728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 31 Maret 2017

    Pansel Tidak Loloskan Ketua Bawaslu Mantan FPI, DPR Meradang Dan Curigai Panse

    KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
    Anggota Tim Panitia Seleksi komisioner KPU-Bawaslu dalam rapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
    Proses seleksi yang dilakukan oleh tim Panitia Seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah selesai. Tim Pansel sudah memutuskan 14 nama calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu yang telah ditetapkan. Proses seleksi yang panjang ini ternyata menjadi sebuah hal yang perlu digali oleh komisi II DPR RI.

    Penggalian dilakukan oleh sejumlah fraksi di DPR mempertanyakan proses seleksi yang dilakukan Pansel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II dan Pansel pada Kamis (30/3/2017). Penggalian ini dilakukan karena DPR mencurigai tidak masuknya nama Ketua Bawaslu, Muhammad. DPR curiga bahwa tidak lolosnya Muhammad ada kaitan dengan latar belakangnya sebagai mantan anggota FPI.

    DPR mencecar pansel dan mempertanyakan bagaimana proses seleksi berlangsung sehingga seorang sebagus Muhammad tidak lolos dalam seleksi. Apalagi Bawaslu sebagai mitra kerja Komisi II, tak pernah mendapatkan catatan negatif terkait kinerjanya. Bahkan, Komisi II menilai Bawaslu sudah bekerja dengan baik.

        “Masa sih Ketua Bawaslu enggak lolos? Tapi saya mau konfirmasi, di mana letaknya Ketua Bawaslu tidak lolos? Di tahap mana dia tidak lolos, Pak? Apa yang menyebabkan dia tidak lolos? Ketua Bawaslu yang selama ini sudah ter-publish kinerjanya,” kata Yandri.

        “Menurut saya, Beliau cukup baik, cakap dan menguasai. Prof Muhammad. Saya lihat dia enggak lolos,” ujar Zulkifli Anwar pada rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

    Untuk diketahui, Ketua Bawaslu, Muhammad, memang sempat heboh di media sosial terkait kedekatannya dengan FPI. Bahkan statusnya sebagai mantan anggota FPI menjadi viral dan menyebabkan ketakutan akan adanya ketidaknetralan komisioner KPU ke depannya. Muhammad sendiri mencalonkan diri menjadi komisioner KPU.

    Muhammad sendiri tidak membantah kedekatannya dengan FPI dan mengaku pernah menjadi anggota FPI. Bahkan Muhammad pernah hampir dilantik menjadi anggota dewan kehormatan FPI Kota Makassar. Tetapi hal itu urung dilakukan karena Muhammad mengundurkan diri.

        “Sebelum menjadi Bawaslu saya pernah (menjadi anggota FPI, red). Tapi saya sudah berhenti. Saya tidak pernah dilantik dan (memiliki,red) surat keterangan (sebagai anggota,red). Jadi sebelum Bawaslu dan itu sudah klir,” ujarnya menjawab pertanyaan anggota Timsel KPU Erwan Agus Purwanto di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat.

        “Saat dikonfirmasi yang bersangkutan mengakui, tapi dia menyampaikan mengundurkan diri sebelum dilantik menjadi anggota dewan kehormatan FPI Kota Makassar,” ujar Erwan kepada cnnindonesia.com, Rabu (25/1).

    Meski hal tersebut menjadi pertanyaan dan kemungkinan juga menjadi pertimbangan, Pansel menolak disebut menyeleksi orang berdasarkan latar belakangnya. Pansel juga menolak membukakan data karena hal itu sifatnya hanya untuk internal Pansel.

    Anggota tim panitia seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ramlan Surbakti, membantah jika pihaknya membeda-bedakan calon berdasarkan latar belakang calon tersebut.

        “Bagi saya pribadi, tak ada masalah. Karena Muhammad ini, saya promotornya. Dia mahasiswa saya dulu. Jadi saya kenal banyak,” kata Ramlan.

        “Tapi kami tidak bisa membuka data yang kami miliki,” ucapnya.

    Keputusan Pansel yang tidak meloloskan Ketua Bawaslu, Muhammad, menurut saya adalah keputusan yang tepat. Meski menegaskan bukan karena latar belakangnya yang adalah seorang mantan FPI, saya tetap berpendapat bahwa latar belakangnya sebagai mantan FPI itulah yang seharusnya menjadi pertimbangan utama. Mantan anggota FPI dengan ideologinya yang anti NKRI dan Pancasila tidak serta merta hilang begitu saja.

    Apalagi jika Muhammad ini lolos dan melakukan fit and proper test di DPR kemungkinan lolosnya sangat besar. Hal ini bukan hanya dapat dilihat dari pertanyaan anggota komisi II yang mempertanyakan tidak lolosnya Muhammad, tetapi juga karena DPR seperti tidak masalah dengan kehadiran FPI. Bahkan beberapa partai memiliki kedekatan dengan ormas FPI ini.

    Ideologi FPI yang menganut ideologi tertutup dan tidak sejalan dengan semangat kebhinekaan menjadi sebuah ancaman serius bagi NKRI. Meloloskan mantan kadernya menjadi komisioner KPU akan berpeluang membuat Pemilu 2019 berjalan tidak baik. Sekali lagi karena masalah ideologi tidak begitu mudahnya hilang dari diri seseorang. Apalagi jika ditambah melihat kinerja bawaslu selama ini yang kurang begitu baik.

    Kinerja bawaslu tidak begitu baik jika kita melihat contohnya di Pilkada DKI. Spanduk SARA, kampanye SARA, kampanye money politik begitu bebas terjadi tanpa ada tindakan tegas dari Bawaslu DKI. Bawaslu pusat sebagai supervisi bawaslu daerah pun seperti membiarkan dan tidak ada melakukan supervisi berarti. Pada akhirnya Ketua Bawaslu DKI kena sidang etik oleh DKPP.

    Semoga para calon komisioner KPU dan Bawslu pilihan pansel ini merupakan calon-calon terbaik yang memegang teguh ideologi Pancasila dan kebhinekaan. Tidak disusupi oleh kader amupun simpatisan dari ormas intoleran dan anti Pancasila dan NKRI seperti FPI. Demi Pemilu 2019 yang baik tanpa isu SARA.

    Salam Pansel.



    Penulis :  Palti Hutabarat  Sumber: Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pansel Tidak Loloskan Ketua Bawaslu Mantan FPI, DPR Meradang Dan Curigai Panse Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top