728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Maret 2017

    Motor Tanpa DP Boleh, Kenapa Rumah Tanpa DP Dilarang?

    Pernyataan Anies selalu membuat ingin menulis. Entah mengapa oh mengapa.. Mungkin pernyataannya yang selalu lucu dan selalu membuka lubang untuk orang berkomentar. Diambil dari berita yang dikeluarkan oleh detik dengan judul yang sama dengan judul artikel ini.

    “Kenapa motor dan mobil tanpa DP itu boleh sedangkan rumah tanpa DP yang kita hadirkan dilarang? Kalau kebijakan kita berpihak kepada rakyat, kenapa harus dipermasalahkan,” tanyanya heran.

    Sebenarnya saya tidak pernah membaca ada larangan yang tegas ataupun secara resmi baik dari pemerintah maupun Bank Indonesia. Dari berita yang lalu, Gubernur BI hanya memberikan komentar mengenai pertanyaan wartawan mengenai Rumah tanpa DP. Dan Gubernur BI menjawab seharusnya Rumah tanpa DP tidak diperbolehkan karena ada peraturan yang melarang penjualan rumah tanpa DP dan bank swasta, negara maupun syariah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas kredit untuk uang muka pembelian properti.

    Tetapi pernyataan Gubernur BI sudah dibantah oleh Anies tentang pasal yang memperbolehkan bila masuk dalam program pemerintah daerah. Jadi secara undang-undang sudah tidak ada yang melarang. Mau bikin rumah tanpa DP, mau bikin rumah susun tanpa DP ataupun rumah burung tanpa DP juga boleh.

    Jawaban dari pertanyaan di atas, yang melarang siapa Pak? Marahin aja…

    Bila kita melihat secara seksama, motor dan rumah tidak bisa dibandingkan. Seseorang bisa membeli motor dengan cash jreng dan cukup ambil uangnya dari kantong celana.  Dibandingkan dengan rumah, pernahkah melihat orang beli rumah cash jreng dan membawa uangnya dalam kantong plastik?

    Harga sebuah motor bisa dicicil selama 5 tahun dan tidak akan memberikan beban yang terlalu berat bagi pembeli. Bahkan bila DP dimasukkan ke dalam cicilanpun tidak akan memberikan dampak terlalu besar pada bunga cicilan. Berbeda dengan rumah (rumah susun) yang uang mukanya saja sudah bisa buat beli empat buah motor bebek.

    Sekali lagi, tidak ada yang melarang untuk program tersebut dijalankan, cuma kita merasa aneh saja kenapa bisa keluar program seperti itu. Apalagi bila berhubungan dengan rakyat miskin. Sebelum mengeluarkan pernyataan di atas, Anies berbicara dalam konteks kondisi penghuni rumah susun yang memprihatinkan.

    “Penataan itu berbicara soal kemampuan. Saya datang ke rusun, kasihan sekali mereka korban penggusuran mau melaut saja susah, ongkos mahal,” kata Anies.

    Bayangkan Pak Anies, penghuni rusun yang kasihan sekali itu mau melaut saja susah karena ongkosnya mahal. Sekarang Bapak memberikan solusi agar mereka bisa mencicil rumah sendiri. Bayar sewa rusun susah, mau melaut mahal, kok malah disuruh bayar 2,3 juta sebulan. Bukannya melarang Pak… Cuma tidak masuk di logika dan akal sehat. Orang sudah miskin disuruh nyicil 30 tahun. Itu bukannya membantu, itu menjerumuskan orang yang sudah jatuh terus didorong masuk jurang.

    Selain itu, resiko penyimpangan dalam program rumah tanpa DP sudah terbayang walaupun belum dijalankan. Program rumah tanpa DP itu akan menjadi bisnis baru bagi para investor dan spekulan tanah. Mereka akan berbondong-bondong membeli rumah tanpa DP. Apalagi kalau DP dan bunganya disubsidi oleh pemerintah. Ditambah lagi dibangun di atas tanah pemerintah, tambah cakep. Berapa kerugian negara? Percuma pemerintah pusat berburu pajak, memaksa orang membayar pajak bahkan sampai mengancam akan dikerahkan seluruh pegawai pajak untuk memeriksa keuangan setiap perusahaan. Uang hasil pajak dibuang begitu saja.

    Mohon diingat, penghasilan pemerintah adalah dari pajak. Bila kekurangan dana, pemerintah hanya ada dua opsi, mencari uang dari warganya melalui jalur pajak atau dengan hutang luar negeri. Sehingga masyarakat yang telah membayar pajak, berhak untuk mempertanyakan program yang tidak jelas tujuannya. Jangan lupa kita sedang dalam proses pengadilan E-KTP yang merugikan negara triliunan. Masa kurang?

    Kira-kira begitu.

    Penulis :  Arif  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Motor Tanpa DP Boleh, Kenapa Rumah Tanpa DP Dilarang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top