728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 13 Maret 2017

    Mungkin Memang Benar, Kampanye Negatif Merupakan Kepanikan

    Pilgub DKI memang saat ini menjadi hal yang paling “seksi” untuk dibahas, dan tidak sedikit orang, dari kelompok terkecil, hingga kelompok besar turut serta membicarakan tentang masalah ini. Bagaimana tidak, barometer untuk berbagai daerah di Indonesia yang diharapkan dapat menghasilkan generasi kepemimpinan yang dapat merubah negara ini, tengah berlangsung sekarang.

    Jangan salahkan jika kemudian pihak-pihak dari berbagai daerah kemudian sibuk untuk membahas Pilgub DKI, karena memang walaupun tidak berkaitan secara langsung, namun pembahasan mengenai hal ini dapat berimbas ke berbagai macam faktor kehidupan pihak yang turut serta di dalamnya. Sebut saja mengenai karir seseorang yang tadinya redup lalu kembali bersinar, atau malah karir seseorang yang tadinya bersinar menjadi redup. Sungguh membingungkan memang, suatu kancah perhelatan di satu tempat dapat memiliki efek nyata bagi hal yang lainnya.

    Mungkin banyak daripada kita heran dan bertanya-tanya, mengapa begitu besar konsentrasi banyak orang untuk memantau kejadian ini. Sebagian besar tentunya sudah paham dan mengerti, apalagi atau lebih tepatnya siapa lagi yang menjadi magnet kalau bukan petahana. Orang yang bekerja keras demi rakyat Jakarta, yang terlihat kejam namun memberikan kemampuannya yang terbaik demi kewajiban dan tanggung jawab yang dia emban. Sungguh sulit diterima, kalau orang seperti ini kemudian didiskreditkan sedemikian rupa hanya karena nafsu untuk memegang tampuk kekuasaan semata.

    Silahkan jika memang ada kinerja yang belum atau kurang maksimal, yang telah dilakukan oleh petahana dalam hal menata Jakarta, untuk kemudian dikritik dan dianggap kurang berhasil sehingga harus dicari penggantinya. Namun apabila sudah mengeluarkan cara-cara yang kurang elok, sebaiknya kita berkaca dan melihat apakah kita sudah lebih baik daripada dirinya.

    Melihat cara pesaing yang sedang melawan petahana, yaitu Cagub-Cawagub nomor urut 3, kelihatannya agak kurang pantas. Mungkin memang cara seperti apapun wajar-wajar saja digunakan jika tidak melanggar aturan yang sudah di tetapkan, namun apa yang dilakukan seakan bertolak belakang dengan apa yang dibicarakan. Tidak usah jauh-jauh memikirkan program yang akan dilakukan, cukup memanfaatkan isu yang sedang berhembus, lalu diberi bumbu sedikit, maka bisa langsung menghantam elektabilitas petahana.

    Mari kita lihat apa yang diutarakan oleh Cagub Anies Baswedan mengenai kampanye Pilgub ini.


    Sesuai judul artikel tersebut, Anies mengutarakan jika kepanikan mulai muncul apabila kampanye negatif sudah dilakukan. Mungkin banyak dari kita yang juga bertanya-tanya, apakah benar mengenai apa yang dikatakan oleh Anies, mengenai hal-hal yang mungkin bisa hilang jika petahana tidak terpilih kembali. Isu negatif yang tidak dapat dipastikan kebenarannya dan siapa yang memulainya, merupakan hal negatif seperti yang diutarakan oleh dia sendiri.

    Lebih elok jika beliau kemudian mengatakan bahwa beliau berkomitmen akan melanjutkan program petahana yang berguna bagi masyarakat, dan akan menambahkan “plus-plus” sesuai dengan yang ia janjikan, tanpa menyinggung mengenai isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Bisa saja isu itu dikeluarkan sendiri, diklarifikasi sendiri, untuk kemudian menguntungkan diri sendiri. Bila seandainya benar seperti itu, ya memang sah-sah saja, karena tidak melanggar peraturan, hanya yang kebanyakan etika saja yang melihat hal tersebut tidak pantas dikeluarkan hanya untuk meraup suara.

    Lain dari Cagub, lain pula dari Cawagubnya, seperti yang diutarakan di salah satu media.

    Tendensi yang berlebihan, kerap dilontarkan oleh Cawagub nomor urut 3 ini. Permasalahan dengan pebisnis yang selalu digembar-gemborkan oleh pihak yang kontra dengan petahana, kembali dilontarkan oleh Sandiaga Uno. Memang benar, banyak sekali isu mengenai pebisnis yang bekerjasama dengan petahana yang muncul di berbagai media. Isu tersebut memang isu yang paling empuk untuk dijadikan umpan bagi para pemilih yang kebanyakan sakit hati karena merasa kepentingannya tidak bisa dipenuhi.

    Jika kita melihat isu hangat yang sering diangkat untuk menjatuhkan petahana, kalau bukan tukang gusur, yang lain adalah antek pengembang. Dengan tensi sekarang ini, cukup diberikan pandangan bahwa petahana melakukan penggusuran karena memihak pengembang, maka banyak orang yang akan berpandangan bahwa pesaingnya memihak pada rakyat kecil. Hal ini yang dimainkan dengan baik oleh Cawagub nomor urut 3, karena latar belakangnya sebagai seorang pebisnis, maka orang akan lebih mudah percaya.

    Namun tentunya banyak fakta yang dihilangkan mengenai maksud dan tujuan dilakukan penggusuran, maupun dilakukannya kerjasama dengan para pengembang, yang tidak lain adalah untuk memanusiakan manusia yang sekarang ini terdaftar sebagai penduduk Jakarta. Segala macam kerjasama yang dirasa berguna untuk kemajuan Jakarta, dianggap tidak ada gunanya dan semua hanya untuk kepentingan segelintir orang semata.

    Terlebih lagi tanpa ada klarifikasi, tanpa ada bukti yang pasti, pernyataan itu dilontarkan oleh Sandiaga. Mungkin hal ini belum termasuk kampanye negatif seperti yang dimaksudkan oleh pasangan calonnya, hanya dia yang mengerti.

    Atau memang inilah kepanikan yang dimaksud?

    Silahkan para pembaca yang menerka-nerka.

    Begitulah kura-kura.



    Penulis : Ali Ridho    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mungkin Memang Benar, Kampanye Negatif Merupakan Kepanikan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top