728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 10 Maret 2017

    Tidak Benar, Kabar terkait Prasetio yang Dipecat dari Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot

    Prasetio Edi Marsudi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta  yang juga merangkap sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Cagub-Cawagub Ahok-Djarot menjadi korban berita hoax.

    Berita hoax itu menyebutkan Prasetio dipecat dari Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot lantaran ia tidak berhasil memenangkan pasangan nomor urut dua itu dalam satu putaran. Media hoax itu juga menyebutkan Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristanto sebagai pengganti Prasetio menjadi Ketua Tim Pemenangan pasangan Ahok-Djarot.

    Padahal berita itu sama sekali tidak benar, sampai saat ini Prasetio masih sah menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot. Dan partai pengusung pun tidak ada rencana untuk menggantinya.

    Prasetio Edi Marsudi menampik kabar yang menyebutkan bahwa dirinya dipecat dari Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

    Kabar itu sebelumnya beredar di beberapa media online. Prasetio dikabarkan digantikan oleh Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto.

    “Hoax-lah, gue masih ketua tim (pemenangan Ahok-Djarot). Alhamdulillah masih baik-baik saja,” kata Prasetio, saat ditemui wartawan di rapat internal tim pemenangan Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jakarta Barat, Kamis (9/3/2017).

    Selain itu, ia juga menampik kabar yang menyebutkan dirinya dipecat karena gagal memenangkan Ahok-Djarot satu putaran. Menurut dia, gagalnya Ahok-Djarot memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 satu putaran sebagai evaluasi tim pemenangan untuk bekerja lebih keras lagi.

    “Enggak ada urusannya gagal, semua ini kan kami jalani. Kami ini kerja, kinerja kami kan terukur apa yang kurang, ya harus kami perkuat,” kata Prasetio.

    Menurut Pras, Hasto dan para Sekjen partai-partai pengusung Ahok-Djarot memang kini banyak terlibat langsung dalam kegiatan di tim pemenangan. Namun, ia menyatakan keterlibatan para sekjen tidak mengubah struktur tim pemenangan.

    “Penguatan iya. Semua Sekjen partai politik. Idrus Marham (Sekjen Golkar) dan semua,” ujar Pras.

    Hal senada juga diungkapkan oleh politisi Partai Golkar Nusron Wahid. Meski tak masuk dalam keanggotaan tim pemenangan, Nusron menjadi Ketua Pemenangan calon Kepala Daerah yang diusung Partai Golkar di Jakarta dan Banten.

    Dia mempertanyakan asal muasal kabar penggantian Prasetio tersebut.

    “Setiap adanya perubahan tim kan harus lapor ke KPU. Sekarang ada pemberitahuan ke KPU, kalau tim pemenangan berubah enggak? Kalau enggak ada ya berarti enggak ada,” kata Nusron.

    Menurut analisa saya berita hoax itu sengaja dibuat untuk menggiring opini ke publik seolah-olah tim pemenangan Ahok-Djarot pecah dan terjadi pemecatan kepada ketua tim pemenangan. Padahal kita sendiri kan tau bahwa tim pemenangan Ahok-Djarot hingga saat ini masih tetap solid. Dan tentunya kita berharap para pendukung Ahok-Djarot jangan sampai termakan isu/berita hoax tersebut.

    Upaya merusak konsentrasi tim sukses Ahok-Djarot

    Seperti yang saya katakan tadi isu hoax itu sengaja dibuat untuk merusak konsentrasi tim pemenangan Ahok-Djarot. Tentunya kita tahu bahwa kubu sebelah sedang panik, mereka panik lantaran melihat timses dan pendukung Ahok-Djarot yang semakin solid pasca pertarungan putaran pertama pada bulan lalu.

    Mereka sangat ketar-ketir karena takut kalah, jadi cara apapun bisa mereka pakai, termasuk mungkin memanfaatkan media online untuk membuat opini yang sangat menyesatkan itu. Kubu sebelah sangat menginginkan Tim Pemenangan Ahok-Djarot pecah. Upaya memecah belah memang sah-sah saja dalam berpolitik.

    Padahal justru dengan beredarnya berita hoax itu akan menjadikan tim pemenangan Ahok-Djarot semakin solid. Namun tim pemenangan juga perlu memberikan pemahaman kepada para pendukung calon nomor urut dua, Ahok-Djarot. Pahamkan kepada semua pendukung agar hati-hati dengan berita hoax.

    Kasihan para pendukung (calon pemilih nomor urut dua) nanti kalau mereka sampai termakan kabar hoax. Mengingat kabar hoax itu sangat cepat sekali menyebar bagaikan virus pada komputer.

    Kubu Anies-Sandi juga galau tingkat dewa saat melihat pertemuan Jokowi dengan SBY di Istana Merdeka

    Harapan Anies-Sandi agar didukung Partai Demokrat akhirnya kandas lantaran SBY tidak bersedia ditemui oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Padahal kita tahu waktu itu Sandiaga sempat mengatakan bahwa Prabowo akan bertemu dengan SBY dalam waktu dekat (awal bulan Maret 2017). Nyatanya malah zero.

    Malah yang ada SBY bertemu dan nyantai bareng bersama Jokowi di Istana. Saya malah jadi berpikir begini, pertemuan SBY dengan Jokowi di Istana Merdeka sebuah tanda bahwa pasangan Ahok-Djarot akan didukung oleh partai koalisi Cikeas.

    Menurut saya itu sangat mungkin terjadi, mengingat masa lalu waktu masih di TNI kabarnya SBY pernah ditampar oleh Prabowo karena suatu sebab. Jadi hitung-hitungan politiknya tak mungkin Partai Demokrat mendukung pasangan nomor urut tiga, Anies-Sandi yang didukung juga oleh Prabowo itu.

    SBY malah akan jatuh hati kepada pasangan nomor urut dua, Ahok-Djarot. Publik pasti akan bertanya, lho kok bisa, kan SBY tidak cocok juga dengan Megawati? Perlu kita ketahui bersama, bagaimanapun juga yang membesarkan SBY hingga bisa jadi Presiden adalah Megawati, tanpa Megawati SBY bukanlah siapa-siapa. Ini saatnya SBY berbalas budi kepada Megawati, dengan cara apa? Ya jelas dengan cara memenangkan pasangan Ahok-Djarot diputaran kedua nanti. Hehehe

    Sekian.

    Penulis  : Saeun Muarif  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tidak Benar, Kabar terkait Prasetio yang Dipecat dari Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top