728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 08 Maret 2017

    Sampai Titik Darah Terakhir Djan Faridz Dukung, Haji Lulung Cuma Basa-Basi?

    Ketua Umum PPP Djan Faridz telah memberi dukungan kepada Ahok. Bahkan, ia menyatakan mendukung Ahok sampai titik darah terakhir secara blakblakan. Menurutnya, program Ahok adalah program yang pro ummat Islam.

    Perjuangannya mendukung Ahok yang ia nyatakan dengan blakblakan, berdasar kontrak politik Ahok dengan dirinya. Ketuap Umum PPP versi Muktamar Jakarta ini, memiliki setidaknya enam alasan mengapa ia mau mendukung Ahok hingga titik darah terakhir.
    Enam alasan tersebut adalah sebagai berikut:

        Gaji bulanan marbut
        Pemprov tanggung biaya masjid
        Menyamakan kurikulum pesantren dengan sekolah negeri
        Pembangunan masjid Agung di Balai kota
        Pembangunan masjid Agung di Daan Mogot
        Menghormati seluruh kegiatan agama Islam

    Enam alasan itu tentu alasan diluar program Ahok yang pro ummat Islam. Enam alasan itu adalah alasan yang lebih dari cukup untuk menilai bahwa kinerja Ahok selama ini tak berlandaskan pada sentimen agama.

    Meski ia seorang non-muslim tapi kebijakan-kebijakannya selama ini adil bahkan perhatian kepada ummat Muslim Jakarta. Bayangkan, gubernur mana yang selama ini mau membiayai umroh marbut masjid? Padahal, sering bersliweran kabar bahwa banyak masjid di Jakarta, diisi khotbah kaum sebelah yang fakir pikiran dan selalu mendiskreditkan dirinya.

    Enam alasan diatas tadi juga diungkap oleh Djan Faridz sebagai alasan lain, mengapa ia memang harus mendukung Ahok sampai titik darah terakhir. Belum lagi janji Ahok akan membangun masjid Agung di lima wilayah kota, termasuk kepulauan Seribu (megapolitan.kompas.com, 6/3/17).

    Ketika era Sutiyoso, Islamic Center pernah didirikan. Hal itu turut membangun citra gubernur DKI yang memperhatikan ummat Islam. Usai Bang Yos, belum ada pembangunan tambahan. Pada masa Ahok inilah, pelbagai infrastruktur penunjang ibadah ummat Islam, dibangun oleh Ahok.

    Tapi sayang, salah satu kader loyalis PPP kubu Djan Faridz, yakni Haji Lulung, ini memutuskan untuk tidak mengikuti jalan pemimpinnya. Saya tidak tahu apakah Haji Lulung tak memahami dengan jelas alasan-alasan objektif yang disampaikan oleh Djan Faridz. Sebab, pada akhir 2016 lalu ia menyatakan dukungan pribadinya kepada pasangan Agus-Sylvi.

    Kini setelah Agus-Sylvi tumbang, kemanakah kaki Haji Lulung akan dilangkahkan? Persoalannya memang pelik sebab Haji Lulung telah lama bersitegang dengan Ahok. Bahkan adu argumen dan sindir-sindiran sering kali terlontar dari keduanya. Sindiran-sindiran keduanya juga sengit dan gampang membuat telinga memerah.

    Namun, ketika saat ini Agus-Sylvi tidak masuk dalam putaran kedua, publik mungkin akan mempertanyakan kemana dukungan Haji Lulung berikutnya akan dijatuhkan. Rupanya, pilihannya adalah kepada Anies-Sandi.

    Jelas saja, Haji Lulung adalah Betawi asli dan tentunya memiliki basis masa yang lumayan solid untuk dirinya. Ketakutan Haji Lulung hanyalah, jika ia menyanggupi kubu Djan Faridz mendukung Ahok, maka ia akan dianggap mengecewakan konsituennya.

    Alasan Haji Lulung ini memang sedikit kurang sreg sebenarnya. Sebagai seorang pemimpin, dialah yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan konstituennya. Bukan konstituen yang mengarahkan dirinya. Hal ini perlu pertimbangan bahwa seorang yang sudah dipercayai sebagai pemimpin, pasti setidaknya memiliki pengetahuan jauh lebih banyak dari masa yang memilihnya.

    Ketika Djan Faridz dengan mantap menilai secara objektif kinerja Ahok tidak berdasar sentimen agama, dan bahkan pro-Islam, Haji Lulung juga semestinya mengikuti penilaian pemimpinnya kepada Ahok. Itu karena penilaian pemimpinnya kepada Ahok adalah objektif. Berbeda jika penilaian itu hanya dengan mata sebelah dan ego sektarian.

    Namun, kabar mengejutkan tersiar dari Djan Faridz. Djan berkomentar, “Enggak ada masalah. Buktinya kan mereka (Lulung) enggak bergerak, mereka cuma basa-basi (megapolitan.kompas.com, 5/3/17),” kata Djan Faridz saat ditanya tentang dukungan Lulung kepada Anies-Sandi. Benarkah dukungan Lulung kepada Anies-Sandi adalah basa-basi?

    Kalau alasan Haji Lulung memberi dukungan kepada Anies-Sandi, hanya karena gara-gara pesaingnya adalah Ahok, ini bisa menjadi blunder baginya. Karena, survei Median terbaru menemukan hasil yang mengejutkan. Hasil mengejutkan itu adalah para pemilih Anies-Sandi terbesar kedua memiliki alasan karena “yang penting bukan Ahok” (megapolitan.kompas.com, 6/3/17).

    Tidak ada penilaian dengan perbandingan keduanya. Para pemilih itu berpendapat “yang penting bukan Ahok.” Jadi seandainya lawan Ahok itu Kotak Kosong, kemungkinan mereka juga bakalan memilih Kotak Kosong karena alasan mereka “yang penting bukan Ahok.” Alasan ini jelas alasan yang tidak rasional. Memang mau dipimpin sama Kotak Kosong? Maka jika dukungan Haji Lulung kepada Anies-Sandi juga karena “yang penting bukan Ahok” kita bisa meragukan kualitas Haji Lulung.

    Tapi komentar Djan Faridz barangkali menjawab teka-teki, mungkinkah Haji Lulung dahulu memang mendukung Agus-Sylvi secara maksimal? Sebab menurut komentar Djan Faridz, “Sejak kapan Tanah Abang kalah kalau Haji Lulung ada di situ?” kata Djan (megapolitan.kompas.com, 5/3/17). Saat itu, hasil TPS Tanah Abang menunjukkan Agus-Sylvi menempati urutan kedua, padahal didukung oleh Haji Lulung.

       
    Penulis : Slamet Wicaksono   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sampai Titik Darah Terakhir Djan Faridz Dukung, Haji Lulung Cuma Basa-Basi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top