728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Maret 2017

    SARA : Singkirkan Ahok dengan Segala Cara

    Sudah begitu banyak tulisan tentang Ahok, saya sendiri beberapa kali mengangkat Beliau dalam tulisan saya. Tapi memang Ahok ini bisa jadi bahan cerita yang tidak ada habisnya. Saya yakin bila para pembaca Seword punya grup WA, Telegram atau sejenisnya, topik tentang Ahok juga (pernah) jadi perbincangan hangat di dalamnya

    Ahok memang fenomenal, dia ditakuti karena “super duper” bersih plus yang ajaib, dia ditakuti karena kerjanya. Kalau pembaca Seword teliti, maka kita akan tahu bahwa revisi Undang Undang Pemilu tentang “cuti Gubernur” itu dibuat tahun 2016. Berdekatan dengan rencana Sang Petahana untuk mencalonkan diri untuk kali kedua. Amazing kalo katanya Tukul

    Kasus Korupsi

    Ada dua hal yang terus menerus diangkat oleh para lawan Ahok, untuk menggagalkan Sang Gubernur menang dalam Pilkada nanti, masalah ke-Tionghoa-annya dan yang lebih sering adalah agamanya. Selain itu, tidak ada isu yang sungguh berarti untuk menggoyang elektabilitas-nya

    Beberapa kali Ahok coba diserang dengan kasus korupsi, mulai dari bus Transjakarta, Rumah Sakit Sumber Waras, Reklamasi, semuanya mentah. Kasus E-KTP yang super heboh itu malah menunjukkan satu hal, Ahok sama sekali tidak terlibat dalam kasus korupsi 2,3 T itu.

        Anies Baswedan pernah mengatakan bahwa, Pilkada DKI ini diharapkan menjadi ajang adu gagasan, adu program, tapi dia terpaksa harus “mengakui” bahwa mustahil mengalahkan Ahok jika hanya mengandalkan gagasan dan program titik

    Coba teliti semua program yang jadi unggulan Paslon nomer tiga ini. Dari semua program dan rencana yang mereka telorkan, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi:

        Program itu sudah dilaksanakan oleh Petahana: masalah penyandang disabilitas, penyediaan air bersih, penanganan banjir, transportasi, pendidikan, yang didengungkan dalam debat Pilkada kemarin sudah dikerjakan semua oleh pasangan Ahok Jarot. Termasuk program unggulan pasangan Anies Sandi yang digadang-gadang bisa menyelesaikan semua masalah. Betul, anda tidak salah baca, program yang bisa menyelesaikan semua masalah. Masalah ekonomi, narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, sampai masalah emansipasi wanita. Tahu nama program itu? Ya, anda benar Program OKE OCE. Bila anda bisa menyebutkan nama pogram ini dan kepanjangannya plus gerakan tangan yang tepat, sepeda Raisa menjadi milik anda. Program Oke Oce sekarang jadi macan ompong karena Ahok sudah meresmikan Jakarta Creative Hub beberapa waktu lalu. Ini ibarat anda sudah merencanakan untuk nembak ceweq. Anda sudah nyewa restoran untuk romantic dinner, sudah nyiapin karangan bunga tujuh rupa, mengarang puisi cinta, menyewa pemain musik pengiring, hanya untuk menemukan fakta bahwa gebetan anda, sedang membagi-bagikan Surat Undangan Pernikahan. Nyesek kan…….


    Peresmian JCH, jangan salah fokus
    VERSUS

    OKE OCE yang masih rencana, jangan salah fokus juga

    • Program itu hanya layak dimasukkan keranjang sampah. Coba lihat masalah penolakan terhadap Reklamasi yang solusinya masih di awang-awang. Program penyelesaian banjir tanpa menggusur, cuman bagus diucapkan, tapi implementasi-nya masih berupa wacana. Yang paling seru tentunya program ajaib rumah tanpa DP. Program ini ajaib karena walaupun sudah ber-evolusi beberapa kali, tapi tetap tidak bisa dilaksanakan. Semua program tadi layak masuk tempat sampah, sia-sia. Sama sia-sianya seperti uang puluhan Milyar yang sudah dikeluarkan oleh Sandiaga Uno
    Suku Tionghoa

    Ketika semua program dan jurus penyelidikan kejujuran sudah habis dipergunakan, maka hanya masalah SARA, bukan Emma, yang bisa dipakai mengalahkan Basuki Jarot. Jurus ini jelas jurus murahan, tidak layak dipakai bertarung secara elegan, jauh dari jargon festival gagasan yang sudah didengungkan sejak pertama kampanye

    Saya hanya membahas dua blunder dari jurus ini, supaya tulisan saya tidak terlalu panjang. Ingat, jurus anti Cina tidak mungkin diumumkan secara resmi, jadi cuman bisa jadi bisik-bisik di ruang ibadah atau kalau mau lebih vulgar, bisa disampaikan pake TOA atau teriakan lewat dua mike yang dipegang jadi satu


    Blunder pertama, adalah kenyataan bahwa Anies Baswedan juga bukan orang Indonesia asli (kalau memakai istilah bumi datar). Dia kan keturunan Arab. Saya sebenarnya nggak suka nulis kalimat ini. 

    Pertentangan suku Tionghoa dan suku-suku lain di Indonesia itu peninggalan kolonial Belanda yang lalu “dilestarikan” oleh pemerintahan Orde Baru. Suku Arab lebih gampang ber-asimilasi dengan “orang Indonesia asli” lebih dikarenakan masalah agama. Jadi kasarnya, sebenarnya warga DKI cuman bisa memilih Gubernur keturunan Cina atau keturunan Arab

    Tapi memang, orang keturunan Cina punya stereotype yang melekat. Orang keturunan Cina selalu identik dengan kaya dan sering kerjasama dengan koruptor, dan ini cilaka. Padahal orang Cina yang melarat juga banyak lho, suerr.

    Blunder kedua, ketika Paslon nomer tiga ini ternyata memutuskan untuk melakukan pendekatan dengan Hari Tanoe dan Tommy Soeharto

    Karena tulisan saya sudah terlalu panjang, maka bagian ini akan saya akhiri sampai di sini. Besok seri ke dua tulisan saya akan terbit, sabar ya

    #aku kok ngelu

    Penulis : Liyanto Sutedjo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: SARA : Singkirkan Ahok dengan Segala Cara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top