728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Maret 2017

    Sandiaga Polah, Prabowo Kepradah

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Suiantoro di Jalan Kertanegara No 17, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, Sandiaga mengaku melaporkan sejumlah isu sekaligus meminta Prabowo kembali turun gunung.

    “Kita mengevaluasi empat hari kampanye isu-isu apa yang ada di masyarakat. Saya juga melaporkan strategi untuk turun di daerah-daerah yang merasakan kemarin kurang sentuhan,” kata Sandiaga usai pertemuan dengan Prabowo di Jakarta.

    Soal permintaan turun gunung, kata Sandiaga, Prabowo diharapkan mau turun ke daerah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

    “Pak Prabowo menyanggupi tapi nanti waktunya akan kita atur sama tim dimana,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Sandiaga juga melaporkan pendanaan kampanye di putaran kedua. Kepada Prabowo, Sandiaga mengaku keuangan tim Anies-Sandiaga sangat inim. Sehingga dia meminta Praowo untuk membantu pembiayaan kampanye.

    Sandiaga menangkap sinyal akan ada bantuan penggalangan dana kampanye dilakukan Prabbowo. Rencananya akan ada penggalngan dana bersama pengusaha dilakukan langsung Prabowo.

    Tak hanya itu, dari sumber yang sama. Sandiaga Uno juga menemui Prabowo untuk konsolidasi pemenangan Anies-Sandi di putaran kedua, Sandiaga mengaku melaporkan beberapa masalah yang menimpa baru-baru ini.

    Sandiaga dilaporkan ke Polsek Tanah Abang oleh seorang wania bernama Dini Indrawati Septiani ada tuduhan pencemaran nama baik dan atau fitnah. Tak hanya itu, Anies pun dilaporkan ke KPK oleh Andra Mangatas Situmorang atas tuduhan dugaan tindak pidana korupsi proyek dana Frankfurt Bookfair Tahun 2015.

    “Dia (Prabowo) ilang your big Boy, you can Handle, katanya jangan terlalu mellow drama,” kata Sandiaga menirukan ucapan Prabowo di rumah Jalan Kertanegara No 17, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Prabowo, kata Sandiaga, mengatakan masalah yang menimpa Anies dan Sandiaga saat ini merupakan hal yang wajar bila mau menjadi seorang pemimpin. Sebab dia mengaku pada Pilpres 2004 dan 2009 lalu.

    “Pesannya hadapai saja dan kalau mau jadi pemimpin apa yang dia lalui di 2004 dan 2009 jauh lebih dahsyat dari itu,” ujarnya.

    Prabowo juga mengingatkan kepada Sandiaga untuk tidak menjadi pemimpin yang cengeng dan harus menghadapi segala masalah yang ada. “ Jadi untuk jadi pemimpin jangan cengeng dan hadapi saja,” tandasnya.

    Kalau orang Jawa bilang. Anak Polah, Bopo Kepradah. Jika diartikan, kurang lebih artinya, yang bikin gara-gara adalah anaknya. Tapi pun demikian Bapaknya harus ikut cawe-cawe. Begitu pula dengan Sandiaga. Terlihat di sini dia berusaha untuk meminta bantuan, atau bisa dikatakan merengek-rengek minta bantuan kepada Prabowo karena masalah yang menimpanya. Atau bisa dikatakan Sandiaga Polah, Prabowo KEpradah.

    Nah, dari apa yang dilakukannya, dapatlah kita menarik beberapa poin sebagai kesimpulan akan siapa Sandiaga sebenarnya. Seperti yang dikatakan Prabowo sendiri. Bahwa sebenarnya Sandiaga adalah sosok yang cengeng. Jika mendapatkan masalah yang demikian saja sudah ngawe-ngawe minta bantuan kepada Prabowo, bagaimana jika nanti sudah jadi Gubernur, lalu mendapat masalah lebih besar. Siapa lagi yang akan di awe-awe olehnya?

    Poin berikutnya adalah. Tentang kasus itu sendiri. Kenapa, Sandiaga dalam hal ini sampai harus konsolidasi dengan Prabowo. Maksut saya, jika memang kasus yang menimpa Sandiaga tentang dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah itu hanyalah semua belaka. Hanya dibuat-buat. Dalam artian dia tidak pernah melakukannya, kenapa dia harus terlihat ngejer seperti itu?

    Yang jelas, secara kapasitas. Saya pribadi melihat bahwa Anies-Sandi ini sangat tidak layak menjadi pemimpin. Jika dalam kampanye, belum menjadi gubernur saja mereka harus ndoprok dan bergantung pada Prabowo, bagaimana jika mereka menjadi gubernur. Bahkan bisa-bisa, jika mereka menang nanti. Sebenarnya bukan Anies-Sandi yang menjadi gubernur, tetapi Prabowo.

    Dengan sifat kekanak-kanakan dan paranoid mereka saat ini bukan tidak mungkin jika pemerintahan Anies-Sandi jika menang nanti justru di setir oleh Prabowo. Nah, kalau sudah demikian, bagaimana mereka berani melawan para koruptor dan preman berdasi di Jakarta? Kalau mentalnya yang ditunjukkan saat ini seperti itu? Entah kenapa sampai saat ini menurut survei masyarakat Jakarta masih getol memilih Anies-Sandi dengan alasan agama. Mereka rela hidup sengsara, miskin tujuh turunan. Mati konyol karena efek dari banjir, entah karena hanyut atau penyakit. Yang penting pemimpinnya Islam. Tidak perduli berkualitas atau tidak, yang penting akidah. Akidah apanya? Iya kalau Islamnya Islam beneran, kalau Islam KTP, apa ndak Nyahok mereka?

    Salam, Pecandu Kopi

    Penulis : Rohmat Tri Santoso   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sandiaga Polah, Prabowo Kepradah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top