728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 10 Maret 2017

    Renungan Malam Jum’at – Kaif Khaluk Ya Akhi, Ya Ukhti? Masih Benci Ahok?

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kulantunkan salam untuk Anda semua, yang membaca renungan malam Jum’at ini. Semoga keselamatan atasmu, keluargamu, rizkimu, pekerjaan dan usahamu. Amin. Kalo yang gak Amin gak termuat dalam do’a saya (hehe bercanda).

     Kutuliskan renungan ini wabilkhusus untuk Anda saudara-saudaraku yang hati dan jiwanya ada di kubu Anies-Sandi. Saya tidak menyalahkan pilihan Anda. Sama sekali tidak! Dalam ilmu fikih disebutkan bila seseorang berijtihad kemudian salah, dia dapat pahala satu, dan bila berijtihad benar mendapat pahala sepuluh. Jadi tidak ada yang salah bukan? Namun perlu saya ingatkan, berijtihad yang seperti itu adalah yang dilakukan dengan ilmu yang cukup, investigasi yang cukup, analisa yang cukup, dan tanpa ada bias apapun. Kalo masih ada bias, conflict of interest dan nafsu, pahala satu itu insyaAlloh tidak berlaku bila hasilnya salah hehe.

    Saya juga tidak menyalahkan keyakinan Anda bahwa Ahok menistakan agama. Walaupun kalau kita analisa dengan jernih, sepertinya ada yang tidak pas di hati. Anda merasakannya atau tidak? Cobalah buang dulu emosi di hati Anda. Analisa dengan kepala dingin! Mari kita berijtihad sekali lagi!

    Sudah? Apapun hasil ijtihad terbaru Anda, endingnya sama-sama kita tahu. Isu penistaan agama yang sebenarnya memiliki legal standing yang sangat lemah itu, bisa memaksa Kepolisian-Kejaksaan-Kehakiman untuk menyidangkan kasus yang disangkakan kepada Ahok ini. Status tersangka kemudian terdakwa yang disematkan kepadanya, kalau kita mau jujur, bukan murni hasil penyelidikan dan penyidikan. Persidangan penodaan agama yang berseri itu lebih karena tekanan massa gabungan GNPF-MUI, FPI, FUI, PKS, HTI dan kelompok-kelompok yang seide dengan mereka. Kelompok ini tidak begitu banyak, tapi rese hehe. Yah walaupun diklaim ustad Tengku Zulkarnaen sebagai kumpulan 26 ormas tapi kayaknya ormas-ormas gurem. Dibanding satu ranting NU saja mungkin kalah jumlahnya (ini sich ungkapan lebai hehe). Dan secara berjamaah mereka mengarahkan moncong senapannya kepada Ahok: ente menista agama kami!

    Celakanya mereka mengatasnamakan seluruh ummat Islam Indonesia. Padahal cuma mereka yang “marah” (kok tanda petik? lha memang sebenarnya bukan marah, wong mereka sudah benci Ahok dari dulu). Nah, marahnya mereka itu mengajak kita-kita muslim yang nggak marah. Aneh kan? Seolah-olah mereka bilang: hei ente yang muslim, kalo tidak marah kepada Ahok, ente kafir, ente munafiq! Kalo Islam ente mau bener, ente harus marah. Kalo ente mau masuk sorga ente harus marah! Nah lo, marah kok dipaksa-paksa.

    Saya cuma ingin mengetuk hati Anda yang belum sepenuhnya terpesona dengan retorika dan “giringan” opini mereka. Sadarlah, bahwa Alloh SWT dan Nabi tercinta kita Muhammad SAW memerintahkan kita untuk berlaku adil, bahkan kepada non muslim sekalipun. Ayolah, gunakan otak kalian yang cerdas itu untuk menganalisa: kasus Ahok ini adil atau tidak?

    Mari berandai-andai, jika Ahok itu muslim, dan yang demo berjilid-jilid itu non muslim bagaimana perasaan kalian? Padahal dia cuma “salah ngomong”, itupun dia sudah meminta ma’af.

    Ingatlah ketidakadilan pasti menimbulkan perlawanan. Saya 100% muslim dan lahir dari keluarga muslim. Dua belas tahun saya mengkaji agama yang saya cintai ini ( ya walaupun campur main dan nyari jodoh hehe). Tapi dalam kasus Ahok ini, saya sama sekali tidak marah. Lha apa yang mau jadi alasan marah? Kalau Ahok menginjak-injak mushaf Al-qur’an dengan kakinya, atau mengolok-olok kitab suci kita, atau Nabi tercinta kita, atau Alloh tuhan kita, sungguh keterlaluan kalau ummat Islam tidak marah. Bahkan dalam situasi seperti itu, kalimat “kafir” dan “munafik” akan saya maklumi bila disematkan kepada mereka yang tidak marah itu.

    Jadi, akui sajalah bro,sis, akhi wa ukhti, kebencian kalian kepada Ahok adalah kebencian artificial. Kebencian karena “gorengan” isu yang dibesar-besarkan. Kalian itu membunuh cicak dengan bom nuklir, padahal dia telah berjasa membantu membasmi nyamuk-nyamuk yang mengganggu tidurmu.

    Mari kita buka fikiran, buka mata, buka telinga, buka hati. Ummat Islam Indonesia dalam kondisi darurat ya akhi ya ukhti. Bukan karena penistaan agama. Tapi justru karena kurangnya pemimpin muslim yang amanah, anti korupsi, tegas dan tegar bak batu karang. Alhamdulillah telah muncul beberapa nama yang merupakan anomali dalam sistem demokrasi kita yang masih “bobrok” ini. Sebutlah sebagai contoh pak Yoyok, bu Risma, pak Ridwan K, pak Ganjar, pak Dedi M. Mungkin masih ada beberapa nama yang belum terdeteksi radar saya. Namun, untuk sekarang, marilah kita dukung pemimpin-pemimpin bersih, apapun agamanya. Apalagi untuk Jakarta, belum ada yang sepadan dengan Ahok! Akur? (Semoga akur hehe)
    Salam Damai!
    Eh hampir lupa, saya tutup juga dengan Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Penulis  : Noor Cholis Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Renungan Malam Jum’at – Kaif Khaluk Ya Akhi, Ya Ukhti? Masih Benci Ahok? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top