728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 24 Maret 2017

    Ternyata Ahok Akui Tiru Program Anies-Sandi??

    Kartu Jakarta Lansia atau KJL yang merupakan program Ahok dituding menjiplak program Anies-Sandi. Ahok tidak banyak ambil pusing, hanya tertawa saat ditanya media. “Mana ada sih program asli Ahok-Djarot. Semua kan program orang kata pasangan nomor 3,” kata Ahok sambil tertawa. Nah, kan Ahok akui tidak ada program yang asli. Ini untuk menyentil toko sebelah yang kerjaanya cuma nyinyir dan terkena dengan programnya yang auto plin-plan dan suka bolak-balik arah tanpa kejelasan.

    Ahok tidak mempermasalahkan itu, menurut saya seharusnya memang Ahok harus cuek, tidak perlu buang waktu untuk mendebat yang tak penting seperti ini. Percuma berdebat, lama-lama jadi ikut-ikutan tak jelas.

    Mari kita ulas satu per satu. Pertama adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP). KJP adalah program untuk warga dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk menempuh pendidikan sampai tamat SMA/SMK dan dibiayai oleh APBD dengan rentang dari 200 ribuan hingga 600 ribuan Rupiah (mohon ralat kalau salah). Dan datanglah si pahlawan kesiangan dengan program yang lebih canggih yaitu KJP Plus, yang menurut Ahok entah apa plusnya itu. Plusnya menurut Anies adalah kartu ini akan terintegrasi dengan KJP dan KIP padahal menurut Ahok, KIP tidak perlu lagi. Dan plus lainnya adalah bisa tarik tunai, padahal Ahok sudah melarang tarik tunai karena rawan disalahgunakan. Berarti sah kalau KJP itu program yang meniru KJP plusnya Anies-Sandi (sarkasme level satu).

    Yang kedua, program OKE OCE yaitu One Kecamatan One Center for Enterpreneurship yang menjadi program unggulan Anies-Sandi. Program ini tujuannya untuk melahirkan pengusaha baru dan diharapkan pengusaha kelas menengah dan bawah dapat bersaing dan membuka lapangan baru di DKI Jakarta.

    Tapi di tempat lain Ahok meresmikan Jakarta Creative Hub, sebuah fasilitas untuk mendukung masyarakat dan bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di area Jakarta dan sekitarnya, dikelola langsung oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, yang dilengkapi dengan fasilitas dan prasarana kreatif seluas 1500 meter persegi. Seakan ingin menyentil, Ahok menjelaskan program Jakarta Creative Hub adalah perwujudan yang sesungguhnya dari OK OCE. Ditanya apakah Ahok meniru, jawabnya adalah, “Mana (meniru). Ini siapa (yang) bangun duluan. Ini OK OCE sesungguhnya ha ha ha.”

    Anies pun ikut berkomentar seperti ini, “Itu OK OCE juga? Alhamdulillah kalau ada yang meniru, syukurlah kalau sudah ditiru. Ya Alhamdulillah, kalau pemerintah mau bekerja memfasilitasi pertumbuhan wirausaha ya kita bersyukur.” Hahahaha, di mana-mana yang namanya duluan itu yang bertindak duluan. Lagian Ahok sudah rencanakan ini jauh-jauh hari sebelum Anies-Sandi nongol bikin meriah dunia perpolitikan Jakarta. Jadi siapa yang meniru? Ternyata Ahok yang meniru program Anies-Sandi (sarkasme level dua).

    Program selanjutnya adalah terkait perfilman nasional. Ahok berencana merealisasikan berbagai kebijakan untuk memajukan perfilman, salah satunya dengan membangun bioskop rakyat di tiap pasar yang berada dalam naungan PD Pasar Jaya, dengan harga tiket sekitar 5000-10000 Rupiah. Bioskop tersebut akan memutar film-film yang sudah turun layar dari bioskop komersil. Di sisi lain, Sandiaga juga akan membangun bioskop murah jika terpilih nanti lho dengan harga tiket lebih fantastis yaitu diperkirakan di bawah 5000 Rupiah, dikonversikan dengan kerja sama. Mirip dengan punya Ahok nggak?

    Dan yang terakhir adalah Kartu Jakarta Lansia (KJL) di mana Anies mengklaim program ini meniru program serupa miliknya dan Sandiaga. “Jadi kalau Pak Basuki-Djarot meniru ini adalah pesan untuk warga Jakarta bahwa Anies-Sandi bagus,” ucap Anies. Wah, hebat sekali yah. Jika pembaca baca ulasan saya terdahulu mengenai Ahok yang tidak menggunakan uang operasionalnya yang sebesar 30 miliar per tahun, di situ dijelaskan bahwa Ahok menggunakan dana tersebut untuk kegiatan sosial dan membantu yang membutuhkan.

    Dalam acara deklarasi Gerakan Relawan Agus-Sylvi (Gerasi) beberapa waktu lalu, Ahok menyebutkan dia sudah menyiapkan program lain yaitu Kartu Jakarta Lansia dan Program Penggantian Atap. Kedua program tersebut ternyata sudah dijalankan, dengan menggunakan uang operasionalnya. Catat itu baik-baik. Itu sudah dijalankan dengan uang operasionalnya sendiri, meski di masa mendatang dia berharap dapat melaksanakan program ini dengan dibiayai APBD DKI karena dana operasional pasti terbatas. Sekarang siapa yang sebenarnya meniru siapa? Dan coba dipikirkan pakai logika, mana yang lebih dipercaya, yang hanya berwacana akan ini itu (itu pun kadang tidak jelas karena bisa direvisi berkali-kali seiring nyinyiran dari publik) atau yang sudah melaksanakan? Itu saja sih patokan dari saya.

    Dan sejauh yang saya lihat program Anies-Sandi kebanyakan sudah dilaksanakan Ahok hanya saja diberi embel-embel plus dan diberi bumbu penyedap lainnya biar dikata tidak menyontek dan punya nilai lebih, dan lucunya mengatakan Ahok menjiplak. Ya terserah deh, lagian Ahok sudah mengakui itu kok, hahahaha. Biar yang di toko sebelah senang saja deh, yang penting pembaca di sini bisa menilai dengan waras.

    Anies pun berpesan bila menginginkan berbagai terobosan baru di Jakarta, pasangan Anies-Sandi akan menghadirkan berbagai terobosan baru. Terobosan baru apa? Hmm, saya tidak tahu lagi mau ngomong apa. Pantas saja Ahok hanya tertawa dan mengiyakan saja. Wong saya sendiri pun bingung mau ngomong apa.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : Xhardi   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ternyata Ahok Akui Tiru Program Anies-Sandi?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top