728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 01 Maret 2017

    Rizieq: Tahan Ahok Karena Berpotensi Melarikan Diri. Memangnya Ahok Mau Lari Ke Mana?

    Sidang Ahok kali ini menghadirkan saksi bernama Rizieq Shihab. Saya tidak perlu memperkenalkan dia lagi karena sudah terkenal di mana-mana. Saat memberikan kesaksian, Rizieq meminta majelis hakim pengadilan yang menangani kasus Ahok untuk segera menahan dirinya. Permintaan ini sudah disampaikan Rizieq sejak dulu kala, saya sudah tidak ingat lagi kapan. Saat demo aksi bela Islam pun, Rizieq tetap menyempatkan diri berorasi dan menyampaikan tujuannya agar Ahok segera ditahan karena telah menistakan agama.

    Rizieq meminta pada hakim untuk menahan Ahok karena Ahok berpotensi melarikan diri. “Saya selaku saksi ahli menyarankan agar terdakwa tidak mengulangi penodaan agama dan berpotensi melarikan diri maka diusulkan untuk ditahan,” kata Rizieq. Selain berpotensi melarikan diri, Rizieq mengatakan alasan Ahok harus ditahan karena dia terus mengulang menista agama di media. Mungkin yang dimaksud Rizieq adalah wawancara Ahok di Al-Jazeera TV di mana kata Rizieq yang bersangkutan mengaku tidak kapok dan tidak jera untuk menyatakan hal itu lagi seperti di Kepulauan Seribu.

    Permintaan Rizieq agar Ahok ditahan bukanlah barang baru lagi, mungkin sudah hampir basi. Dan di sidang kali ini pun Rizieq begitu gigih memperjuangkan agar Ahok ditaha, meskipun sampai sekarang tidak ditahan-tahan, bahkan tetap menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sepertinya Rizieq harus rela dan ikhlas menerima kenyataan yang mungkin sangat pahit ini. Lagipula untuk apa meminta Ahok ditahan, dengan alasan berpotensi melarikan diri pula? Memangnya Ahok buronan kelas kakap yang tukang berkelit? Buktinya sampai sidang yang sudah memasuki minggu ke dua belas, Ahok selalu hadir dan tidak mangkir. Kalau mau melarikan diri, sudah dari dulu Ahok kabur tidak balik-balik lagi.

    Coba bandingkan dengan Rizieq. Bukannya saya menuduh atau apa, tapi kita lihat saja fakta yang terjadi. Rizieq pernah mangkir dua kali tidak memenuhi panggilan Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan Pancasila. Bahkan sebelumnya sempat akan diberi peringatan jika tidak datang, maka Rizieq akan dijemput paksa.

    Jadi ucapan Rizieq mengenai potensi Ahok melarikan diri tidaklah berdasar. Ahok dari dulu kooperatif saat menjalani pemeriksaan. Lagipula Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kalau memang mau melarikan diri, untuk apa Ahok capek-capek mengikuti Pilkada? Untuk apa Ahok capek-capek berusaha memenangkan Pilkada pada putaran kedua jika ujung-ujungnya mau melarikan diri? Kalau pun mau melarikan diri, memangnya mau melarikan diri ke mana? Kalau Ahok mau sembunyi mah gampang, sudah dari dulu dia lakukan kalau mau.

    Pernyataan Rizieq terkesan mengada-ada dan dipaksakan. Meminta majelis hakim menahan Ahok dengan alasan tidak masuk akal adalah tindakan konyol sekali. Bagaimana kalau Rizieq diserang balik dengan cara yang sama, “Saudara Rizieq harus ditahan karena berpotensi melarikan diri mengingat dirinya terkena banyak kasus.” Nah, bagaimana cara menyanggahnya kalau misalnya ditanyakan seperti itu? Rizieq mungkin tidak sadar dirinya membuat statement yang berpotensi menyerang dirinya sendiri. Rizieq tidak sadar di saat Ahok terkena kasus, dirinya juga terkena kasus yang jauh lebih banyak. Sebenarnya apa yang Rizieq katakan juga bisa dipakai untuk menyerang dirinya sendiri.

    Satu lagi, Rizieq tidak menyalami Ahok dan penasihat hukumnya. Dia hanya menyalami majelis hakim dan JPU. Menurut kuasa hukum Ahok, Humphrey, semua saksi ahli yang dihadirkan JPU sebelum-sebelumnya selalu bersalaman sebelum meninggalkan ruang sidang. Kalau pun tidak, mereka tidak akan menyalami siapa pun termasuk majelis hakim dan JPU.

    Sebelumnya Rizieq juga mengatakan bahwa kesaksiannya bukan atas sentimen pribadi apalagi dendam pada Ahok. “Saya datang ke sini bukan masalah Ahok dan Habib Rizieq, bukan antara Ahok dengan FPI, bukan antara Ahok dengan GNPF MUI. Ini soal pidana antara Ahok dengan negara. Karena yang dilawan adalah undang-undang negara,” katanya.

    Tapi pernyataan Rizieq dibalas telak oleh Humphrey yang mengatakan, “Semua disalamin tapi kita nggak, bukan kita nggak mau disalamin, tapi kan ada pernyataan (Rizieq yang mengatakan) enggak ada masalah sama Pak Ahok. Enggak begitu, karena ini sudah terlihat jauh sebelum kasus Al Maidah 51 yang memegang Ahok jadi Gubernur.”

    Seharusnya kalau memang tidak ada masalah dengan Ahok, Rizieq seharusnya menyalami. Memang ini terkesan sepele dan tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi dari sikap kecil ini saja sudah terlihat jelas ada masalah di antara keduanya. Ucapan boleh begini, tapi gerak-gerik dan tindakan kadang mengatakan sebaliknya, tidak sinkron dan seimbang.

    Menurut saya, tidak perlu takut Ahok melarikan diri. Ahok takkan melarikan diri, karena Ahok masih berniat untuk memenangkan Pilkada DKI putaran kedua dan membuat semua yang membencinya—tanpa alasan dan logika—gigit jari.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis : XHardy   Sumber :  Seword ..com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq: Tahan Ahok Karena Berpotensi Melarikan Diri. Memangnya Ahok Mau Lari Ke Mana? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top