728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 13 Maret 2017

    Surat Terbuka dari Seorang Muslim untuk Orang Muslim yang Mencaci-maki Djarot

    Assalamuaalaikum Wr. Wb.

    Kepada saudaraku seiman (pencaci-maki Djarot) yang saya cintai. Dengan surat ini, izinkan saya untuk menumpahkan uneg-uneg saya kepada kalian semua. Ini bukan karena saya benci sama kalian, sama sekali tidak, tetapi ini merupakan bentuk kasih sayang saya kepada kalian, meski saya tahu, bahwa kalian tak butuh kasih sayang saya, sebab saya bukan siapa-siapa, hanya manusia lemah, yang cinta kebaikan.

    Betapa sedih hati ini, bahkan serasa tercabik-cabik hati ini ketika menyaksikan kelakuan kalian berteriak lantang dengan kata-kata yang tak sepantasnya kalian ucapkan kepada seseorang, seiman dan seagama, yaitu Pak Djarot. Sebelumnya, perlu saya tegaskan kepada kalian, bahwa saya bukan pendukung Ahok-Djarot, sebab saya bukan warga DKI, yang juga tak ber-KTP DKI.

    Tetapi, jika kalian masih ngotot kalau saya merupakan pendukung paslon 2, silakan dan itu sah-sah saja, yang jelas saya sudah tegaskan hal itu. Baiklah, saya akan melanjutkan. Saya hanya menyayangkan sikap kalian yang agak kurang sopan, apalagi kalian adalah orang Muslim yang seharusnya menunjukkan tindak-tanduk yang sopan kepada siapa pun.

    Sebab, itulah yang selalu digaungkan Rasulullah Saw. semasa dakwahnya, yakni menyebarkan kasih sayang kepada sesama manusia, bahkan kepada semua makhluk di alam semesta ini. Tidakkah kalian ingat kalau nabi kita, memiliki slogan yang begitu terkenal dalam mendakwahkan Islam? jika kalian lupa mari saya ingatkan kembali, agar kalian sadar betapa penting kita mengasihi orang lain, sekalipun itu dengan seorang musuh.

    Rahmatan lil alamin (kasih-sayang untuk seluruh alam semesta) merupakan slogan sekaligus misi besar di dalam dakwahnya. Maka, jika kita tidak bersikap santun kepada sesama manusia, masihkah kita mengaku sebagai umatnya?

    Dan yang menjadi persoalan berikutnya ialah bahwa kalian berteriak dengan kata-kata yang kurang sopan itu di area masjid, apalagi kalian juga hendak mengikuti acara maulid nabi di masjid itu, maka kalau dipikir-pikir apa yang kalian lakukan waktu itu di sebuah masjid itu, tidaklah seimbang dengan apa yang kalian teriak-teriakkan dengan bahasa binatang itu.

    Kalian mengaku sebagai umat Muhammad, tetapi sikap kalian tak mencerminkan ajaran-ajarannya. Bahkan sikap kalian sangat kontras dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan nabi kita, Muhammad. Jangan karena masalah pilkada DKI, kalian menjadi seperti hewan buas seperti itu. Saya menyadari, bahwa bagi kalian pemimpin Muslim itu lebih baik daripada non-Muslim. Maka, dari itu, kalian membenci calon pemimpin non-Muslim dan yang berkoalisi dengannya.

    Terlepas dari semua itu,  kita harus tahu, bahwa persatuan itu di atas segalanya yang harus kita utamakan. Maka, saya sangat menyayangkan, hanya kerana pilkda DKI, menjadikan kalian sebagai pembenci, dan saya juga tidak begitu tahu, apakah sifat pembenci kalian itu dibayar atau tidak, yang jelas, sikap kalian kepada Pak Djarot menunjukkan siapa yang Muslim sejati dan siapa yang bukan; siapa yang benar-benar manusia sejati dan siapa yang bukan.

    Justru, ketika Pak Djarot dicacai-maki secara membabi buta, ia tampak menebar senyum, tidak membalas dengan perlakuan yang sama. Ia lebih memilih diam dan terus menebar senyum, sebab ia masih waras dan selalu mengedepankan sopan-santun (akhlak), sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw. kepada umatnya.

    Melihat itu, Pak Djarot yang merupakan seorang Muslim, membuktikan bahwa seharusnya sikap Muslim sejati adalah seperti apa yang ia lakukan. Bukan seperti apa yang dilakukan sekerumunan orang yang mencaci-maki dirinya. Oleh karenanya, pesan saya kepada kalian, terlebih kepada diri saya sendiri yang tak luput dari dosa ini, sebagai orang Muslim, tunjukkan sikap yang baik, seperti yang dianjurkan Rasulullah.

    Soal pemilihan pemimpin, itu hanya sebatas di dunia, tetapi perbuatan kita, baik atau buruk itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Maka, begitu kasihan orang-orang yang rela mengubah dirinya sebagai pembenci, padahal sesungguhnya ia baik, tetapi hanya karena pilkada DKI, ia terpaksa menjadi pembenci dan pengumbar kebencian terhadap sesama manusia.

    Mudah-mudahan kita semua selalu berada dalam lindungan-Nya, dan selalu diberi kesempatan untuk senantiasa berbenah diri menjadi manusia yang lebih baik lagi, yang berguna bagi banyak orang. Amin.

    Wasalam.


    Penulis : Ali Ridho    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Surat Terbuka dari Seorang Muslim untuk Orang Muslim yang Mencaci-maki Djarot Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top