728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Maret 2017

    Parah, Nelayan Asli Mendukung Reklamasi, Anies Malah Sebut Mereka Tidak Paham

    Salah satu program unngulan pasangan calon nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga uno adalah menolak reklamasi. Menurut mereka, reklamasi adalah program yang tidak berdasarkan asas keadilan. Banyak nelayan yang kehilangan pencarian nafkah hidupnya karena disebabkan oleh reklamasi.

    Bambang Widjojanto selaku juru bicara pasangan Anies-Sandi menyebut, Setelah adanya pengurukan tanah dan pembangunan sejumlah real estate di kawasan itu, banyak keluhan dari nelayan. Terutama dari nelayan yang memang berasal dari Jakarta Utara. Mereka kesulitan untuk mendapatkan hasil tangkapan di laut karena adanya reklamasi.

    “Jadi yang paling dirugikan siapa? Nelayan,” ujar pria yang akrab disapa BW itu.

    Pernyataan Bambang ini dipertegas lagi oleh Anies ketika dia menghadiri Parade Nelayan Tolak Reklamasi di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (8/2/2017). Mantan Mendikbud itu menyebut, ada lebih dari 15 ribu nelayan di Jakarta yang merasakan dampak reklamasi. Ia mengatakan seharusnya pemerintah bisa melindungi semua masyarakat.

    “Itu artinya para nelayan yang paling merasakan dampak dari reklamasi. Lebih dari 15 ribu nelayan di Jakarta merasakan dampak reklamasi. Kita ingin Jakarta melindungi semuanya, bukan hanya sekelompok orang,” kata Anies.

    “Kita ingin semua merasakan kemajuan. Dan mengajak seluruh warga Jakarta. Mari kita tegaskan. Bukan hanya menolak reklamasi, tapi mendukung pasangan calon yang menolak reklamasi,” tegas Cagub nomor urut 3 itu.

    Wajar saja memang kalau kubu Anies-Sandi mengambil program menolak reklamasi. Isu ini memang menjadi salah satu isu hangat sejak lama. Kita masih ingat bagaimana sebelumnya Gubernur non aktif Basuki Tjahaya Purnama harus bersitegang dengan Rizal Ramli, Menko Kemaritiman pada saat itu. Ahok yang dengan tegas menyatakan akan melanjutkan reklamasi karena merupakan program warisan dan sudah ada ketentuan hukumnya ditentang habis-habisan oleh Rizal Ramli.

    Perseteruan berakhir ketika pada akhirnya Rizal Ramli direshuffle Presiden Joko Widodo dengan Luhut Binsar Panjaitan. Pergantian ini juga turut serta melancarkan program reklamasi yang merupakan program sinerdis dengan pemerintah pusat. Bisa dikatakan, program reklamasi ini ada kaitannya dengan program tanggul laut raksasa yang dikonsep pemerintah pusat dan DKI untuk menyelamatkan DKI Jakarta dan daerah sekitarnya dari ancaman air laut.

    Sederhananya, penolakan reklamasi sama saja tindakan perlawanan terhadap pemerintah pusat. Keinginan Anies-Sandi yang menolak reklamasi tentu saja akan menjadi perselisihan panjang dengan pemerintah pusat yang bisa saja berakibat macetnya program tanggul laut raksasa bergambar Garuda tersebut. Apalagi proyek tanggul laut raksasa akan dimulai tahun ini.

    Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban

    NELAYAN ASLI DUKUNG REKLAMASI

    Nelayan asli yang sudah lama tinggal di kawasan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, memiliki pandangan yang berbeda dengan Anies-Sandi terkait reklamasi. Warga Muara Angke mendukung kelanjutan proyek reklamasi asal diikutsertakan dalam setiap pembahasannya.

     Tokoh nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Syarifuddin Baso, menyebut bahwa penolakan reklamasi adalah hanyalah sekedar aksi mendulang suara saja. Masalah lingkungan dan sulitnya mencari ikan tidak ada kaitannya dengan reklamasi. Bahkan para nelayan berharap berbagai proyek reklamasi akan menjadi pusat bisnis baru yang mampu menopang kehidupan keluarga mereka.

    “Intinya kami menolak diperalat dalam politik Pilkada DKI karena sebagian besar nelayan asli tak lagi mempersoalkan reklamasi,” kata Syarifuddin Baso seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/3).

    Isu penolakan reklamasi sebenarnya sudah tidak perlu lagi dipersoalkan karena masalah ini sudah sangat jelas tidak ditolak oleh nelayan asli di Muara Angke. Yang ikut penolakan itu adalah nelayan pendatang yang tidak tahu kondisi sebenarnya Teluk Jakarta.

    Sejak tahun lalu sudah ada pernyataan bahwa reklamasi memang tidak ada ruginya dan sudah bulat didukung oleh nelayan asli di daerah Teluk Jakarta. Sesepuh sekaligus tokoh masyarakat di Muara Angke, Arpani Said (69), mengaku heran dengan adanya warga yang menolak reklamasi pulau. Menurut Arpani, ribut-ribut penolakan yang dulu terjadi kebanyakan dibuat-buat oleh Nelayan luar dan sejumlah LSM.

    “Sekarang warga sini dan sesepuh-sesepuh disini sudah bulat mendukung reklamasi. Sebab memang tak ada ruginya,” kata Arpani ketika ditemui Wartakotalive.com di rumahnya di kawasan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (9/2/2016).

    ANIES SEBUT NELAYAN ASLI TIDAK PAHAM SUBSTANSI MANFAAT PENOLAKAN REKLAMASI

    Lalu apa tanggapan Anies terkait penolakan ini??

    Seperti biasa, Anies merasa diri paling tahu dan paling pandai terhadap apa saja. Anies menyebut bahwa apa yang disampaikan para nelayan asli tersebut hanyalah sekedar pandangan sekelompok orang. Pihaknya, kata Anies, tetap fokus pada substansi persoalan yang dihasilkan reklamasi.

    “Jadi keputusan-keputusan setuju atau tidak itu lebih dari sekedar adanya pandangan sekelompok orang, tapi lebih dari apa subtansi manfaatnya,” kata Anies.

    Anies mengklaim, substansi penghentian reklamasi semata-mata ditujukan untuk perbaikan lingkungan hidup, mengurangi ketimpangan sosial, dan memberi kesempatan yang sama bagi warga Jakarta.

    Klaim Anies tersebut sebenarnya adalah klaim yang sudah sangat usang. Seperti yang saya sampaikan di atas, hal ini sudah tidak lagi menjadi sebuah substansi perbaikan lingkungan hidup, ketimpangan sosial bagi nelayan asli. Karena mereka malah berharap reklamasi menolong kesulitan mereka saat ini dalam mencari ikan di Teluk Jakarta.

    Apakah Anies yang bergelar Doktor ini merasa bahwa para nelayan ini tidak paham makna substansial manfaat reklamasi?? Apakah Anies merasa lebih tahu bagaimana sebenarnya kondisi Teluk Jakarta dan reklamasi daripada nelayan yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal disana?? Sebandingkah pemahaman substansial manfaat reklamasi Anies yang baru saat Nyagub bicara reklamasi dengan mereka yang sudah membahas isu ini bertahun-tahun??

    Anies saya pikir harus belajar mengurangi banyak bicara dan memperbanyak mendengar. Mendengar pun jangan dari nelayan pendatang dan aktivis LSM yang tidak tinggal lama di daerah Teluk Jakarta. Kalau memang mengusung asa keadilan, dengar juga dari nelayan asli yang ada di muara angke. jangan karena sudah tahu mereka mendukung reklamasi, malah tidak didatangi dan dimintai pendapatnya.

    Jangan gara-gara ada nelayan pendatang, nelayan asli yang sudah lama tinggal di daerah Teluk jakarta dicuekin. Sama seperti kalau sudah punya gebetan isteri muda jangan lupa dengan isteri tua. Nanti malah senasib dengan Gatot Pudjo Nugroho yang terpuruk karena isteri mudanya. Eh, bukan berarti saya menyinggung Anies punya isteri muda yah. Saya cuman mengibaratkan saja. hehehe..

    Semoga warga Jakarta bisa paham melalui tulisan ini dan pernyataan para nelayan asli tersebut. Isu penolakan reklamasi hanyalah sebuah usaha untuk mendulang suara. Asas keadilan hanya sekedar isapan jempol mANIES dan penu SANDIwara.

    Salam Reklamasi.


    Penulis : Palti Hutabarat  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Parah, Nelayan Asli Mendukung Reklamasi, Anies Malah Sebut Mereka Tidak Paham Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top