728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    Tukang Jamu Tagih Janji Anies, Lupa atau Ingkar?

    Sekitar bulan Mei 2016, ketika Anies masih berstatus sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melakukan teleconference dengan tiga orang penggiat pendidikan yang berasal dari Sidoarjo dan Surabaya. Mereka bertiga adalah M. Fauzi Baim, Iffa Suraiya, dan Sukartono. Karena kepedulian mereka membangkitkan semangat membaca masyarakat maka mereka dijanjikan oleh Anies Baswedan masing-masing dana sebesar Rp.35 juta untuk memperbanyak buku bacaan.

    Tentu bantuan dari Mendikbud saat itu sangat menggembirakan untuk mereka bertiga. Karena dengan bantuan sebesar itu mereka bisa membeli ribuan buku sehingga dengan buku sebanyak itu mereka bisa menjangkau lebih banyak lagi pembaca. Tetapi sungguh sayang, dana yang dijanjikan kepada mereka itu belum sampai di tangan mereka, walau pun Anies sudah tidak lagi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena ‘dicukupkan’ oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada bulan Juli 2016 yang lalu. Bahkan sampai Anies kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta pun janji tersebut belum terealisasi.

    Berikut adalah kutipan surat terbuka M. Fauzi yang saya transkripkan dari video yang diunggah oleh Indonesian Hot News di Youtube pada tanggal 28 Maret 2017 yang lalu,

        Assalamualaikum warahmatullahi warabakatuh,

        Alhamdulilah

        Perkenalkan nama saya Muhammad Fauzi yang berprofesi sebagai penjual jamu.

        Alhamdulilah di tempat yang sama ini, beberapa bulan yang lalu saya mendapat kehormatan bisa video conference dengan Pak Anies Baswedan yang mana saat itu beliau menjanjikan untuk saya dan teman-teman. Mungkin sudah terealisasi tetapi masih belum sampai pada kami, kami hanya sebatas mengingatkan pada Bapak atau pun staf. Semoga apa yang telah Bapak janjikan pada saat itu bisa segera terealisasi.

        Terima kasih.

        Wassalamualaikum warahmatullahi warabakatuh.

    Sekedar untuk diketahui bahwa Muhammad Fauzi adalah seorang penjual jamu dari Desa Sukorejo Buduran, pendiri Perpustakaan Taman Ilmu Masyarakat (Perpus TIM), sambil menjual jamu M. Fauzi membaca buku-buku bacaan, berkeliling dari warung-warung sampai poskamling. Dari puluhan buku bacaan bekas, sekarang Muhammad Fauzi sudah memiliki 6 ribu buku dengan sekitar 4 ribu judul. Dengan adanya janji bantuan dari Anies Baswedan ini, Muhammad Fauzi mengharapkan dapat menambah koleksi bukunya lebih banyak lagi. Tetapi ternyata bantuan tersebut tak kunjung tiba ke tangannya.

    Karena sudah menunggu beberapa bulan lamanya belum ada realisasi dari janji Anies Baswedan sebagai Mendikbud waktu itu, Muhammad Fauzi mencoba mengingatkan Anies Baswedan melalui video yang diunggah di Youtube tersebut. Ada pun tujuannya adalah semoga Anies Baswedan dapat segera merealisasikan janjinya tersebut.

    Mengapa Muhammad Fauzi sampai harus membuat surat terbuka kepada Anies Baswedan melalui Youtube? Saya merasa bahwa Muhammad Fauzi sangat membutuhkan dana tersebut untuk dapat mengembangkan perpustakaan kelilingnya, sehingga makin banyak orang yang bisa dijangkau olehnya. Dengan semakin banyaknya koleksi buku bacaan berarti semakin banyak orang mempunyai pilihan bacaan. Semakin makin banyak orang membaca semakin banyak pula ilmu yang diserap darinya.

    Selain alasan itu, Muhammad Fauzi pun merasa tidak enak kepada pembaca setia buku-buku koleksinya. Karena mereka sudah mendengar bahwa Muhammad Fauzi telah mendapat bantuan dari Mendikbud uang sebesar Rp.35 juta yang diperuntukkan untuk memperbanyak koleksi buku bacaan. Tetapi kenapa buku yang tersedia hanya itu-itu saja dan tidak bertambah-tambah? Bukankah Muhammad Fauzi sudah mendapat bantuan Mendikbud? Kok, bukunya masih seperti yang dulu. Sepertinya ada kekhawatiran dari Muhammad Fauzi bahwa masyarakat menuduh dirinya telah menggunakan dana tersebut untuk hal yang lain. Sehingga buku koleksinya masih tidak berubah dari yang dulu. Kekhawatiran tersebut beralasan, karena masyarakat telah tahu bahwa Muhammad Fauzi mendapat bantuan dari Mendikbud sebesar Rp.35 juta. Masalah sudah terealisasi atau belum, itu yang masyarakat belum tahu, sehingga Muhammad Fauzi harus membuat surat terbuka tersebut agar masyarakat tahu bahwa selama ini dia belum menerima sepeser pun dari bantuan yang dijanjikan Anies Baswedan.

    Mari kita menunggu apakah Anies Baswedan akan tetap merealisasikan janjinya tersebut atau hanya janji kosong saja. Jika Anies kepada penjual jamu saja janjinya sudah ingkar bagaimana dengan janji-janjinya selama kampanye Pilkada? Mungkin setelah Pilkada selesai dan Anies terpilih jadi Gubernur Jakarta dia akan lupa dengan janji-janjinya yang sudah dia umbar selama kampanye. Jadi, anda masih mau pilih calon gubernur yang telah ingkar janji? Kalau saya sih tidak.

    Salam

    Penulis : Daniel Setiawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tukang Jamu Tagih Janji Anies, Lupa atau Ingkar? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top