728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 03 Maret 2017

    Raja Salman Saja Kagumi Kerja Kerja Kerja, kok Tim Anies Sandi Ngomel jika Orang Kerja?

    Bulan ketiga di tahun 2017 telah kita mulai, yang artinya telah 2 bulan masyarakat dan bangsa Indonesia lalui tahun 2017 ini dengan berdarah-darah, terluka sana sini akibat pertarungan politik di Ibu Kota yang katanya Pilkada rasa Pilpres. Setelah 2 bulan penuh politik kita lalui bersama, kini seluruh mata rakyat Indonesia tertuju pada kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman, yang dimulai kemarin 1 Maret 2017.

    Dari ratusan mobil mewah yang dipersiapkan, hingga video VLOG bersama Presiden Jokowi pun menjadi viral. Dari besarnya jumlah rombongan yang datang, hingga salaman dengan Ahok di bandara juga secara alami menjadi bahan perbincangan hangat oleh rakyat Indonesia yang memang aktif dan ‘cerewet’ di media sosial. Orang yang mungkin tidak pernah kita kenal pun tiba-tiba saja namanya memenuhi berbagai media cetak dan media online tanpa hentinya setiap hari.

    Cukup mengejutkan bagi saya, ternyata sang raja mengagumi moto Presiden Jokowi kita tercinta: “Kerja, kerja, kerja!” Moto yang tentunya tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia ini ternyata sampai juga ke telinga sang raja nun jauh disana. Entah bagaimana ceritanya ya, mungkin lewat TV atau mungkin sekedar surat edaran via burung onta dari Indonesia ke Arab Saudi. Eh salah, ternyata burung onta tidak bisa terbang ya?
    “Raja Salman mengatakan bahwa mengapresiasi motonya Pak Jokowi yang ‘kerja, kerja, kerja’. Raja Salman mengatakan, ‘saya juga suka kerja seperti itu’,” kata Yenny Wahid yang dilansir disini.
    Di saat seluruh pejabat yang berhati nurani ingin bekerja keras untuk memperbaiki hidup warganya, ada juga ternyata pihak-pihak yang telinganya panas dan hatinya gundah. Mereka lah yang kebanyakan berada di kubu nomor 3 di kontestasi politik Jakarta, para pendukung pasangan calon Anies/Sandiaga yang telah merasa di atas angin akan memenangkan pertarungan ini. Salah satunya yang diungkapkan ke publik dengan gamblangnya adalah omelan dari saudara M. Taufik, wakil ketua DPR DKI Jakarta yang sekaligus Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi ini lewat konferensi pers 2 hari lalu.
    Taufik (sumber):

    “Kita sepakat pilkada harus berjalan dengan nilai demokrasi. Kemarin kami mendapatkan gambar atau foto di mana di satu kelurahan Pak Wagub dengan seragam kebesarannya dikelilingi masyarakat dan di area kelurahan, menurut pandangan kami, ini kampanye,” ujar Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M. Taufik, saat konferensi pers di posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/2).

    “Kami minta kepada Pak Wagub tidak menodai pesta demokrasi ini. Inilah akibatnya incumbent sulit melepaskan posisinya sebagai pejabat dan peserta pilkada. Jelas fotonya mengacungkan dua jari, ini bagian yang semestinya tidak boleh terjadi,” sebut Taufik.
    Respon Djarot (sumber):

    “Boleh (adakan jumpa pers), silakan, ya nggak apa-apa. Terselubung, kenyataan, nggak apa-apa, yang penting kerjalah,” kata Djarot setelah menghadiri acara yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).
    “Ingat loh, masa kepemimpinan kami 2012-2017 sampai Oktober dan kami komitmen mewujudkan visi-misi pasangan waktu itu, Jokowi-Basuki,” ujar Djarot.


    Tim Anies/Sandi Kagak Ngaca?

    Heran sekali lihat tim sukses Anies/Sandi ini. Ahok dan Djarot itu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sampai Oktober 2017 loh. Memangnya mereka kunjungan kerja dan berfoto dengan warga tidak boleh? Salahnya dimana coba ketika pejabat melakukan pekerjaannya dan lalu diajak foto oleh warga?

    Yang kampanye terselubung itu justru calon kalian itu Anies Baswedan/Sandiaga Uno. Bukan pekerjaannya tapi pamer muka dan cari simpati ke lokasi banjir dan banyak kamera serta wartawan meliput. Bukan tugas pokoknya, tapi selalu saja ke masjid-masjid di berbagai daerah Jakarta. Dengan muka tebal dan hati liciknya, mereka bersuara di depan banyak orang dan diliput oleh media tapi berdalih tidak sedang kampanye.

    Orang kerja dipermasalahkan, orang kagak ada kerjaan (baca: pengangguran seperti calon Anda) itu malah tidak berkaca. Yang mau dibodoh-bodohi tuh siapa? Miris sekali nasib warga kecil yang tidak mengerti tentang aturan kampanye dari KPU DKI atau tidak paham hukum dengan jelas yang ada di lokasi. Cari simpati, menyerang lawan politiknya, menyelipkan program kerjanya, dengan kamera dimana-mana, mereka tidak punya kaca ya untuk ngaca bahwa tindakan mereka itu justru lebih mirip ke kampanye terselubung?

    Taufik Mungkin Tidak Pernah Diajak Foto?

    Aduh saudara M. Taufik, bagi saya Anda ini kalau sudah ngomong rasanya tidak pernah membawakan kesejukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Ckckck.

    Pak Djarot blusukan ke Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur itu untuk meninjau kali di depan kantor kelurahan yang sempat menyebabkan banjir, Anda paham tidak? Beliau masuk ke kantor kelurahan dan meninjau kegiatan bawahannya merupakan hal yang sangat biasa dan lazim. Lalu diajak foto dan mengacungkan dua jari itu tindakan reflek saat berfoto, karena tidak sedikit orang yang reflek melakukan itu dengan makna victory atau peace.

    Saya tuh jadi heran. Anda ini mungkin tidak pernah dikerumuni warga dan diajak foto ya sehingga begitu tidak paham tentang situasi dan atmosfir yang biasa terjadi? Sebegitu tidak populernya kah diri Anda sehingga hamper tidak pernah merasakan rasanya dicintai oleh rakyat yang Anda wakili di DPRD? Kalau memang iya, okay lah saya maklumi.

    Tapi lain kali tolong ngomel tuh yang berkualitas sedikit kenapa atuh, saudara Taufik. Ngomel tentang anggota partai Anda di DPRD yang sepertinya makan gaji buta dan menolak rapat dengan Pemprov DKI kek, kan rakyat yang mendengarnya juga bisa merasakan ketulusan hati Anda untuk bekerja untuk rakyat.

    Penutup

    Ya maafkan saja saya yang mungkin sedikit sensitif dengan Anda yang merupakan mantan narapidana koruptor ya. Saya yakin banyak sekali orang lain juga sama. Ini adalah beban yang harus Anda tanggung ketika tidak tahu malu mencalonkan diri menjadi wakil rakyat meskipun telah pernah menilap uang rakyat.
    Apalagi masih hangat di ingatan kami tentang adikmu tercinta M. Sanusi, sesama orang partai Gerindra yang juga pembenci Ahok sejati yang katanya santun namun korupsi itu.

    Saudara Taufik, Pak Gubernur dan Wakil Gubernur tuh juga hobi kerja. Mereka juga “Kerja, kerja, kerja!” Numpang tanya, kalau Anies dan Sandiaga yang diusung partai Anda itu berkeliling kemana-mana dalam kapasitas sebagai apa ya?

    Tim Anies/Sandiaga ini bisanya hanya mencari-cari kesalahan lawannya karena program kerjanya masih tanda tanya semua, menjijikkan sekali bagi saya!

    Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan………

     Penulis : Power Aryanto Famili     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Raja Salman Saja Kagumi Kerja Kerja Kerja, kok Tim Anies Sandi Ngomel jika Orang Kerja? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top