728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 23 Maret 2017

    Semakin Parah! Dewan Masjid Indonesia Mengharamkan Bantuan Ahok untuk Masjid di Jakarta

    Saya miris dan prihatin melihat tingkah polah sebagian umat Islam akhir-akhir ini. Pilkada DKI membuat sebagian umat Islam menjadi kekanak-kanakkan. Setelah isu penistaan agama, aksi berjilid-jilid, penolakan menshalati jenazah, kali ini ada lagi larangan menerima bantuan dari Ahok untuk pembangunan masjid di Jakarta.

    Ahok menilai menolak sumbangan atau bantuan merupakan hal yang wajar. Ini ditanyakan kepada Ahok soal karena sejak Selasa (21/3/2017) beredar surat imbauan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Jagakarsa untuk menolak bantuan atau sumbangan dari Ahok ataupun Relawan Nusantara (RelaNU) untuk masjid di Jakarta.

    “Gak apa-apa. Menolak bantuan mah itu ga dosa gede,” ujarnya saat ditemui di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

    Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tidak heran jika ada imbauan untuk menolak bantuan darinya.

    Menurut Ahok jangankan menolak bantuan,  bahkan ada beberapa masjid di Jakarta ada yang menolak mensalatkan jenazah pendukungnya. Hal ini merujuk pada spanduk-spanduk yang terpasang di beberapa masjid.

    “Menolak salatin orang mati aja berani, (meski) melanggar aturan. Menolak bantuan mah biasa aja,” tambahnya.

    Diketahui beredar di media sosial gambar surat imbauan dengan kop surat Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Jagakarsa. Surat bernomor 055/DMI-JGKS/SH/III/2017 itu berisi imbauan untuk menolak bantuan dari Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

    “Maka kami pengurus DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan MUI ( Majelis Ulama Indonesia) Kecamatan Jagakarsa MENGHIMBAU kepada seluruh ta’mir masjid/musholla, apabila kedataangan TIMSES kuffar (Ahok)/RelaNU akan merenovasi masjid agar DITOLAK DALAM BENTUK APAPUN, dan mereka diharamkan masuk masjid/musholla kalaupun mereka muslim pendukung termasuk FASIQ,” demikian isi surat yang dibubuhi tanda tangan Ust. HIA. Ghozy sebagai Ketua DMI Kec. Jagakarsa dan Ketua MUI Kec. Jagakarsa, Dr. KH. Sulaiman Rahimin.

    Luar biasa parah. Saya pikir gejala-gejala seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Saya takut citra umat Islam menjadi jelek hanya gara-gara tingkah segelintir orang yang sebenarnya belum memahami Islam secara kaffah.

    Hanya gara-gara tidak mau Ahok menjadi gubernur, mereka blagu seolah-olah tidak membutuhkan dana untuk pembangunan masjid. Padahal dimana pun yang namanya pembangunan masjid, pasti membutuhkan dana sumbangan yang tidak sedikit.

    Parahnya, tidak saja menolak, tapi mereka mengharamkan masjid-masjid di Jakarta untuk sumbangan dari Ahok. Menolak boleh saja, tapi kalau sudah mengharamkan saya pikir sudah keterlaluan sekali.

    Tidak hanya menolak dari Ahok yang non-muslim, mereka juga menolak dari timses Ahok yang muslim. Mereka bahkan mengklaim siapa pun yang mendukung Ahok adalah orang fasik. Luar biasa. Saya bosan melihat orang-orang yang merasa menjadi Tuhan dengan mengklaim orang yang tidak sependapat sebagai orang fasik.

    Hukum menerima sumbangan dari non-muslim untuk pembangunan masjid

    Bagaimana hukum menerima sumbangan dari non-muslim?

    Memamg ada ayat (surat At-Taubah ayat 11 dan 18) yang menjelaskan bahwa orang non-muslim tidak pantas untuk memakmurkan masjid, namun sebagian ulama’ menyimpulkan bahwa hukum pelarangan non muslim untuk ikut andil dalam pembangunan masjid secara mutlak, namun menurut pendapat jumhurul ulama’ orang non-muslim boleh dijadikan pekerja untuk pembangunan masjid, karena pelarangan tersebut adalah jika pekerjaan orang kafir tersebut sampai menguasai dan mengatur segala kemaslahatan masjid, jadi jika hanya ikut andil dalam pembangunan diperbolehkan.
    Jika kita mengikuti pendapat jumhurul ulama’ yang memperkenankan orang kafir ikut ambil bagian dalam pembangunan masjid maka diperbolehkan menerima dana bantuan pembangunan masjid dari orang kafir,apalagi jika kita sedang membutuhkan dana tersebut, selama pendanaan tersebut tidak membahayakan bagi kaum muslimin.

    Silahkan pembaca seword.com hubungkan dengan sumbangan yang diberikan Ahok. Apa Ahok berniat untuk menguasai masjid tersebut? Apa Ahok ingin mengatur kemaslahatan masjid? Tidak sama sekali.

    Ahok hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang gubernur di wilayah yang mayoritas muslim. Ahok harus mengutamakan kepentingan orang muslim dibanding umat agama lain. Ahok hanya menjalankan tugas.

    Sayangnya, tindakan Ahok malah dinyinyiri oleh sebagian umat Islam. Ahok memberi bantuan, tidak diterima. Namun jika Ahok tidak mau nyumbang, dibilang tidak peduli kepada umat Islam. Ahok memang serba salah. Tindakannya selalu dihantam oleh sebagian umat Islam sumbu pendek.

    Untung saja Ahok tidak sakit hati dengan persoalan itu. Ahok menyadari memang ada sebagian umat Islam yang masih membenci dirinya. Ahok yakin umat Islam semuanya tidak seperti itu. Masih banyak umat Islam yang berpikiran ‘waras’ dan tidak mudah terprovokasi urusan politik.


    Penulis : Saefudin Achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Semakin Parah! Dewan Masjid Indonesia Mengharamkan Bantuan Ahok untuk Masjid di Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top