728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 23 Maret 2017

    Namanya Masuk dalam Bursa Capres 2019, Ahok Cuma Bilang Begini…

    Selain Jokowi, ada beberapa pemimpin daerah (gubernur, bupati dan walikota) yang mempunyai kerja nyata dan layak untuk menjadi RI 1. Salah satunya adalah Ahok. Tapi ketika nama Ahok masuk ke dalam daftar tokoh yang dianggap layak menjadi calon presiden berdasarkan survey yang diselenggarakan Indo Barometer. Ahok hanya bilang begini :

    “Memang (berniat nyapres). (Mau jadi) presiden direktur gue ha-ha-ha,” kata Ahok di jalan Proklamasi Nomor 53, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017)

    Kalau saya lihat-lihat, semakin kesini Ahok semakin “mirip” dengan Jokowi. Tidak terlalu memikirkan apa yang masih jauh ke depan. Tapi fokus mengerjakan apa yang telah diamanahkan masyarakat kepadanya saat ini.

    Ada baiknya kalau Ahok banyak-banyak belajar dari Jokowi yang kalem tapi mematikan sehingga tidak mudah diserang oleh pihak lain yang tidak suka dengannya. Lihat saja Jokowi, lebih banyak bekerja daripada berbicara. Kalau ada yang ngomong jelek tentangnya, Jokowi santai saja. Mungkin Jokowi yang tidak menanggapi omongan haters punya prinsip “Aku tidak punya waktu membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku”.


    Selain ingin fokus mengerjakan apa yang telah diamanahkan masyarakat kepadanya saat ini, Ahok juga telah berulang kali mengatakan keinginannya untuk bekerja di perusahaan swasta jika tidak terpilih menjadi gubernur di Pilgub DKI 2017 yang saat ini telah memasuki putaran kedua dengan menyisakan dua paslon. Yakin Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

    Beberapa waktu lalu bahkan Ahok menyebut bahwa dirinya sudah ditawari pekerjaan dengan gaji Rp. 250 juta perbulan di luar bonus.

    Gaji yang sangat besar tentunya. Bagi sebagian orang, sudah pasti memilih gaji Rp. 250 juta perbulan + bonus dibandingkan jadi gubernur. Sudah kerja  siang malam, di caci maki lagi. Tapi Ahok bukan orang seperti itu, karena jadi pemimpin adalah panggilan hati, semua rintangan akan dihadapinya dengan senang hati. Orang seperti Ahok ini punya prinsip kebahagiaannya tidak terletak dari jumlah uang yang diperolehnya tapi kebahagiaannya saat melihat masyarakat bisa merasakan apa yang dia rasakan. Misalnya, ketika birokrasi berjalan bagus, Ahok ingin masyarakat bisa merasakan hal itu. Itulah yang membuatnya bahagia.

    Saya pernah mengatakan kalau Ahok itu seperti uang. Lecek-lecek pun akan tetap di pungut orang. Diakui atau tidak, kita bisa melihat bagaimana potensi dan kinerja Ahok selama ini. Banyak perusahaan yang membutuhkan orang seperti Ahok untuk memimpin perusahaan mereka. Jakarta yang besar saja bisa Ahok urus, apalagi cuma sebuah perusahaan. Begitu kira-kira perumpamaannya.

    Kalau Ahok tidak jadi gubernur lagi, siapa yang akan rugi? Ya, masyarakat Jakarta. Ahok mana bisa rugi. Toh sudah ada yang menawarinya gaji besar + bonus. Rugi dari mananya.

    ***

    Survei Indo Barometer yang dilakukan di 34 provinsi dalam kurun waktu 4 s/d 14 maret 2017 memiliki 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 3% ini menggunakan bebebapa pertanyaan yang diajukan secara terbuka sehingga responden bisa menulis sendiri jawabannya.


    Hasilnya, sebanyak 31,3% responden memilih Joko Widodo masih layak memimpin Indonesia. Hal ini akibat dari kerja nyata presiden yang bisa di lihat langsung oleh masyarakat.

    Di urutan kedua ada nama Prabowo Subianto. Hal ini tidak lah mengherankan karena masih banyak warga negara kita yang beranggapan bahwa presiden yang latar belakangnya militer adalah presiden yang tegas dan berwibawa. Pilpres 2019 nanti bakal menjadi ajang yang menarik. Melihat ambisi Prabowo yang masih menggebu-gebu ingin jadi presiden, pertemuan dengan Jokowi di Pilpres 2019 adalah hal yang tidak bisa di elakkan lagi.

    Di tempat ketiga ada nama Ahok yang dipilih oleh 8,3% responden. Hal ini juga tidak mengherankan. Kita bisa berkaca dari prestasi, kinerja dan potensi seorang Ahok. Tiga hal tersebutlah yang kemungkinan besar dilihat responden sehingga Ahok layak menjadi salah satu calon presiden yang pantas untuk dipertimbangkan.

    Tapi masalahnya, di 2019 nanti kemungkinan Ahok tidak akan maju kecuali jadi calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi. Ini baru kemungkinan, lho.

    Saya melihat Ahok itu orang yang berkeinginan kuat. Kalau terpilih lagi jadi gubernur, Ahok mungkin akan tetap menyelesaikan kerja nya di DKI Jakarta. Menata ibukota sehingga bisa menyamai Singapura. Saya rasa hal inilah yang paling tepat dilakukan oleh seorang Ahok.

    Bagaimana menurut anda?


    Penulis : Muhammad Hatim  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Namanya Masuk dalam Bursa Capres 2019, Ahok Cuma Bilang Begini… Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top