728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 29 Maret 2017

    Tidak Mempan Lagi Lapor ke Bawaslu / KPU Sekarang Polisi Langsung !

    Banyak kejadian yang sudah tercatat selama beberapa bulan terkahir yang menunjukan bahwa Bawaslu, KPU DKI tidak independen, terlihat ada kepemihakan atau bahkan tidak netral, hal itu semua terlihat dari sikap mereka yang tidak menindaklanjuti banyak pelanggaran-pelanggaran yang ada, malah aturan yang sudah ada soal kampanye dirubah-rubah.

    “Adanya pelanggaran pada kebijakan penyelenggara pilkada KPU DKI yang cenderung tidak netral, dengan mengubah aturan main tahapan pilkada yang sudah berlangsung dalam dua putaran, bahwa pada kampanye putaran pertama merupakan bentuk tidak responsif KPU DKI,”  kata anggota Tim Hukum Ahok-Djarot, Pantas Nainggolan dalam jumpa pers di Jalan Cemara Nomor 19, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2017).

    Tidak perlu lagi membahas KPU, Bawaslu, keduanya diabaikan saja, selama masyarakat yang mengawal nanti, semua pasti akan baik-baik saja. Tidak bisa ke Bawaslu, bisa kepihak lain yang lebih independen, yaitu Kepolisian.

    Tentu saja hal ini sangat fatal, Anies-Sandi yang selama ini selalu longgar karena diberikan kebebasan oleh Bawaslu terkait aturan main kampanye yang dilakukan olehnya, sudah banyak bertindak macam-macam, bahkan juga semena-mena, merasa tidak ada aturan yang mengawasi dan mengancamnya. Ribuan berita yang sudah memberikan fakta-fakta terkait, tidak membuat dirinya takut akan apapun.

    Bahkan ketika berbicara saat debat kemarinpun demikian, berbicara tanpa data, atau berbicara dengan data bumi datar. Semua sudah jadi kebiasaan Anies, karena selama ini yang dia lakukan dilapangan tidak jauh beda dengan apa yang ada didebat.

    (Retorika Rumah 0% Eh 0 Rupiah, Fitnah Gusur Mengusur, Playing Victim Spanduk Jenazah,)

    Ini tidak bisa dibiarkan lebih lanjut, semua sikap Anies ini sangat tidak mencerminkan cara berkampanye yang baik, kesannya seperti memaksakan segala cara, seakan-akan semua cara tersebut halal dilakukan.

    Terkait Kasus Fitnah Rumah Yang di Gusur


    Dari video diatas Anies berkata 304 yang akan digusur, Anies mengklaim daftarnya sudah ada, Anies juga menuduh siapa yang tukang gusur disana, lalu dia melakukan sebuah permainan ancaman yang membuat warga takut, apabila (diam) maka 304 akan kena gusur.

    Saya tegaskan disini itu adalah Fitnah, dan hal tersebut tidaklah benar. Memperjelas permainan yang dilakukan Anies saat berkampanye ini jelas salah, data yang dia sertakan juga mengada-ngada, stetment saya ini diperkuat oleh kejadian yang terjadi hari ini. Jam 19.10 Selasa 28 maret 2017 beberapa saat yang lalu. Tim Ses Ahok-Djarot melaporkan Anies terkait data penggusuran, Timses Ahok-Djarot menganggap Anies Baswedan memanipulasi data penggusuran di Jakarta. Oleh sebab itu, Timses Ahok berencana melaporkan Anies ke polisi.

    “Kita akan melaporkan saudara Anies yang kita duga melakukan fitnah tentang manipulasi data penggusuran, jadi kita menemukan data daftar wilayah berpotensi, sesungguhnya tidak satu terminologi tercantum di sini, yang ada adalah titik-titik, spanduk-spanduk liar, itu yang ada di 325 titik,” kata anggota Tim Hukum Ahok-Djarot, Pantas Nainggolan dalam jumpa pers di Jalan Cemara Nomor 19, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2017).

    “Ini yang kemudian diplesetkan saudara Anies, untuk kampung yang akan digusur,” sambungnya.

    Pantas Nainggolan belum memastikan kapan pelaporan akan dilakukan. Dia juga belum menentukan ke mana laporan ditujukan.

    “Kalau tidak ke Polda, ke Bareskrim. Dalam waktu dekat,” ucapnya.

    Mari kita dukung tim hukum Ahok-Djarot ini dalam memperjuangkan kebenaran, melawan fitnah-fitnah keji yang dilakukan oleh Anies Sandi, mereka selalu selama ini leluasa sekali menebar fitnah, hoax seputar isu.

    Contoh kecil saja, coba berikan foto bukti di lokasi mana ada foto spanduk “Awas KJP dihapus”  apa pernah tersiar dimedia sosial? Tidak ada bukan. Karena itu semua karangannya Anies semata.

    Kalau sehabis artikel ini muncul, nah loh mau “Bersandiwara” lagi? seolah-olah ada kok, dari dulu kok, faktanya saja, kalau memang ada, di dunia era digital saat ini, seharusnya foto-foto tersebut sudah jadi perlawanan bagi para kaum bumi datar untuk koar-koar di media sosial. Sayangnya hal tersebut tidak ada toh sampai sekarang?

    Semoga dengan ini kita semua menjadi belajar, belajar cara demokrasi yang benar dan baik, juga jangan pernah ditiru contoh-contoh yang buruk. Mari buat bangsa Indonesia lebih maju dari pada hari sebelumnya. Jaya Indonesiaku.


    Penulis : Bani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tidak Mempan Lagi Lapor ke Bawaslu / KPU Sekarang Polisi Langsung ! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top