728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Maret 2017

    Sandiaga Uno “Mangkir” Dari Panggilan Polisi dan “Ngaret” Sampai 19 April? Sini Saya Skak Mat!

    Panggilan Polisi yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, mentah-mentah ditolak oleh Sandiaga. Semakin mirip dengan kasus Rizieq Shihab yang mangkir ketika ia dipanggil oleh Polisi untuk dimintai keterangan (padahal waktu itu belum ditetapkan sebagai tersangka). Apakah Sandiaga Uno juga akan mengikuti jejak Rizieq Shihab, ulama terkenal yang dikagumi oleh tim Anies Baswedan dan Sandiaga Uno? Kita lihat saja tanggal mainnya.

    Sebetulnya alasan-alasan yang jika ditelisik, maka kesimpulan yang didapatkan oleh pembaca Seword adalah: Konyol! Begini penjelasannya…

        “…besok saya harus ke KPK menyerahkan laporan harta kekayaan calon pejabat negara yang untuk putaran kedua. Itu jauh lebih urgent dalam konteks Pilkada ini. Jadi kita meminta penundaan sampai tanggal 19 April. Kita minta atensi dari pada tim Polda,” ujar Sandiaga.

    Mental Anies Sandi yang suka “ngaret”… Mental pemimpin masa depan?

    Apakah suatu kebetulan jika pemanggilan polisi terhadap Sandiaga Uno bertepatan dengan waktu yang ditetapkan oleh KPK untuk melapor harta? Beginilah yang terjadi apabila Sandiaga hanya mengejar deadline. Mungkin KPK memberikan waktu yang cukup panjang untuk Sandiaga melaporkan hartanya. Namun alibi yang dilakukan Sandi adalah memperlambat dirinya dan mengulur waktu penyerahan. Ketika bertepatan dengan pemanggilan polisi, ia baru menyerahkan hartanya ke KPK.

    Sandi menunda sampai 19 April, tepat waktu pungut suara, tong!

    Mengapa Sandiaga harus menunda? Alibi yang mudah sekali terbaca. Mengapa ia harus mengulur waktu sampai 19 April? Karena 19 April itu pemungutan suara! Cerdas! Sandiaga dengan sengaja mangkir dan ngaret sampai 19 April, mungkin karena ia ketakutan bahwa jikalau terbongkar, suaranya akan tergerus habis, dan Ahok Djarot mendapat keuntungannya. Polisi harus bertindak secepatnya, seperti Pak Ahok yang pada saat itu harus ditetapkan sebagai tersangka! Polisi harus adil.

    Sandiaga pikir dia bisa membodoh-bodohi warga Jakarta dengan penundaan yang begitu panjang. Penundaan ini dilakukan, dengan alasan apa lagi selain ketakutan?

        “Kenapa saya putusin nggak datang memenuhi panggilan besok, karena jadwalnya sudah penuh sampai tanggal 15 April. Lihat saja begitu banyak orang, kita ditarik kiri kanan setiap kampanye. Jadi urgensi dari pada ini dibandingkan dengan jadwal-jadwal yang lain,” jelas Sandiaga.

    Alasan jadwal menjadi alasan klasik, sebagai warga negara yang baik, tentu Sandiaga harus diusut. Sandiaga yang senang ditarik kiri kanan oleh pendukung setiap kampanye, juga harus berani ditarik untuk diperiksa oleh polisi. Urgensi kepolisian lebih penting daripada jadwal-jadwal kampanye yang baunya sangat menyengat ini.

    Pendukung Anies Sandi harus berpikir komprehensif. Jangan mau ditipu.

    Tentu sebagai pendukung Anies Sandi, mereka harus memberikan support untuk Sandiaga agar ia mau sesegera mungkin diperiksa. Bagi saya, mangkir adalah takut. Lihat saja Rizieq Shihab yang tiga kali mangkir dari panggilan polisi. Akhirnya ia datang membawa massa FPI untuk melindungi Rizieq. Demikian jugakah Sandiaga Uno? Apakah setelah mangkir beberapa kali, Sandiaga datang membawa massa FPI yang merupakan pendukungnya?

    Sandi yang tidak belajar dari sejarah, akan “dikutuk” untuk mengulangi sejarah Rizieq

    Sejarah mudah ditebak. Sandiaga tidak belajar dari sejarah, mereka merupakan sekelompok pengecut yang selalu mangkir dari panggilan polisi. Sandiaga menunggu 19 April karena bertepatan dengan proses pemungutan suara. Terlihat sekali ketakutan yang dimunculkan. Sandiaga, kamu bukan politisi, kamu hanya pengusaha yang mencari keuntungan dari setiap waktu dan proses yang dilakukan.

    Pemilih yang cerdas itu seperti apa?

    Pemilih Jakarta tentu sudah cerdas, dan dengan mangkirnya Sandiaga dari panggilan polisi, tentu sudah tercium aroma-aroma menyengat yang busuk, sedang dirancang oleh tim Anies Sandi. Jadi menurut hemat saya, pemilih yang cerdas adalah pemilih yang tidak memilih Anies Sandi!

    Sederhana kan yang saya katakan?


    Penulis : Hysebastian   Sumber : Seword c.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sandiaga Uno “Mangkir” Dari Panggilan Polisi dan “Ngaret” Sampai 19 April? Sini Saya Skak Mat! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top