728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 03 April 2017

    411, 212, 313 dan Serangkaian Nomor Cantik

    Hahaha, nomor cantik. Jadi teringat masa lalu, waktu pertama kali mempunyai handphone nokia jadul. Ahh, rasanya mau beli nomor cantik saja deh biar orang gampang ingetnya. Masa beli nomor yang biasa-biasa saja, gimana orang mau mengingatnya. Hehe, kayak orang terkenal saja.

    Baiklah, cukup dengan basa-basinya, nanti basi lagi seperti kaum sebelah. Programnya aja basi banget, ga ada yang baru. Semuanya cuman bisa jiplak doank. Parah! Cuman nambahin plus doank. Anak kecil tetangga saya juga bisa kalo tambah plus doank. Nich + nya.

    Gelaran aksi damai 313 yang dimotori oleh Forum Umat Islam (FUI) ini menambah catatan panjang berlangsungnya demo terhadap Ahok karena kasus penistaan agama. Setelah 411 dan berlanjut pada 212, kini 313. Serentetan aksi ini menebar banyak komentar dari berbagai pihak. Bahkan, Dengan santai Ahok mengomentari aksi 313 atau 31 maret 2016 dimana massa yang menuntut agar ahok diturunkan akan berjalan menuju istana negara.

    “313 nomor cantik. Ha-ha-ha. Itu aja,” kata Ahok, di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (31/3/2017).

    Pernyataan dari Ahok menunjukkan bahwa tidak ada kekhawatiran sama sekali  yang dirasakan oleh Ahok sang petahana. Ketenangan tersirat saat Ahok mulai mengomentari adanya aksi yang digagas oleh Forum Umat Islam ini. Bahkan jika kita benar-benar memperhatikan guyonan Ahok ketika Ahok menganalogikan tanggal digelarnya aksi dengan nomor cantik, hal ini justru menyiratkan bahwa Ahok adalah seorang yang tenang menanggapi permasalahan yang menimpa dirinya terkait tuduhan penistaan agama saat dia berkampanye.

    Memang sedikit unik ketika beberapa aksi damai yang sudah beberapa kali berlangsung ini selalu memakai tanggal yang memiliki nomor cantik. Menurut saya, rentetan aksi ini malah menjadi “kelucuan” tersendiri. Dengan berlangsungnya aksi damai yang terus berulang dan memanfaatkan nomor cantik dalam tanggal pelaksanaannya, justru hal ini seakan menjadi hal yang tidak perlu ditanggapi secara serius. Bahkan meskipun media terus merepetisi berita dengan konteks aksi yang sama, yaitu tuntutan bahwa ahok harus turun dari jabatannya, ini akan memunculkan “titik jenuh” dan lama kelamaan menjadi sesuatu yang terasa basi. Padahal Ahok sendiri malah santai karena menganggap hal ini sudah biasa.

    Saya sedikit tertarik dengan bagaimana logika berpikir kita dalam berdemokrasi ini. Banyak orang, terutama kaum bumi datar yang sentimen terhadap gaya kepemimpinan Ahok mengatakan bahwa sebaiknya Jakarta memiliki pemimpin yang santun dan tidak menunjukkan kemarahannya ke publik. Tapi jika diperhatikan terkait rentetan aksi damai dan tanggapan Ahok ini, Ahok sebenarnya malah menunjukkan betapa sabar dan santun dirinya.

    Justru yang mencitrakan kemarahan dan kebingungan akan keberadaan Ahok ini adalah pihak-pihak yang berteriak ingin jakarta dipimpin oleh pemimpin yang santun. Sebenarnya ini masalah kesantunan atau memang karena Ahok ini memiliki prestasi yang sulit untuk ditandingi dan nyata buktinya?

    Menurut saya, cara aksi damai yang terus dilangsungkan tanpa selang waktu lama ini juga malah membuat aksi itu seakan tidak artinya. Ahok pun enggan berkomentar ketika ditanya terkait tanggapan mengenai aksi 313 ini.

    “Enggak usah ditanggapilah. Masa saya tanya siapa yang suruh (selenggarakan aksi 313),” kata Ahok.

    Jika rentetan aksi damai itu berkaitan dengan dugaan penistaan agama saat Ahok berkampanye, coba kita pikir baik-baik. Indonesia ini adalah negara yang mayoritas memeluk agam Islam. Warga jakarta juga kebanyakan Umat islam. Otomatis, jika Ahok harus berstrategi mendapatkan banyak suara, maka harusnya dia menempuh berbagai cara agar bisa mengambil hati umat Islam. Lalu apa Ahok yang sudah jelas kembali mencalonkan diri dan ingin memenangkan kontestasi politik ini malah membunuh dan menutup peluang dirinya untuk menang dengan cara sengaja menistakan agama Islam? Tentu hal ini terlalu bodoh untuk Ahok ketika dia sengaja melakukan ini. Sedangkan, bisa jadi cara ini adalah cara-cara politik praktis yang memanfaatkan media dimana ada pihak yang dengan sengaja memelintir persepsi masyarakat agar memahami bahwa perkataan Ahok itu adalah pernyataan yang menistakan agama.

    Bagi rakyat yang hidup di dunia bulat sudah tau apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada program yang bagus dari kaum bumi datar, yang ada hanyalah program janji-janji manis saja. Semua janji yang diumbar hanyalah demi kemenangan semata.

    Bagaimana menurut Anda kaum bumi bulat?

    Penulis :  Mike   SUmber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: 411, 212, 313 dan Serangkaian Nomor Cantik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top