarakat berpihak dan sepaham dengan kami,” kata Muhammad Al-Khaththath, Ketua Badan Pelaksana Harian Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah, di Kompleks Al Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2016).

        “Dalam masa sosialisasi dan pengumpulan data penduduk, kami akan membuat sedikitnya 1.000 posko rakyat, yang tersebar sampai tingkat RT. Setiap kelurahan kami targetkan minimal 3.000 KTP,” ujarnya.

    Nama Muhammad Al-Khaththath muncul disini, orang yang kabarnya juga bertanggungjawab atas spanduk-spanduk penolakan jenazah yang bertebaran di Jakarta. Juga orang yang sekarang menjadi tersangka makar pada aksi 313 kemarin. Dikatakan ada 1.000 posko yang tersebar hingga tingkat RT. Sangat memungkinkan untuk dengan cepat memasang ratusan spanduk diseluruh pelosok Jakarta.

    Berita dari hidayatullah.com dengan judul
    Konvensi Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah Jaring 15 Orang Bakal Calon Gubernur Muslim
    Sabtu, 12 Maret 2016 – 14:42 WIB

        Setelah membuka konvensi calon gubernur muslim pada (25/02) lalu, Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah (MTJB) mengumumkan nama-nama hasil penjaringan konvensi di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Jum’at (11/03/2016).

        Ketua Dewan Pemilih MTJB, Fachrurozi Ishaq mengatakan pihaknya telah mandapatkan 15 orang yang akan mengikuti konvensi calon gubernur muslim. “Ini untuk mewujudkan Jakarta yang bersih, berkah dan beradab,” ujarnya. Kelima belas nama itu, terang Fachrurozi, ada yang memang mendaftarkan diri untuk mengikuti konvensi, ada juga yang dilamar oleh Majelis Tinggi untuk bergabung dalam konvensi. Diantara nama yang disebutkan adalah Adhiyaksa Daud, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Ichsanuddin Noorsy, dan politisi muda Ir. Muhammad Sanusi.

    Nama Sandiaga Uno muncul disini, jadi dia sejak awal memang mengikuti proses seleksi oleh Majelis Jakarta Bersyariah untuk menjadi calon Gubernur pada Pilkada saat ini.

    Dari situs dengan nama adhyaksadault

    MPJB UMUMKAN LIMA CAGUB PENANTANG AHOK

    diupload pada 25 Juli 2016

    https://adhyaksadault.info/2016/07/25/mpjb-umumkan-lima-cagub-penantang-ahok.html

        Majelis Pelayan Jakarta Bersyariah  (MPJB) telah melakukan seleksi terhadap 21 nama bakal calon gubernur (bacagub) DKI Jakarta 2017. Hasilnya ada lima nama kandidat yang dianggap layak untuk diusung dan didukung partai politik untuk bertanding dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

        Lima nama kandidat bacagub  dari MPJB itu yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault (AD), mantan Menteri Hukum dan Ham Yusri Ihza Mahendra (YIM), mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (SS), Pengamat Ekonomi Ihsanuddin Nooorsy (IM) dan Wakil Dewan Pertimbangan DPP Partai Gerindra Sandiaga Uno (SU).

    Hasil seleksi dari Majelis Pelayan Jakarta Bersyariah  (MPJB) dan nama Sandiaga Uno lolos seleksi.

    dari situs http://news.gubernurmuslim.com/2016/10/hasil-muzakaroh-majelis-tinggi-jakarta-bersyariah-untuk-gubernur-muslim-jakarta/

    Hasil Muzakaroh Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah Untuk Gubernur Muslim Jakarta

        Hasil Muzakarah/Musyawarah Ulama Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah
        Untuk Gubernur Muslim Jakarta (GMJ)
        Masjid Agung Al Azhar , Kamis 29 September 2016

        بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

        Munculnya dua pasangan Calon Gubernur Muslim dan Wakil Gubernur Muslim untuk Pilgub DKI 15 Februari 2017, yakni Anies Baswedan – Sandiaga dan Agus Yudhoyono – Sylviana Murni yang akan berlaga melawan petahana merupakan realitas politik yang ada hari ini.

        Setelah mendengar berbagai curah pendapat dari para musyawirin, dapat disimpulkan hasil muzakarah/musyawarah yang bisa menjadi panduan umat adalah sebagai berikut:

        GMJ mendukung sepenuhnya pencalonan dua pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Muslim Anies – Sandi dan Agus – Sylvi.

        GMJ menyerukan kepada seluruh umat Islam ber-KTP Jakarta dimana saja berada agar tidak golput, tapi menggunakan hak pilih sepenuhnya untuk memilih salah satu pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Muslim. Untuk mengawal dukungan dan seruan dalam poin 1 dan 2 GMJ bersama MPJ akan membentuk tim pengkaji realitas dan elektabilitas kedua pasang calon muslim.

        Untuk menjaga ukhuwah Islamiyyah GMJ dan MPJ melarang siapapun di antara umat Islam yang menjadi pendukung masing-masing pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Muslim melakukan tindakan saling mencaci, saling menyerang, dan saling menjatuhkan satu sama lain.

        Semoga Allah SWT memberkahi panduan ini dan memberikan kemenangan kepada umat Islam.

        Jakarta, 28 Zul Hijjah 1437H/29 September 2016

        Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta
        Habib Rizieq Syihab
        Ketua

    Lengkapnya ada di situs, disini jelas bahwa Rizieq Syihab sebagai ketua Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah meminta agar siapapun di antara umat Islam yang menjadi pendukung masing-masing pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Muslim tidak melakukan tindakan saling mencaci, saling menyerang, dan saling menjatuhkan satu sama lain. Apakah atas arahan mereka juga hingga akhirnya mengalihkan suara dari Agus ke Anies?

    Saat ini kubu Anies menuduh dirinya difitnah oleh spanduk Jakarta Bersyariah. Kemungkinan besar ia menuduh lawannya yang memasang. Sementara tanggal 4 April 2017 Novel Bamukmin mendukung konsep Jakart Bersyariah

        Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menjelaskan jika masyarakat sudah mengerti syariat Islam sebagai rahmatan lil alamin dan memang diperlukan, tidak ada salahnya syariat Islam diterapkan.

        “Jadi sebenarnya yang tidak paham difitnah akan syariat Islam sesuatu yang menakutkan,” ujar Novel dalam pernyataannya, Selasa(4/4/2017). Habib Novel menjelaskan konsep syariat Islam sudah berjalan 75 persen di Jakarta.

        Menurut dia syariat Islam yang sudah berjalan seperti di bidang ekonomi dengan hadirnya bank, asuransi syariah, dan lembaga zakat. Di bidang pendidikan dengan madrasah MI/MTs/MA dan pesantren.

        “Yang dimaksud syariat Islam di sini yaitu ahkamul daulah. Hukum Islam yang berkenaan tentang kenegaraan,” kata Novel. Habib Novel berharap, jika nantinya Anies-Sandi terpilih konsep syariat Islam secara menyeluruh bisa diterapkan di Jakarta.

        “Seperti di Aceh berjalan dengan proses walau belum sempurna,” ujar Novel.

    Sepertinya kita semua tahu, dimana posisi FPI dalam Pilkada DKI ini, dan Novel adalah Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam.

    dan berita dari suara.com dengan judul

    Kenapa Tim Anies Cuma Lapor Lisan Soal Spanduk Jakarta Bersyariah

    diupload tanggal 05 April 2017

    http://www.suara.com/news/2017/04/05/150730/kenapa-tim-anies-cuma-lapor-lisan-soal-spanduk-jakarta-bersyariah

        Meski merasa dirugikan dengan maraknya pemasangan spanduk bertuliskan Jakarta Bersyariah, tim sukses duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak membuat laporan secara resmi kepada badan pengawas pemilu Jakarta.

        “Kami nggak lapor secara tertulis. Pas hari kejadian, paginya, saya langsung kontak Bu Mimah (Ketua Bawaslu DKI). Saya kirimin foto-foto, permintaannya, diturunin dong,” kata wakil ketua tim hukum pasangan Anies-Sandiaga, Yupen Hadi, kepada Suara.com, Rabu (5/4/2017).

    Cukup menjadikan kita bertanya-tanya mengapa cuma lapor lisan saja?


    Nampaknya Jakarta Bersyariah adalah gerakan yang dimotori oleh Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah dan sudah lama ada serta dipimpin oleh Imam sebuah ormas. Tak heran jika salah satu pimpinannya berharap syariah Islam bisa diterapkan menyeluruh di Jakarta. Sandiaga Uno sendiri sejak awal mengikuti proses seleksi dan lolos sebagai salah satu dari 5 kandidat penantang Ahok. Kemudian setelah proses terus menerus, akhirnya Anies dan Sandi maju sebagai pasangan calon Gubernur dan wakil yang didukung oleh Gerindra dan PKS.

    Lalu kenapa meminta spanduk tersebut diturunkan? Ada beberapa kemungkinan, tapi sepertinya ada yang panik dan sedang buru-buru mengubah citranya karena ia kehilangan suara setelah kejadian penolakan jenazah hingga debat di Metro dan berlanjut pada debat Kompas yang gagal itu. Dan jadi pertanyaan, kok gak dilaporkan resmi dan hanya lisan saja? Ada sandiwara apakah ini? Bagaimana menurut pembaca seword?


    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ada Apa Antara Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah dengan Sandiaga? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top