728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 20 Maret 2017

    Setelah Spanduk Tolak Jenazah, Sekarang Muncul Spanduk Terima Shalat Jenazah

    Makin aneh saja sebagian orang Indonesia. Saya tidak habis pikir mengapa Pilkada DKI membuat sebagian masyarakat berpkiran sempit sekali. Agama  dibawa-bawa dalam urusan politik. Agama dijadikan alat agar masyarakat memilih salah satu paslon.

    Setelah beredarnya spanduk menolak menshalati jenazah pendukung Ahok, kali ini muncul spanduk yang saya rasa tak perlu. Kali ini muncul spanduk yang bertuliskan masjid ini menerima menshalati jenazah orang muslim.

    Lebih dari 206 spanduk yang berisikan tolak solatkan penista agama telah diturunkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun ada spanduk balasan yang bertuliskan ‘Di sini Siap menshalatkan jenazah saudara-saudara kami yang muslim’ terpasang di sejumlah tempat ibadah di Ibu Kota.

    Salah satu spanduk itu misalnya terpasang di samping musala Darul Husna, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Spanduk seukuran 4×1 meter itu dipasang di jalan karyabakti 3 RT 09/RW 01.

    Ketua RT 09, Suroso mengatakan dirinya belum mengetahui terkait pemasangan spanduk itu. Menurut dia beberapa hari yang lalu memang ada orang yang meminta izin memasang spanduk untuk kegiatan bhakti sosial.

    “Gini, tempo hari izinnya mau ngadain bhakti sosial periksa kesehatan saja sama saya, kalau itu untuk masyarakat silakan aja,” kata Suroso saat ditemui di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (19/03/17).

    Menurut dia yang memasang spanduk bukanlah dari pengurus masjid. Suroso juga mengaku dirinya telah melaporkan spanduk tersebut ke pihak Bawaslu sebagai pihak yang berwenang.

    “Bukan DKM (Dewan Kemakmuran Mushala), tapi dari tim sukses, sudah saya kirim ke Bawaslu belum ada tanggapan, soal itu spanduk itu. kalau kami yang nyopot kan nanti takutnya salah pengertian, kami dibilang memihak. Tapi kalau Bawaslu kan yang punya kepentingan,” kata dia.

    Sementara itu, Ketua Pengurus Mushala Darul Husna Abbas Hazali mengatakan spanduk tersebut telah dipasang sejak Jumat pagi. Abbas menjelaskan ada dua orang yang datang minta izin untuk pasang spanduk di Mushala Darul Husna, namun tidak diizinkan olehnya.

    “Saya bilang tanpa pakai spanduk juga memang sudah dilaksanakan salat jenazah bila ada yang meninggal, ini Musala kan umum,” kata Abbas.

    Menurut Abbas, karena tidak diizinkan untuk dipasang di depan Mushala Al-Husna, akhirnya spanduk dipasang di samping musala. Meski begitu spanduk yang terpasang di samping musala harus tetap memperoleh izin dari ketua RT setempat.

    “Subuh saya sampaikan pada jemaah, mereka menolak tulisan ini, jika memang nggak diizinkan di musala, mereka mau pasang di jalan tapi lingkungan RT 09. Kalau mau dipasang mesti diketahui RT,” ungkap Abbas.

    Teguh Mardiono, warga yang tinggal di samping musala menceritakan, dirinya juga tidak tahu soal pemasangan spanduk itu. Menurutnya warga sekitar tidak terpengaruh sama sekali dengan spanduk itu.

    “Saya kurang tahu, saya kan kerja tahu-tahu udah ada, hari Jumat sudah ada, nggak dipasang ini salat salat aja, orang juga cuek aja, nggak terlalu terganggu dengan adanya spanduk ini. paling orang baru yang ramai. ada yang bilang nggak usah dipasang gini juga orang nyolatin kali,” ucap Teguh.

    https://news.detik.com/berita/d-3450900/muncul-spanduk-di-sini-siap-salatkan-jenazah-warga-lapor-bawaslu

    Saya merasa di dalam Pilkada ini, memang ada pihak yang sengaja membuat resah masyarakat agar Pilkada tidak berjalan damai dan tentram. Saya bahkan berpikir orang yang memasang spanduk sekarang adalah orang yang sama dengan orang yang memasang spanduk menolak jenazah.

    Mereka hanya mengalihkan cara yang sebelumnya. Karena spanduk yang menolak menshalati jenazah menuai banyak kecaman dan sudah ditertibkan oleh PLT Gubernur DKI, maka kemudian mereka membuat spanduk yang isinya merupakan kebalikan dari spanduk yang pertama dengan harapan spanduk yang ini tidak akan dilaranga.

    Sekali lagi saya katakan pemasangan spanduk itu tidak perlu. Setiap ada muslim yang meninggal memang sudah kewajiban muslim yang lain untuk menshalatkan. Tak perlu membuat spanduk-spanduk seperti itu.

    Nalar su’udzon saya mengatakan ini bisa jadi dalam rangka membuat nama Ahok jelek. Jika sebelumnya spanduk penolakan jenazah membuat nama Anies-Sandi yang tercoreng, dengan spanduk yang sekarang berpotensi membuat nama Ahok yang tercoreng. Seperti sudah ada skenario bahwa seolah-olah kubu Ahok yang menggunakan dalil agama untuk memuluskan jalannya menjadi ngubernur.

    Agar skenario terlihat manis dan seolah-olah tidak diseting, mereka membuat dulu spanduk yang seolah-olah menjadikan citra Anies-Sandi buruk, namun pada akhirnya Ahok lah yang nantinya akan mendapat image menjadikan agama sebagai kendaraan politik dengan adanya spanduk terbaru tentang masjid yang menerima menshalati jenazah muslim.

    Penulis : Saefudin Achmad Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Setelah Spanduk Tolak Jenazah, Sekarang Muncul Spanduk Terima Shalat Jenazah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top