728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Maret 2017

    Pujian Raja Salman Atas Toleransi di Indonesia Menjadi Headline Media Saudi

    Berbagai koran berbahasa Arab di sekitar Masjidil Haram dan Kawasan Misfalah memuat berita mengenai pujian Raja Salman terhadap toleransi beragama di Indonesia. Headline koran-koran di Arab memuat berita pertemuan Raja Salman dengan tokoh-tokoh ormas lintas agama. Raja Salman mendukung toleransi beragama di Indonesia.

    Koran OKAZ menulis dalam bahasa Arab dengan judul panjang. “Raja Salman ke Jakarta Meninjau Berbagai Agama yang Terlindungi dan Bersatu. Khadim Al Haramain: Indonesia Negara yang Berkembang dan Memuliakan Umat dari Berbagai Macam Agama”.

    Kemudian Ar Riyadh menulis, juga dengan judul panjang. “Khadim Al Haramain Bertemu Presiden Indonesia dan Tokoh Muslim di Sana. Raja: Agama di Indonesia Berjalan Sesuai Keinginan Pengikutnya”.

    Al Watan menulis headline dengan judul lebih pendek. “Khadim Al Haramain Menghormati Berbagai Macam Agama di Negara Muslim Terbesar”.

    Saudi Gazette yang berbahasa Inggris juga menulis headline yang singkat dan padat. “Action, Dialogue Key to Strenghten Tolerance – King”.

    Al Jazirah lebih menyoroti tema di luar toleransi agama di Indonesia. Headline-nya bertuliskan, “Raja: Indonesia Bagus Dalam Politik dan Perekonomian Negara”.

    Seperti yang kita semua ketahui, dalam kunjungannya ke Indonesia Raja Salman bertemu dengan sejumlah tokoh lintas agama. Raja Salman memuji toleransi antar umat beragama di Indonesia dalam pertemuan tersebut. Raja Salman juga mengatakan bahwa umat beragama harus saling membantu, tanpa hal itu sulit terjadi persatuan. Pertemuan antara tokoh lintas agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu menunjukkan kemajemukan Indonesia. (sumber)

    Bagaimana antusiasnya warga Arab terhadap toleransi di Indonesia dapat menjadi petunjuk bahwa mereka ingin seperti Indonesia dimana hak untuk menjalankan kegiatan beragama dilindungi oleh undang-undang. Berbeda dengan Saudi seperti yang ditulis dalam laporan United States Commission on International Religious Freedom tahun 2016.

    “[A] number of high profile cases during the past year demonstrated the government’s continued disregard for freedom of thought, conscience, and religion or belief.”

    “The execution of al-Nimr resulted in an international outcry by various governments, USCIRF, the United Nations, and human rights groups, and exacerbated sectarian tensions in the country and the region.”

    “In June 2015, the Saudi Supreme Court upheld Saudi blogger Raif Badawi’s sentence of 10 years in prison, 1,000 lashes, and a fine of 1 million SR (US$266,000) for, among other charges, insulting Islam and religious authorities.”

    “[I]n 2015, members of the CPVPV (The Commission for the Promotion of Virtue and Prevention of Vice) periodically overstepped their authority, including harassing and arresting non-Muslim expatriate workers holding religious services in private homes.”

    Saudi juga tercantum dalam “Worst countries for restrictions on religious freedom” yang dirilis oleh situs indexoncensorship.

    “Saudi Arabia continues to restrict most forms of public religious expression inconsistent with its interpretation of Sunni Islam. The government continues to use criminal charges of blasphemy to suppress any dialogue between dissenting viewpoints, with a new law helping drive home the goal of silence.”


    Melihat kunjungan Raja Salman beberapa hari terakhir memang cukup mengejutkan. Raja Salman mau bersalaman dengan Puan yang perempuan, berwisata ke Bali dan melanjutkan tour-nya ke China. Nampaknya Raja Salman lebih moderat ketimbang sebagian umat Islam disini. Beliau juga mau bertemu dengan tokoh-tokoh lintas agama yang ada di Indonesia bahkan memuji toleransi beragama di Indonesia.

    Tentunya pujian terhadap toleransi keberagaman di Indonesia menjadi angin segar bagi masyarakat Arab. Terbukti dengan dijadikannya topik tersebut sebagai headline pada beberapa media berbahasa Arab. Arab Saudi bisa belajar dari bangsa Indonesia bahwa Islam bisa hidup berdampingan dengan umat lain.

    Memang masih ada kasus-kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia yang dilakukan oleh oknum-oknum dengan tujuan  memecah belah NKRI. Kita masih ingat bagaimana kasus diturunkannya patung Buddha, atau kasus pembakaran rumah-rumah ibadah di beberapa tempat di Indonesia.

    Pujian Raja Salman dan tanggapan masyarakat Arab disana seharusnya menyadarkan kita dan membuat kita bersyukur. Bahwa kita memiliki nilai-nilai keberagaman yang tertuang dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa ini. Seharusnya kita belajar dari pengalaman buruk negara-negara Timur Tengah yang luluh lantak karena perpecahan. Indonesia itu jauh lebih beragam dibandingkan masyarakat di negara-negara Arab sana. Mereka ingin seperti kita yang dapat hidup damai dengan saling berdampingan, tapi lucunya ada saja orang Indonesia yang ingin seperti di Timur Tengah sana.



    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pujian Raja Salman Atas Toleransi di Indonesia Menjadi Headline Media Saudi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top