728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 Maret 2017

    Yang Berniat Jahat Selalu Menghindari Yang Berniat Baik

    Saya rasa tidak perlu artikel ini berpanjang-panjang membahas judul diatas. Saya hanya ingin agar nanti di Pilkada putaran kedua masyarakat Jakarta benar-benar terbuka matanya. Karena sejatinya mata hati yang tertutup menuntun pada kebodohan.

    Tommy Soeharto tengah menjadi berita hangat karena tiba-tiba kembali muncul di pemberitaan. Dan munculnya  Tommy di tengah-tengah panasnya panggung politik Indonesia semakin menarik perhatian publik. Sekian lama menghilang dari muka bumi, bumi bulat tentunya, sekarang Tommy hadir dan tiba-tiba langsung menunjukkan dukungan Pada paslon Anies dan Uno. Menarik sekali bukan?

    Saya berandai-andai bila Tommy langsung menaruh dukungan pada paslon Ahok dan Djarot rasa-rasanya kita akan merasa wajar dan beranggapan Tommy sudah tobat dan ingin mendukung pemerintahan yang bersih sepenuhnya. Mungkin dia sudah waras karena selama menghilang bertahun-tahun ternyata dia bersemedi memohon kesembuhan dari pikiran jahat dan bernafsu. Ahok dan Djarot sudah jelas merupakan jenis dan bentuk pemerintahan yang transparan bersih dan tidak mau bermain-main dan toleran terhadap pelanggaran konstitusi.

    Tapi sayang seribu sayang, malah istri orang yang disayang. Tommy malah menunjukkan keberpihakan pada paslon Anies dan Uno yang kredibilitas dan program kerjanya masih dipertanyakan. Bahkan paslon ini secara terang-terangan menerima dukungan dari organisasi-organisasi yang sifatnya ekstremis fundamentalis yang ingin mengubah dasar negara kita NKRI. Terlihat betul niatan Tommy untuk ikut mempermainkan isu agama dan bermain-main di konstitusi yang rawan diutak-atik. Harusnya kalau Tommy benar-benar pintar dia akan memilih cara berperang ala Sun Tzu yakni dekati musuh-musuhmu. Tommy belum-belum sudah mendekati kawan-kawannya yang sama-sama bernafsu buruk. Mungkin hanya Pakde yang paham betul cara berperang Sun Tzu.

    Dari sini kita bisa lihat, untuk menyelematkan NKRI kita harus memilih pemimpin yang tunduk pada konstitusi, tidak semata-mata tunduk pada agama dan orang-orang yang ada dibelakangnya harus orang-orang yang mengerti betul resiko dan konsekuensi menjalankan konstitusi.

    Ingin rasanya saya memberi ucapan selamat datang kembali pada Tommy berupa high five. Yang keras. Di mukanya. Pakai kursi.

    Selamat datang! Tapi sayang anda naik angkutan yang salah bung!
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Yang Berniat Jahat Selalu Menghindari Yang Berniat Baik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top