728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 18 April 2017

    6 S : Rahasia Kepemimpinan Pak Djarot Saiful Hidayat

    Sebagai sosok wakil gubernur, Pak Djarot bukan orang sembarangan. Beliau adalah mantan walikota Blitar yang sukses ketika memimpin kota Blitar selama dua periode. Di balik kesuksesannya, ada teladan yang terlihat dan itu nyata secara otentik ada dalam diri Pak Djarot. Maksudnya otentik adalah susuatu yang asli, yang alami dari karakter beliau dan bukan sekedar dibuat-buat alias pencitraan. Apa saja yang menjadi sifat dan karakter positif pak Djarod, berikut paparannya:

    1. Sederhana

    Djarot Saiful Hidayat seorang yang dikenal sederhana dan bersahaja. Kesederhanaannya tampak ketika dia blusukan, hanya memakai kaos oblong dan jeans, makan di pinggir jalan atau warung makan. Sewaktu menghadiri acara deklarasi dari pendukung Agus-Sylvi, Djarot Saiful Hidayat bersantap siang di sebuah warung makan di dekat Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta Barat. Kedatangan Djarot pun membuat heboh para pembeli di warung makan tersebut seperti dilansir Detik.com.

    Kesederhanaan inilah yang membuat Ahok kesengsem dan merasa cocok dengan Djarot, apalagi keduanya bareng ketika bersama kepala daerah melakukan kunjungan ke luar negeri. Ahok sendiri menyatakan bagaimana persamaan keduanya yaitu agak kere, tidak belanja saat ke luar negeri. “Terus kalau malam yang lain ke mana-mana terus pergi hiburan-hiburan malam, saya sama Djarot diam-diam saja habis makan, karena duitnya pas-pasan. Kita langsung ketahuan, ini bupati 10 tahun tetap bokek juga,” lanjut mantan Bupati Belitung Timur ini.

    2. Senyum

    Di balik tampang dan kumisnya yang mengesankan sosok serius, Pak Djarot sebenarnya sangat murah senyum bahkan ketika menghadapi perilaku orang yang tidak menyenangkan. Rasanya bukan hal baru mendengar berita penolakan terhadap Pak Djarot. Tapi responnya itu menunjukkan dirinya tidak berubah, senyum selalu menghias wajahnya.

    Saat mengalami penolakan pada saat 1 di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur, teriakan yang terdengar berulang-ulang itu pun tak menggetarkan niat Djarot. Mantan Bupati Blitar itu terus berjalan bahkan semakin mendekati sosok pria yang menerinya, ia tersenyum. “Numpang lewat ya,” ujar Djarot.(poskotanews). Pak Djarot tidak baper atau marah dan berlalu dengan santainya untuk melakukan aktifitas selanjutnya.

    Ini yang membuat Djarot nampak awet muda apalagi bersama dengan istrinya yang bernama Bu Happy Farida, entahkah ada kaitannya, maka Pak Djarot hepi-hepi aja saat menghadapi tantangan selama bertugas. Ini hal yang patut ditiru oleh warga Jakarta, appaun yang terjadi, enjoy aja seperti pak Djarot.

    3. Sabar

    Kasus penistaan agama yang menimpa Pak Ahok tidak dapat dipungkiri memberi dampak bagi Pak Djarot. Hal itu tampak saat Djarot beberapa kali mendapat penolakan dan kejadian kurang mengenakan saat hadir di beberapa tempat di Jakarta.

    Pak Djarot terkenal sangat sabar baik menghadapi penghadangan atau penolakan bahkan dalam kasus-kasus yang agak ekstrim. Misalnya dia pernah diteriakin kafir.  Pak Djarot tetap sabar dan tidak takut. “Enggak (takut) karena niatku baik. Nawaitu (niat) saya baik, saya ikhlas dan saya tidak menyakiti hati mereka,” ujar Djarot.

    Sebelum kasus penistaan agama pun Djarot kerap menghadapi penolakan dan Pak Djarot sudah terbiasa menghadapinya. Misalnya saat memimpin penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stasiun Jakarta Kota, dia dihujani lemparan batu dan beling. Syukurlah, lemparan tak berhasil mengenainya, namun Djarot tetap menilai itu adalah aksi yang tak patut.(Detiknews). Apapun resiko yang dihadapi, Djarot tetap sabar menghadapinya karena dia adalah pelayan rakyat.

    4. Santai

    Pak Djarot adalah sosok yang terkenal kalem dan santai. Orang seperti Pak Djarot bawaannya sangatlah rileks, tidak gampang emosi saat ditolak. Ditolak saat blusukan, eh pak Djarot malah santai dan malah beli burung di Karang Anyar. (Detik.com). Inilah sosok pemimpin yang tetap enjoy di tengah kerasnya tantangan yang dihadapi di ibu kota.

    Pernah dengar cerita pejabat yang marah-marah karena tidak dikenali atau dihormati? Ini berbeda dengan Pak Djarot. Pak Djarot pernah tidak dikenali ketika melakukan kunjungan ke Bank DKI. Bapak siapa?” ujar wanita itu, di lokasi, Selasa (25/10/2016). Sontak Jupan yang sedang mendampingi Djarot pun terkekeh. “Mbaknya enggak kenal?” Jupan sambil tertawa kecil. “Sudah-sudah biarin saja,” potong Djarot. (Metrotvnews).

    Djarot tak menghiraukan peristiwa itu. Ia pun melanjutkan pembicaraan dengan memberikan saran pada teller agar lebih aktif mencari nasabah. “Lebih agresif sama pedagang di sini untuk penyaluran kredit usaha rakyat, ini kan bank pelat merah,” ujar Djarot.

    5. Serius
    Djarot dikenal perangainya ramah tapi ketika dibutuhkan sikap untuk tegas, maka Pak Djarot tidak segan-segan untuk bertindak serius. Juru bicara FBR Jakarta Selatan Sofyan menyatakan bahwa dia mendukung Pak Haji Djarot karena tidak hanya kalem tapi juga tegas (liputan6).

    Djarot bersikap tegas ketika menolak untuk pembangunan mal-mal di Blitar selama kepemimpinannya. Djarot juga tegas dalam menata PKL di Blitar sehingga PKL di sana tertata rapi. Saat di Jakarta juga dilakukan penataan PKL, Djarot kembali menjadi orang terdepan untuk menghadapi PKL Jakarta.

    Jadi jangan main-main dengan Pak Djarot. “Jangan main-main, yang tinggal di Blitar, yang minum air di Blitar, yang menikahi orang Blitar. Itu karunia, berkah. Karena bapak ibu, itu dialiri aliran setrum, aliran aura. Makanya hampir seluruh pemimpin-pemimpin Indonesia, berasal dari Blitar atau sekitarnya,” kata Djarot yang langsung diiringi tepuk tangan dan sorakan para hadirin. (tribun)

    6. Santun

    Dari tutur katanya dan nada bicaranya, nampak Pak Djarot adalah seorang yang santun dan berwibawa. Kesaksian istri Pak Djarot menegaskan hal ini. “Saya ini kan istri Bapak, menikah sudah 17 tahun. Ya tahulah, pahamlah, sifat-sifat Bapak seperti apa. Beliau kan tidak pernah dendam. Tidak pernah bertutur kata yang tidak sopan dan itu saya paham betul,” terangnya (Detik.com).

    Bahkan selama menjadi Wali Kota Blitar selama 10 tahun, Happy menilai Djarot sama sekali tidak pernah marah, apalagi mendendam dan berkata kasar. Djarot, diungkapkan Happy, adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi kesantunan dan menjadi contoh di keluarga.

    “Beliau itu tidak pernah dendam, tidak pernah bertutur kata yang tidak sopan, dan itu saya paham betul, bahkan selama menjadi Wali Kota Blitar selama 10 tahun. Kalau tanya birokrasi di sana, pernah nggak melihat Bapak marah, itu tidak pernah karena Bapak memang orangnya seperti itu,” tambahnya.

        Jakarta butuh sosok seperti ini yang menjadi model dan teladan juga bagi rakyat Jakarta. Kehadiran pak Djarot akan melengkapi Pak AHok sebagai duet dalam memimpin Jakarta. So, kehadiran Pak Djarot selain Ahok juga adalah berkah bagi warga DKI. Keduanya saling mengisi dan menjadi andalan warga DKI membangun Jakarta.


    Penulis :  Ronny D Rondonuwu   Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: 6 S : Rahasia Kepemimpinan Pak Djarot Saiful Hidayat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top