728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Maret 2017

    Selamat Pak Jokowi: Indonesia Negara Pertama Di Dunia Yang Mendapatkan Lisensi FLEGT

    Kunjungan terakhir Presiden Perancis ke Indonesia terjadi 30 tahun yang lalu! Dan terlansir hari ini di beberapa media berbahasa Perancis tentang kunjungan Presiden Perancis, Francois Hollande, ke Indonesia untuk bertemu dengan Bapak Presiden kita yang terjadwalkan tanggal 29 Maret 2017.

    Rencana kunjungan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Perancis Jean-Marc Ayrault, di Istana Merdeka Jakarta, Selasa tanggal 28 February 2017 lalu.

    “Kunjungan terakhir dari Presiden Perancis ke Indonesia mungkin lebih dari 30 tahun lalu. Tadi Presiden Joko Widodo menyambut baik rencana kunjungan tersebut,” kata Retno Marsudi melalui Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

    Apa sih yang menarik perhatian dari negara-negara besar itu untuk datang ke Indonesia setelah berdekade-dekade dilirikpun tidak. Banyak forum-forum Internasional dihadiri oleh pemimpin Indonesia sebelumnya seperti pertemuan di Forum Ekonomi Dunia (The World Ecomonic Forum), tapi tetap saja Indonesia sepi dari kunjungan-kunjungan pemimpin dunia, kecuali Obama saat itu.

    Ternyata, salah satu alasan Presiden Perancis datang untuk menemui Presiden Jokowi adalah karena Indonesia baru saja dinobatkan sebagai negara pertama di dunia yang mendapatkan skema lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) bagi semua ekspor produk kayu Indonesia ke-28 negara di Uni Eropa.
    Indonesia sebagai Negeri pertama di dunia yang meraih lisensi FLEGT terungkap pada Pernyataan Bersama antara Presiden Jokowi, dan Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker, di Brussels, 21 April 2016 lalu. Lisensi FLEGT merupakan lisensi tentang Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Bidang Kehutanan dari Uni Eropa.

    Tidak sia-sia kita memiliki Presiden yang dulunya bekas tukang kayu. Padahal menelusuri sejarah perjuangan untuk mendapatkan Lisensi FLEGT ini, Indonesia telah bekerja keras dan berkomitmen selama lebih dari 15 tahun dalam mempromosikan sekaligus meningkatkan Keberterimaan ekspor produk kayu legal Indonesia ke mancanegara.

    “Penghargaan ini merupakan terobosan penting untuk meningkatkan daya saing dan memperluas keberterimaan Produk Industri Kehutanan Indonesia di pasar internasional,” ujar Mendag, melalui rilis ke Kompas.com.

    Skema lisensi FLEGT dari Uni Eropa itu juga diinisiasi oleh terbitnya peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25/M-DAG/PER/4/2016 Tentang Perubahan atas Permendag 89/M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan, pada 15 April 2016.

    Kebijakan tersebut merupakan respons Pemerintah terhadap dinamika perdagangan kayu dunia yang menuntut produk bersertifikat legal dan berasal dari hutan yang dikelola secara lestari.

    Dengan terbitnya peraturan ini, maka dokumen V-legal kini bersifat wajib/mandatory untuk para pelaku usaha dari hulu sampai hilir jika ingin mengekspor produknya. Sebelumnya, produk kayu yang digunakan tidak wajib memiliki dokumen V-Legal sebagai syarat dokumen kepabeanan.

        Dokumen V-Legal adalah dokumen yang menyatakan bahwa produk kayu tujuan ekspor memenuhi standar verifikasi legalitas kayu sesuai dengan ketentuan pemerintah Republik Indonesia.

    Sejujurnya, saya tidak paham bagaimana bisa dokumen sepenting V-Legal tidak diwajibkan untuk Pengusaha kayu Indonesia. Jadi inget Bob Hasan yang begitu menguasai seluruh dunia traffic kayu di Indonesia. Terbayang nilai export Indonesia atas komoditi yang perlu ditanam dan tumbuh berpuluh tahun baru bisa di tebang, dijual ke pasaran Internasional tanpa label yang begitu membanggakan.

    Seperti ada “kesengajaan” dari pihak Pemerintah untuk tidak mewajibkan dokumen V-Legal pada setiap produk kayu yang keluar dari negara Indonesia. Atau ada nilai lain yang lebih penting dari nilai lain yang Jokowi raih sekarang? Jawabannya adalah TIDAK ADA YANG LEBIH PENTING DARI NILAI KATA “QUALIFIED” dan skema lisensi FLEGT adalah sebuah stempel yang secara otomatis akan tertempel pada semua produk kayu Indonesia sebagai produk yang “QUALIFIED” untuk pasaran Uni Eropa.

    Banyak implikasinya ketika dokumen yang bisa menjamin kualitas Indonesia di pertaruhkan hanya untuk keuntungan segelintir orang. Selain, barang Indonesia dianggap lolos tanpa Quality Control, juga nama Indonesia sendiri tercemar sebagai negara yang curang.

    Dan aksi itu semua TERHENTI ketika peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25/M-DAG/PER/4/2016 diterbitkan. Dan Gerakan Siber Pungli diberlakukan! Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya pada Pak Jokowi. Karena sebagus apapun sebuah peraturan, tanpa diimbangi sistem pengawasan yang baik dan dicontohkan, maka tidak akan pernah ada perbedaan antara ada atau tidak ada sebuah peraturan.

    Sekali lagi Pak Jokowi, dua kali selamat Seword ucapkan untuk Lisensi FLEGT dan untuk kunjungan Presiden Perancis ke negara kita tercinta.

    Penulis :  Erika Ebener  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Selamat Pak Jokowi: Indonesia Negara Pertama Di Dunia Yang Mendapatkan Lisensi FLEGT Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top