728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 Maret 2017

    Raja Salman “Benci” FPI & “Cinta” Ahok

    Segala hal yang berkaitan dengan Raja Salman, Penguasa Arab Saudi ini, seolah tidak pernah habis untuk dibicarakan. Banyak sekali sisi menarik dari Sang Raja untuk di ulas lebih jauh, tidak terkecuali sifat dan kepribadian beliau. Kedatangan Raja Salman di Indonesia seolah menjadi angin segar bagi Ormas-ormas Islam yang belakangan sedang heboh di Indonesia. Tidak terkecuali FPI. Masing-masing dari mereka mengklaim, kedatangan Sang Raja adalah bentuk dukungan Penguasa Negeri Muslim tersebut kepada umat Islam Indonesia, dan mereka, terutama FPI merasa mewakili dan menjadi bagian dari umat Muslim tersebut. Lantas benarkah klaim tersebut?

    Jika kita melihat lebih dalam, kepribadian Raja Salman tentu sangat kontras dengan perilaku-perilaku bar-bar yang seringkali di tunjukan Ormas “Radikal” di Indonesia. FPI, seringkali menunjukan jati diri sebagai ormas yang selalu bersingggungan dengan aksi-aksi kekerasan di setiap aksinya. Bagaimana tidak, sejak berdirinya, tahun 1998, sudah tidak terhitung beragam aksi “brutal” yang di tunjukan di hadapan publik, dari mulai aksi sweeping, demo, makian, pemukulan, pengrusakan, dll.

    FPI dengan segala tingkah nya di Negeri yang menjunjung toleransi terhadap kerukunan umat beragama, dan Negeri dengan wajah Islam yang ramah, rasanya sudah cukup alasan bagi sang raja untuk benci terhadap ormas yang satu ini. Setidak nya ada beberapa alasan, yang semakin menguatkan keyakinan kita, kenapa seharusnya FPI di benci oleh Raja Salman.

    Raja Salman Sangat Membenci Aksi Kekerasan Atas Nama Agama.

    Kebencian Raja Salman terhadap kekerasan yang dilakukan atas nama Agama pernah di tunjukan pada saat terjadinya aksi 9/11, di mana saat itu, Raja Salman masih menjabat sebagai Gubernur Riyadh. Beliau dengan tegas mengutuk aksi yang dilakukan oleh para ekstrimis anti Islam. Nah, aksi-aksi kekerasan yang dibenci oleh Raja Salman tentunya selalu lekat dengan FPI, sebut saja misalnya pada tanggal 15 maret 2002, sekitar 300 masaa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Biliard, di Jl. Prof Dr. Satrio No. 241, Karet, Jakarta. Selain itu, pada tanggal 26 Juni di tahun yang sama, usai berunjuk rasa menolak Sutiyoso di Gedung DPRD DKI, massa FPI kembali melakukan pengrusakan sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa, tidak hanya itu, masih banyak lagi aksi pengrusakan dan main hakim sendiri yang di tunjukan oleh PFI. Jadi Jelas, Raja Salman sangat “ benci” FPI.

    Raja Salman Adalah Sosok Yang Pemaaf

    Salah satu kebijakan Raja Salman di Arab Saudi, yang membuat ia sangat disenangi oleh rakyat nya, adalah karena Raja Salman adalah sosok yang pemaaf. Raja Salman meminta, siapa saja yang telah melakukan pelanggaran untuk mengakui dan akan di beri pengampunan. Sebab Raja Salman menganggap rakyat Arab Saudi adalah anak-anaknya sendiri. Raja Salman pernah membuat pengumuman, bahwa siapa saja yang memiliki denda di bawah setengah juta Riyal akan diampuni. Lagi-lagi sifat pemaaf yang ada pada diri Raja Salman, seolah berbanding terbalik dengan jati diri Ormas FPI di bawah Komando Rizieq Syihab. Tidak ada kata maaf, bagi mereka yang dianggap “bersalah” oleh FPI. Siap-siap saja di demo, di maki, dan di geruduk. Termasuk pada kasus penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok, FPI menganggap pidato Ahok di kepulauan seribu yang berkaitan Al-Maidah 51 adalah sebuah penistaan. Lagi-lagi tiada maaf bagi Ahok, walaupun sudah seringkali Ahok mejelaskan, bahwa tidak ada sedikitpun niatnya untuk menistakan apalagi melecehkan sebuah agama, sembari meminta maaf. Jadi jelas, Raja Salman “benci” FPI.

    Raja Salman Adalah Pribadi Yang Lemah Lembut, Sopan Santun Tutur Katanya.

    Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, jika pribadi Raja Salman adalah sosok yang lemah lembut, sopan santun dalam berbicara. Hal ini seringkali ditunjukan ketika ia tampil di depan publik. Ini karena pada dasarnya, lemah lembut dan tidak berkata kasar adalah salah satu akhlak mulia yang sangat diagungkan Islam. Sebaliknya, sifat kasar, suka memaki, menuduh, mencela serta menyematkan gelar terhadap orang lain, selalu ditunjukan oleh FPI. Nabi pernah mengatakan “ Tidaklah lemah lembut dalam sesuatu, kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah sikap keras dalam sesuatu kecuali dia akan merusaknya”. Jadi jelas, Raja Salman sangat “benci” FPI.

    Lantas, apapula alasan, sehingga saya sangat yakin bahwa Raja Salman, sangat “cinta” Ahok?, berikut kesamaan sifat dan perbuatan Raja Salman dengan Ahok sebagai pemimpin:

    Raja Salman Memberantas Korupsi.
    Saat menjabat sebagai Gubernur Riyadh, Raja Salman mendapatkan banyak sekali penghargaan di bidang pemberantasan korupsi. Sama halnya dengan Ahok, komitmen pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Ahok, tentu tidak diragukan lagi. Tidak ada tempat bagi para pejabat DKI yang ketahuan korupsi, semua kebijakan dibuat transparan, sehingga tidak ada celah untuk melakukan korupsi. Jadi, tentu berdasarkan kesamaan ini, Raja Salman sangat “cinta” Ahok.

    Raja Salman Sosok Yang Tegas dan Tidak Tebang Pilih.
    Ketika Pangeran melakukan pembunuhan, Raja Salman mengatakan tidak ada perlakukan khusus untuk Pangeran. Raja Salman mengatakan, bahwa tidak ada perlakuan khusus kepada Pangeran, semua sama di mata Hukum. Tindakan ini, sama halnya dengan apa yang telah dilakukan Ahok di DKI. Ahok telah memecat 120 PNS dan stafkan 2500 Pejabat DKI yang ketahuan melakukan pungli, korupsi dan bolos kerja. Ketegasan Ahok senada dengan apa yang telah dilakukan oleh Raja Salman, sehingga dapat dikatakan Raja Salman “cinta” Ahok.

    Dengan beberapa alasan di atas, tentu membuat kita semakin yakin, jika Raja Salman, penguasa Arab Saudi, tokoh berpengaruh di dunia ini “Benci” FPI dan “cinta” Ahok.**


    Penulis : Hendran    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Raja Salman “Benci” FPI & “Cinta” Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top