728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Maret 2017

    Teguran Dewan Pers Terhadap Okezone

    Status twitter milik Ulinyusron yang diunggah pada 17 Maret 2017 pukul 7:17. Membagikan foto surat dari Dewan Pers. Status Ulinyusron tersebut saat ini sudah diretweet sebanyak 344 kali dan di like 145 pengguna twitter. Ulin Yusron adalah salah satu pendukung Ahok yang dulu sempat ramai karena disangka Amalia Ayuningtyas. Cuitan Ulin Yusron mendapat berbagai reaksi diantaranya

    @dkarhita medianya ht sdh semakin vulgar tanpa etika rasanya, lha msh diadili sdh disebut penista, krg ajar itu namanya!

    @msetiawirawan yang penting masyarakat makin cerdas, dapat memilah2 berita

    @herrimard tapi belom minta maap ya mz? :))

    Twitter tersebut memuat foto dari sebuah surat dengan kop Dewan Pers tanggal 13 Maret 2017. yang ditandatangi oleh Yosep Adi Prasetyo lengkap dengan capnya sehingga saya menduga surat tersebut asli. Mengenai berita yang menjadi masalah adalah berita dengan judul “Ketika Terdakwa Penista Salami Raja Salman di Bandara”. Alhamdulillah judul berita yang menjadi permasalah telah dikoreksi oleh pihak Okezone dengan mengganti judulnya menjadi “Tiba di Bandara, Ahok Salami Raja Salman”. Dengan isi berita yang masih sama. Kita apresiasi okezone yang dengan cepat mengkoreksi judul berita tersebut karena jangan sampai situs berita yang telah terverifikasi ini mengecewakan publik.

    Judul semula dengan tulisan “Ketika Terdakwa Penista Salami Raja Salman di Bandara” dinilai oleh Dewan Pers telah melanggar pasal 3 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) karena berita tersebut mengandung opini yang menghakimi dan melanggar asas praduga tak bersalah dan pasal 8 KEJ karena bermuatan SARA.

    Dewan Pers Mengapresiasi okezone,com yang segera mengkoreksi berita tersebut pada hari yang sama berjudul “Tiba di Bandara, Ahok Salami Raja Salman” yang diunggah pada 1 Maret 2017. Namun demikian, Dewan Pers meminta okezone.com untuk memuat permintaan maaf kepada masyarakat terkait pemberitaan tersebut.

    Hingga saat ini sejauh pengamatan saya dengan mencari kata kunci “permintaan maaf okezone” belum memperlihatkan hasilnya di google search engine. Apakah Okezone telah meminta maaf kepada masyarakat sesuai dengan permintaan Dewan Pers atau belum? Mohon om Batman dikabarkan jika ada pembaca seword yang menemukannya agar menjadi jelas.

    Meski Okezone telah mengubah judulnya namun jejak digitalnya masih ada diberbagai web lainnya seperti kaskus dan situs berita lainnya seperti skanaa.com yang masih memuat judul lama dari Okezone. Meski demikian apa yang dilakukan oleh Dewan Pers patut diacungi jempol yang dengan cepat telah memproses pengaduan yang mereka terima.

    Sementara isi berita-nya cukup bagus, yaitu membahas peristiwa menarik saat Raja Salman mengunjungi Indonesia. Seperti yang dilansir oleh Okezone,

        Salah satu yang menarik perhatian saat kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ia terlihat dalam rombongan sekaligus ikut bersalaman dengan Raja Salman.

        Ahok tampak rapi dengan setelan resmi. Tak ketinggalan, peci hitam juga menempel di kepalanya. Ahok pun begitu gagah mengenakan peci tersebut.

        Dan benar, saat Raja Salman tiba dan turun dari pesawat, Ahok pun menjadi salah satu orang yang bersalaman dengan sang baginda raja.

        Foto Ahok bersalaman dengan Raja Salman pun begitu cepat beredar di media sosial. Tampak di foto tersebut, Jokowi yang berdiri di samping Ahok dan Raja Salman hanya tersenyum simpul melihat Gubernur DKI itu menjabat tangan sang penjaga dua kota suci Makkah dan Madinah.

        Sosok Ahok belakangan ini memang menjadi pusat perhatian, pria yang mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta itu kini tengah berstatus sebagai terdakwa kasus penista agama. Namun, karena sudah aktif kembali menjadi Gubernur DKI, dia pun berkesempatan menyambut kedatangan Raja Salman.



    Saat ini Pemerintah melalui Dewan Pers sedang  memerangi berita-berita hoax yang disebarkan oleh banyak media online. Hoax itu sendiri tidak hanya berita bohong saja tapi juga menebar kebencian, fitnah, dan ketidakpercayaan, termasuk kepada lembaga publik.

    Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo yang mengatakan wartawan berkomitmen melawan berita palsu atau bohong alias “hoax” yang marak bermunculan dua setengah tahun terakhir ini.

    “Tugas utama jurnalis adalah menyampaikan kebenaran. Kebenaran ini dicemari oleh berita hoax. Wartawan melawan ini,” katanya pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2017 yang dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, di Ambon, Kamis.

    Stanley mengatakan berita “hoax” tidak hanya menyebarkan kebohongan tetapi juga menebar kebencian, fitnah, dan ketidakpercayaan, termasuk kepada lembaga publik.

    Dewan Pers telah mengeluarkan 74 media terverifikasi, dimana Verifikasi ini memperjelas media mana yang bisa dipercaya masyarakat dan media mana yang masih berproses untuk memenuhi kualifikasi yang baik. Karenanya media dengan label telah terverifikasi tentunya akan menjadi acuan banyak orang.

    “Melalui pendataan atau verifikasi media ini, dengan sendirinya akan terlihat mana produk jurnalistik yang dihasilkan oleh perusahaan pers yang profesional, mana yang tengah berproses atau berupaya memenuhi standar profesional, dan mana yang belum memenuhi standar profesional,” Stanley.

    Semoga dengan kejadian ini Dewan Pers dapat lebih meningkatkan lagi kinerjanya yang sudah semakin bagus ini. Dan semoga media-media berita online bisa lebih berhati-hati dalam memberitakan suatu peristiwa. Saya berharap agar media-media berita online yang telah terverifikasi untuk tetap menjaga etika jurnalistik. Agar publik tetap percaya terhadap media tersebut dan masyarakat menerima berita yang memang benar serta mencerdaskan. Indonesia saat ini darurat hoax, tentunya saya berharap media-media yang telah terverifikasi menjadi media yang mampu menetralisir dan meng-counter hoax-hoax yang beredar bukan malah ikut-ikutan menyebarkan hoax, jika itu yang terjadi kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream akan menurun.



    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Teguran Dewan Pers Terhadap Okezone Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top