728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 04 Maret 2017

    Pak Prabowo, dalam Sosok Pak Jokowi Ada Jiwa Bung Karno, Lho!

    Tahun 2014 menjadi tahun yang tidak akan pernah saya lupakan. Pertama, di Piala Dunia 2014, tim sepak bola jagoan saya yakni Spanyol harus pulang kampung lebih cepat padahal waktu itu lebaran masih lama. Kedua, di Pilpres 2014, saya harus kehilangan banyak teman-teman “sejati” gara-gara Jokowi. Iya, hanya gara-gara beda jagoan di pilpres 2014, teman-teman banyak yang menjauhi saya. Bahkan sampai sekarang.

    Di Pilpres 2014 yang lalu saya memilih Jokowi sedangkan teman-teman saya banyak yang memilih Prabowo. Alasan mereka cukup jelas, presiden harus tegas. Dan mereka melihat ketegasan tersebut ada dalam sosok Prabowo yang memiliki latar belakang tentara. Sedangkan saya memilih Jokowi karena Jokowi sederhana dan merakyat. Jadi cocok jadi presiden yang memang harus dekat dengan rakyat.

        Baca Juga : (Analisis) Kejanggalan Undangan Atas Nama Rizieq yang Beredar di Dunia Maya

    Dan bisa di tebak, kami sering beradu argumen. Baik dalam bentuk tulisan maupun meme-meme. Ujung-ujungnya akun Facebook saya di blokir sama teman-teman.

    Salah satu gambar atau foto yang paling saya ingat di Pilpres 2014 lalu adalah foto Prabowo yang menunggangi kuda dengan latar belakang foto Bung Karno yang sedang mengobarkan semangat nasionalisme. Sedangkan disampingnya ada tulisan “Ingatlah… Ingatlah… Ingat pesanku lagi : Jika engkau cari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan akan membelamu diatas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu.” Ir Soekarno Presiden Indonesia ke-1.

    Foto tersebut di kirim oleh teman saya lewat BBM. Dengan mengirim foto tersebut, saya menduga teman saya berusaha membuat saya percaya bahwa dalam diri Prabowo tersebut ada sosok sang proklamator Bung Karno. Kalau Prabowo jadi presiden, Indonesia akan kembali disegani oleh negara asing.

    Apa benar Prabowo mirip Bung Karno?

    Di pilpres 2014 kemaren memang beredar isu kalau Amerika takut dengan Prabowo dan mereka akan berusaha mencegah agar Prabowo tidak menjadi presiden Indonesia. Kalau isu itu benar, berarti Prabowo adalah sosok yang disarankan oleh Bung Karno untuk di pilih menjadi pemimpin. Karena Bung Karno pernah berpesan “Carilah pemimpin yang di takuti asing”.

    Selain itu beredar juga isu kalau Amerika memuji-muji Jokowi dan mereka akan berusaha agar Jokowi bisa menjadi presiden Indonesia. Kalau isu itu benar, berarti Jokowi adalah sosok yang tidak sarankan oleh Bung Karno untuk di pilih menjadi pemimpin. Karena layak di pilih menjadi pemimpin. Karena Bung Karno pernah berpesan “Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu”.

    Karena tidak ingin termakan isu yang belum di ketahui kebenarannya, makanya saya berusaha menggali informasi sebanyak mungkin. Dari informasi yang saya cari dan saya telusuri, waktu itu saya menganalisa seperti ini :

    Prabowo di takuti Amerika bukan karena Amerika tidak ingin melihat Indonesia jaya kembali tapi ada kaitannya dengan pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo pada masa lalu. Walaupun sampai sekarang, Prabowo belum terbukti salah atau benar nya dalam masalah itu. Sedangkan Amerika memuji Jokowi karena prestasinya selama menjadi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta.

    Lagian, kenapa kita mesti membenci negara asing. Sekarang kan bukan zaman perang lagi. Kita bisa menjalin persahabatan dengan negara asing selama itu menguntungkan dan tidak merendahkan harga diri bangsa sendiri.

        Baca Juga : Ngerti Ilmu Protokoler Negara Tapi Bicara Konyol, Ada Apa Dengan Jonru (AADJ)?

    Analisa tersebut lah yang membuat saya tetap meneguhkan hati untuk memilih Jokowi. Dan pilihan saya tersebut tidak sia-sia. Sekarang saya melihat sendiri, dalam sosok Jokowi ada jiwa Bung Karno yang bersemayam. Ini beberapa buktinya :

    Bangsa samudera

    Bung Karno tahun 1963 menyatakan kembali menjadi bangsa samudera. Nah, sekarang Jokowi tengah berusaha mewujudkan impian Bung Karno tersebut. Jokowi mencanangkan agar Indonesia menjadi poros maritim dunia. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Jokowi sedang gencar-gencarnya membangun pelabuhan demi pelabuhan agar setiap pulau bisa terhubung.

    Negara berdaulat

    Bung Karno paling tidak suka kedaulatan negara kita di injak-injak oleh negara lain. Termasuk negara tetangga kita, Malaysia. Begitu juga dengan Jokowi. Kapal Malaysia mencuri ikan di perairan Indonesia, siap-siaplah akan di tenggelam kan oleh Bu Susi.

    Tuan di rumah sendiri

    Bung Karno selalu mengatakan “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak”.

    Pertarungan antara Jokowi beserta dengan jajaran menteri nya dengan Freeport adalah kisah nyata untuk membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang besar harus menjadi tuan di rumah sendiri. Freeport boleh berbisnis di Indonesia, tetapi harus tunduk pada aturan hukum yang ada di Indonesia. Jangan karena selama ini tidak ada yang bisa “menggoyang” Freeport membuat Freeport keras kepala. Zaman telah berubah. Bagi negara besar seperti Indonesia, Freeport tak lebih dari seekor kucing yang berlagak seperti seekor singa.

    Dari Sabang sampai Merauke

    Bung Karno juga selalu mengatakan “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampi Merauke”.

    Di akui atau tidak, di zaman Jokowi lah kita melihat sila ke 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia di implementasikan. Presiden silih berganti, tapi hanya Pulau Jawa yang selalu diperhatikan. Pembangunan selalu di fokus kan di Pulau Jawa. Sedangkan luar Pulau Jawa terutama Papua, selalu di anak tirikan. Baru pada zaman Jokowi lah, Papua benar-benar di perhatikan. Jokowi telah menyadarkan kita bahwa Indonesia itu mulai dari Sabang sampai Merauke seperti yang diucapkan Bung Karno. Sesama wilayah Indonesia tidak boleh ada perbedaan perlakuan.

    Di segani negara asing

    Bung Karno adalah pemimpin Indonesia yang sangat di segani oleh negara asing. Sekarang segan nya negara asing menurun kepada Jokowi. Iya, Jokowi adalah pemimpin Indonesia yang di segani negara asing saat ini. Walau pun sosoknya “ndeso” tapi prestasinya tingkat dunia. Jokowi memang kelihatan lemah lembut tapi tegas dan keras kepala. Malaysia dan Australia pernah merasakan “keras kepala” nya Jokowi. Tidak lama lagi Amerika juga akan merasakan ketegasan Jokowi lewat Freeport nya.

    ***

    Jokowi tidak perlu memakai pakaian seperti Bung Karno untuk mendapat pengakuan bahwa beliau terinspirasi dari sosok sang proklamator tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Prabowo di Pilpres 2014 yang lalu. Jokowi hanya perlu menjadi diri sendiri dan tidak macam-macam. Kami sebagai rakyat Indonesia telah melihat ada jiwa Bung Karno dalam sosok Jokowi.

    Begitulah kura-kura (tanpa) ninja.


     Penulis : Muhammad Hatim   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pak Prabowo, dalam Sosok Pak Jokowi Ada Jiwa Bung Karno, Lho! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top