728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Maret 2017

    Percekcokan Antar Pendukung Sendiri, Anies Tidak Bisa Mengendalikan Kubunya

    Anie Baswedan yang sekarang sangat berbeda dengan Anies Baswedan yang dulu ketika masih di kubu Jokowi. Saat kampanye pertama dimulai Anies menjanjikan sebuah pertarungan yang elegan, ide lawan ide. Tapi pada kenyataannya pendukung Anies terus melontarkan fitnah demi fitnah hingga menolak jenazah. Anies nampak tidak berdaya menghadapi pendukungnya sendiri. Mengapa demikian?

    Dibelakang Anies Baswedan ada PKS, Gerindra dan Perindo selain partai ada juga ormas-ormas Islam dari FPI hingga HTI. Lalu keluarga Cendana pun ada disana. Keseluruhan pendukung yang beragam kepentingan ini bersatu dibelakang Anies Baswedan dengan satu pandangan “asal bukan Ahok”. Bagi mereka yang penting Ahok gak jadi Gubernur. Anies Baswedan selalu mengatakan bahwa ia mempersatukan berbagai kubu sehingga kelak Jakarta akan sejahtera dan damai. Benarkah begitu?


    Nyatanya antar pendukung Anies pun terlibat percekcokan. Misanya antara akun yang mengaku sebagai ustad Haris dan Rachel Maryam. Dimana ustad Haris ini mengaku dirinya sebagai anggota laskar sementara Rachel Maryam adalah anggota DPR dari Gerindra. Ustad Haris juga pernah diprotes oleh Pandji yang sejak awal mendukung Anies karena kerap membuat cuitan provokatif. Lalu Ustad Haris dituduh sebagai penyusup oleh sebagian pendukung Anies sebagai Ahokers. Tapi gak sedikit akun-akun lain yang mendukung cuitan ustad Haris dan malah berbalik menyerang Pandji seperti yang dilakukan oleh akun decolsin pada gambar berikut ini.

    Ustad Haris terlibat twitwar dengan Rachel, Ustad haris mengatakan bahwa nanti perda syariah akan diberlakukan jika Anies Baswedan terpilih. Rachel langsung protes dan meminta kampanye adu program serta elegan. Namun ternyata ustad Haris mengatakan bahwa ormasnya ada akad kontrak dengan Anies Baswedan. Lalu hari ini Anies Baswedan menyanggah adanya akad kontrak tersebut. Jadi kita bisa lihat adanya percekcokan antar mereka sendiri karena berbeda kepentingan. Disini pun Rachel malah diserang oleh pendukung Anies Baswedan aliran nganu itu. Seperti yang tampak pada gambar dibawah ini.


    Soal penolakan Jenazah pun demikian, beberapa minggu yang lalu mesjid-mesjid ramai dengan spanduk provokatif yang mengancam tidak akan menyolati umat Islam pendukung Ahok. Tidak hanya spanduk tapi juga melalui ceramah-ceramah di mesjid maupun di Twitter seperti cuitan ustad Tengku. Spanduk-spanduk tersebut sudah lama diprotes oleh pendukung Ahok yang muslim. Dan mencapai puncaknya saat benar-benar jenazah Hindun ditolak oleh pendukung Anies.

    Begitu juga pemaksaan dan ancaman, seperti ada yang dipaksa tandatangan diatas materai untuk memilih Anies nanti. Ada juga ibu-ibu yang dilarang berjualan karena memilih Ahok dan harus menyerahkan bukti foto bahwa ia mencoblos Anies nanti. Anies juga sebenarnya tidak nyaman dengan kampanye fitnah seperti gambar dibawah ini.

    Kalau melihat Anies Baswedan juga Pandji dan Rachel, sepertinya dia tidak nyaman dengan perilaku pendukungnya tapi di satu sisi dia pun seperti tidak digubris. Kampanye-kampanye gelap model seperti itu bukan atas permintaan Anies. Oleh karena itu Anies mengeluarkan pernyataan sikap kepada pendukungnya untuk menurunkan spanduk-spanduk provokatif. Dengan berusaha tidak menyalahkan pendukungnya tapi menyalahkan pendukung Ahok. 

    Namun Anies tidak digubris oleh pendukungnya mereka tidak menurunkan spanduk-spanduk tersebut dan melakukan protes keras ketika spanduk-spanduk tersebut diturunkan oleh Pemprov DKI. Salah satu yang protes sangat keras adalah Novel Bakmumin yang juga pendukung Anies.
    Nampaknya Anies idak digubrik oleh para pendukungnya. Wajar karena bukan dirinya yang pemimpin, ia hanya figur saja. Nampaknya ia sulit mengendalikan kekuatan-kekuatan yang ada dibelakangnya. Itu sebabnya dia sering plin plan, dan tidak digubris oleh pendukungnya. Anies Baswedan sebenarnya tidak ingin menggunakan cara-cara fitnah, pemaksaan, penolakan mayat tapi sepertinya ia sendiri tidak dapat berbuat apa-apa.

    Tentu ini menjadi penting bagi warga Jakarta, bagaimana jika Anies terpilih sebagai Gubernur kelak?
    Di belakang Anies ada kelompok-kelompok yang sepertinya tidak mampu lagi untuk dikontrol olehnya. Kelompok-kelompok tersebut pun memiliki kepentingan yang berbeda, ada yang ingin mendirikan khilafah, ada yang ingin memperkaya diri, ada yang ingin jadi Presiden, ada yang asal bukan Ahok dan banyak kepentingan lainnya dibelakang Anies. Kekuatan dibelakang Anies pun mau mendukung Anies sebenarnya justru karena Ahok. Lebih tepatnya mereka bersama-sama melawan Ahok, bukan mendukung Anies.

    Sepertinya dia justru tersandera oleh kekuatan-kekuatan di belakangnya.



    Penulis : Gusti Yusuf Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Percekcokan Antar Pendukung Sendiri, Anies Tidak Bisa Mengendalikan Kubunya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top