728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 Maret 2017

    Nama-Nama yang Disebut Menerima Uang Haram E-KTP dan Besarnya

    Setya Novanto disebut Jaksa KPK memiliki peran dalam mega korupsi e-KTP. Ternyata uang hasil korupsi e-KTP menjadi bancakan banyak pihak.

    Jumlah orang yang terlibat mega korupsi ini tidak tanggung-tanggung.

    Gamawan Fauzi, Diah Anggraini, Dradjat Wisnu Setyawan beserta 6 orang anggota panitia pengadaan, Husni Fahmi beserta 5 orang anggota tim teknis, Johannes Marliem, Anas Urbaningrum, Marzuki Ali, Olly Dondokambey, Melchias Marchus Mekeng, Mirwan Amir, Tamsil Lindrung, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno, Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Arief Wibowo, Mustoko Weni, Rindoko, Jazuli Juwaeni, Agun Gunandjar Sudarsa, Ignatius Mulyono, Miryam S Haryani, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, Markus Nari, Yasonna Laoly, dan 37 anggota Komisi II DPR

    Hal tersebut tercantum pada surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017), 2 terdakwa yaitu Irman dan Sugiharto disebut memperkaya orang lain atau korporasi. Ada banyak pihak yang disebut mulai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), DPR, hingga pihak swasta.

    Uang korupsi e-KTP kemudian mengalir ke korporasi-korposari. Perusahaan yang menerima aliran dana tersebut adalah perusahaan yang ditunjuk untuk menangani pengadaan e-KTP.

    Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut: Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI), PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Artha Putra, PT Sucofindo, manajemen bersama Konsorsium PNRI
    Terdakwa Irman dan Sugiharto melakukan korupsi bersama-sama Andi Agustinus atau Andi narogong sebagai penyedia barang dan jasa pada Kemendagri, Isnu Edhi Wijaya selaku ketua konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI, Diah Anggraini selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri, Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar, dan Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua panitia pengadaan barang dan jasa di lingkungan Ditjen Dukcapil tahun 2011. Namun sejauh ini, nama-nama selain 2 terdakwa itu belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
    (sumber)
    Dari sekian banyak orang yang terlibat kasus korupsi, hanya satu orang yang namanya tidak terlibat karena sejak awal dia tidak setuju proyek e-KTP ini. Ahok sejak awal menolak proyek e-KTP ini dan terbukti proyek tersebut dijadikan bancakan beramai-ramai para anggota DPR. Jadi wajar hasil survei menunjukkan lembaga DPR adalah lembaga paling korup. http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39189729

    “Sebagian besar masyarakat menempatkan DPR di peringkat pertama lembaga negara yang dianggap korup, diikuti birokrasi pemerintah, dan DPRD. Dalam survei GCB yang dilakukan sebelumnya 2013, kepolisian dianggap sebagai pihak paling korup oleh para responden sedang DPR berada di peringkat dua.”

    Jika benar-benar terbukti mega korupsi ini menyeret banyak nama di DPR maka kita dapat ambil sebuah kesimpulan sederhana saja.

    AHOK MEMANG ANTI KORUPSI!!!! Silahkan anda berkoar-koar soal fitnah korupsi Ahok dari sumber waras hingga transjakarta, itu semua tidak ada buktinya. Sekarang lihat buktinya, Ahok memang bersih mega korupsi yang dia ada disana saat itu pun tidak mampu menggodanya bahkan dia didekati langsung oleh anggot DPR lainnya karena membuat gaduh. Ia diancam untuk dipindahkan ke komisi lain tapi beliau, Ahok tidak bergeming.



    Nama-nama besar yang terlibat dan jumlah uang yang diterima adalah sebagai berikut:

    Ganjar Pranomo: USD 520 ribu

    Olly Dondokembey: USD 1,2 juta

    Anas Urbaningrum: USD 5,5 juta

    Marzuki Alie: Rp 20 Miliar

    Jazuli Juwaini: USD 37 ribu

    Abdul Malik Haramaen: USD 37 ribu

    Teguh Djuwarni: USD 167 ribu

    Nu’man Abdul Hakim: USD 37 ribu.

    Ade Komarudin: USD 100 ribu

    Melcias Marchus: USD 14, Juta

    Gamawan Fauzi: USD 4,5 juta dan Rp 50 juta

    Yasonna Laoly USD 84 ribu.

    Dari total nilai proyek sebesar Rp 5,9 Triliun, kerugian negara sebesar Rp. 2,3 Triliun! dan yang dikembalikan hanya Rp. 250 Miliar. Pihak yang mengembalikan ada 5 korporasi, 1 konsorsium dan 14 perorangan. Sementara dari total pengembalian Korporasi dan konsorsium mengembalikan Rp. 220 Miliar dan 14 perorangan mengembalikan total Rp. 30 miliar.

    Saksi yang diperiksa sebanyak 280 orang, anggota DPR yang dipanggil sebanyak 23 orang dan hanya 15 orang yang memenuhi panggilan tersebut.

    Proyek e-KTP ini terjadi pada masa pemerintahan SBY. Namun yang mengecewakan adalah ada nama Ganjar Pranowo disana. Jadi persepsi bersih belum tentu benar-benar bersih, maka jadi pertanyaan apakah Cagub lainnya benar-benar bersih atau hanya persepsi belaka?

    https://news.detik.com/infografis/d-3442187/nama-nama-besar-yang-disebut-terima-duit-haram-e-ktp

    https://news.detik.com/berita/3442184/penikmat-uang-korupsi-e-ktp-dari-marzuki-alie-sampai-bendum-pdip


    Penulis : Gusti Yusuf Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Nama-Nama yang Disebut Menerima Uang Haram E-KTP dan Besarnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top