728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    ‘Skak Mat’ Djarot buat Anies Soal ‘Pecat Memecat’

    Putaran dua Pilkada DKI ini semakin memperlihatkan sosok Djarot yang sesungguhnya. Djarot semakin menjadi bintang. Dia ternyata sangat seksi dalam menyindir dan membuat Anies-Sandi seolah-olah seperti di ‘skak mat’.

    Sebelumnya Djarot telah men’skak mat’ Sandi dengan membandingkan sikap Sandi dan Ahok saat menghadapi masalah hukum. Dia mengatakan, Ahok selalu hadir dalam pemeriksaan bahkan saat persidangan meskipun tengah kampanye. Dia menyindir Sandi yang tidak mau hadir dalam pemeriksaan kasus yang sedang menjeratnya.

    Kali ini, Djarot giliran men’skak mat’ Anies terkait pecat memecat yang dilontarkan Anies saat debat di Mata Najwa. Dengan Jumawa, Anies menyatakan ingin memecat Ahok dari jabatannya sebagai gubernur. Berikut pernyataan Djarot yang menohok Anies.

    Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan bahwa seorang kepala daerah tidak bisa diberhentikan oleh individu.

    Hal itu, kata Djarot, berbeda dengan seorang menteri yang bisa diberhentikan oleh presiden.

    Djarot menyampaikan hal ini dalam menanggapi ucapan calon gubernur nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, yang mengatakan bahwa ia tengah berusaha memberhentikan Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Anies yakin bisa mengalahkan cagub pesaingnya, Ahok, pada hari pemilihan Putaran dua Pilkada DKI Jakarta 2017 pada 19 April.

    “Kalau Pak Anies dulu bisa dipecat, karena Pak Anies pembantu presiden. Kalau presidennya enggak cocok sama pembantunya ya diberhentikan,” ujar Djarot saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (29/3/2017).

    Sebelum maju di Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies menjabat sebagai Menteri Pendidikan dari Oktober 2014 sebelum akhirnya di-reshuffle pada Juli 2016.

    Saat debat yang diadakan di salah satu stasiun televisi pada Senin (27/3/2017), Anies mendapatkan pemaparan yang diperolehnya berdasarkan penilaian para pengguna media sosial.

    Dalam penilaian itu, disebutkan bahwa Anies cenderung santun, tetapi dianggap tak berani memecat bawahannya yang kinerjanya buruk.

    Menanggapi hal itu, Anies berujar bahwa saat ini dia tengah berusaha untuk memecat Basuki. Ucapan ini menunjukkan keyakinan Anies untuk bisa menang pada Pilkada DKI 2017.

    Sementara itu, Djarot yakin mayoritas warga Jakarta akan memilih dia dan Basuki pada pemungutan suara mendatang. Karena itu, ia tidak yakin Anies bisa “memecat” Ahok.

    “Karena kami kan pelayan warga. Jadi yang menentukan biarkan warga. Kenapa? karena misalnya kalau dia tidak puas dengan Basuki-Djarot, enggak puas ya putus kontrak. Kami ini kan pelayan kontrak yang jalani kontrak lima tahun,” kata Djarot.

    Terbilang sangat parah memang jika seorang yang katanya doktor mengungkapkan pernyataan seperti itu. Selain terkesan sangta bernafsu dan emosional, Anies seperti kurang menyadari bahwa pernyataanya akan membawa konsekuensi yang tidak ringan. Hehe

    Simpel saja. Jika memang Anies nanti menang, Anies tak perlu capai-capai untuk memecat Ahok. Secara otomatis Ahok akan berhenti jadi gubernur DKI. Apa jangan-jangan Anies ingin Ahok mendapat pengalaman yang sama dengan Anies yaitu dipecat? Bisa jadi. Anies ingin membuat Ahok memiliki status dipecat seperti dirinya. Hehe

    Anies sampai kapan pun tidak bisa memecat Anies. Jika Anies memang nanti, Anies sampai kapan pun tidak pernah memecat Ahok. Ahok pada saatnya akan berhenti jadi Gubernur DKI jika nanti Anies menang, namun ini bukan sebuah pemecatan.

    Sepertinya akan lebih elok jika Anies tidak menggunakan istilah ‘memecat’ Ahok. Kesannya Anies seperti majikan Ahok saja yang bisa memecat Ahok.

    Pepatah mengatakan bahwa kata-kata adalah cerminan dari jiwa. Kata-kata Anies saat debat di Mata Najwa semakin memperjelas bagaimana jiwa Anies yang sebenarnya. Jiwa yang sangat ambisius untuk mengalahkan Ahok. Misi utama Anies menjadi gubenur DKI sebenarnya simpel. Anies ingin membuktikan kepada Jokowi bahwa dirinya bisa lebih baik dibanding Ahok.

    Untuk urusan rakyat, bisa dipikir nanti setelah menjadi gubernur. Sangat wajar akhir-akhir ini Anies bukannya menawarkan program yang hebat dan mampu menarik simpati warga, Anies justru sibuk mencari-cari kesalahan Ahok-Djarot.

    Bandingkan dengan Ahok-Djarot. Hal yang ada dibenak mereka adalah bagaimana melayani rakyat sebaik mungkin. Bahkan mereka telah siap jika nantinya kalah di putaran dua. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang tidak hanya siap menang, tapi juga siap kalah.


    Penulis :  Saefudin Achmad  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: ‘Skak Mat’ Djarot buat Anies Soal ‘Pecat Memecat’ Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top