728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 13 Maret 2017

    Sekalipun Harus Menjadi Bunglon, Akan Anies Jalani, Peduli Setan Anggapan Orang

    Sejak merapat ke koalisi Hamblang, prilaku bunglon Anies Baswedan semakin kesini semakin nyata. Ucapan-ucapan yang terlontar dari mulutnya semakin tidak terkendali yang ia bungkus dengan kesantuan yang penuh dengan kepalsuan.

    Kesantunan dan kehalusan kata-katanya menyimpan banyak racun berbisa yang mematikan. Lihat saja caranya menyikapi insiden yang menimpa Djarot ketika diusir dan dilempari botol dengan teriakan kafir oleh simpatisannya dalam acara Haul Soeharto dan peringatan Supersemar di Masjid At Tin, Jakarta Timur, pada hari Sabtu tanggal 11 Maret 2017 malam.

    Dengan enteng dan senyum culasnya, Anies Baswedan bilang bahwa kalau kita menghormati orang lain, pasti kita akan dihormati juga. Karena itu jangan pernah melecehkan dan merendahkan orang lain. Pemimpin harus menghargai rakyat, Insya Allah rakyat akan menghargai pemimpinnya.

    Kata-katanya begitu indah, namun penuh dengan kepalsuan. Ucapan yang terlontar dari mulutnya itu lahir dari pola berpikirnya yang picik dan kedegilan hati. Sejak kapan pak Djarot tidak menghormati orang, sejak kapan pak Djarot melecehkan dan merendahkan orang lain sesuai dengan tudingannya?

    Racun yang terbungkus madu dari bibirnya sesuai dengan sifat aslinya yang selalu berubah-ubah seperti bunglon. Tahun 2014 yang lalu saat masih menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina, ia ikut konvensi calon presiden Partai Demokrat karena ambisinya yang begitu menggebu-gebu ingin jadi Presiden RI.

    Ambisinya ingin jadi Presiden RI akhirnya gagal total. Allah SWT tidak merestuinya, Anies pun gagal dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat. Dalam suatu kesempatan, Anies Baswedan mengecam Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bahwa blusukan-blusukannya Jokowi hanyalah pencitraan semata.

    Setelah Jokowi dicalonkan jadi calon Presiden RI oleh PDIP dalam Pilpres 2014, Anies Baswedan kembali menjadi bunglon dan menjilat ludahnya sendiri dengan bergabung ke kubu Jokowi sebagai Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi.

    Dalam setiap aktifitasnya sebagai Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi, Anies Baswedan sering ikut blusukan mendampingi Jokowi yang dulu ia hina aksi blusukannya Jokowi hanyalah pencitraan semata.

    Prabowo Subianto yang pada saat Pilpres 2014 diusung Koalisi Merah Putih juga tidak luput dari kecamannya bahwa Prabowo adalah calon Presiden yang tidak mampu menepati janji-janjinya.

    Menurut Anies, Prabowo adalah orang yang bermasalah karena terlibat dalam pelanggaran HAM berat pada tahun 1998. Anies pun mendukung bahwa proses hukum terhadap Prabowo Subianto sang pelanggar HAM harus ditegakkan.

    Selain itu, Prabowo Subianto juga dikecamnya karena merangkul FPI. Anies bilang bahwa FPI adalah kelompok ekstrimis yang sering menimbulkan kericuhan dan kegaduhan di negara ini.

    Setelah Jokowi menang menjadi Presiden RI, Anies Baswedan akhirnya diangkat Presiden Jokowi menjadi Mendikbud. Namun jabatannya sebagai Mendikbud hanya bertahan selama dua tahun. Presiden Jokowi akhirnya memecatnya karena kinerjanya yang tidak maksimal dan hanya mengandalkan mulut manisnya.

    Tidak perlu menunggu waktu lama untuk kembali menjadi bunglon untuk yang kesekian kalinya, sifat bunglonnya kembali Anies tunjukannya tanpa malu-malu.

    Selang dua bulan setelah Presiden Jokowi memecatnya sebagai Mendikbud, Anies Baswedan merapat ke Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh kendaraan politiknya Prabowo Subianto, Gerindra.

    Anies Baswedan rela menjadi bunglon dan menjilat ludahnya kembali dengan bergabung ke Prabowo Subianto yang dulu pernah ia kecam sebagai calon Presiden yang tidak mampu menepati janji-janjinya dan pelanggar HAM yang harus diproses hukumnya.

    Setelah gabung dengan kubu Prabowo, agar bisa menang jadi Gubernur DKI Jakarta, Anies kembali menjilat ludahnya dengan mendekati FPI. Ia menyambangi markas FPI di Petamburan yang dulu ia sebut sebagai kelompok ekstrimis yang bisa hanya bikin keributan dan kegaduhan di negara ini. Dengan mulut manisnya yang penuh madu, Anies merayu FPI agar memilih dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta bahu membahu melawan calon Gubernur sang penista agama.

    Cukup sampai disini, tidak perlu dibahas panjang lebar lagi. Dari sepak terjangnya diatas, terlihat jelas betapa ambisi Anies Baswedan dengan menjadi bunglon dan menjilat ludah sendirjli demi meraih kekuasaan.

    Mungkin bagi Anies, menjadi bunglon dan menjilat ludah sendiri bukanlah hal yang memalukan dan menjijikan selama bisa membuatnya berhasil untuk meraih asa dan ambisinya.

    Itulah karakter Anies Baswedan. Sekalipun harus menjilat ludah sendiri dan menjadi bunglon, tetap akan ia jalani, peduli setan anggapan orang.
    Kura-kura begitu

     Penulis : Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sekalipun Harus Menjadi Bunglon, Akan Anies Jalani, Peduli Setan Anggapan Orang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top