728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 29 Maret 2017

    Miris! Demo Tolak Gereja Di Bekasi Diikuti 75 Persen Anak-anak?

    Sebenarnya berita ini sudah terjadi beberapa hari lalu, tapi karena beberapa hari ini saya agak sibuk dan baru sempat menulis sekarang, maka saya akan ulas sedikit. Demo-demo model begini sebenarnya sudah bukan barang baru lagi di negara ini. Mungkin saking seringnya kita melihat ini, bagi kita ini adalah semacam rutinitas yang sering terjadi.

    Demo ini berawal dari protes yang dilakukan terhadap rencana pembangunan Gereja Santa Clara di Jalan Lingkar Luar, Bekasi Utara. Penolakan pembangunan gereja tersebut berbuah pada munculnya gelombang demonstrasi hingga berujung ricuh. Akibat dari kericuhan itu 5 polisi dan sejumlah pendemo mengalami luka-luka akibat lembaran batu dan botol.

    Salah satu polisi bernama Aslan berusaha menahan mobil komando yang berusaha menerobos masuk ke halaman gereja. Aslan berusaha melakukan komunikasi, tapi massa tetap memaksa masuk sehingga Aslan mengambi kunci mobil komando. Karena emosi, massa melempar batu ke arah barisan polisi dan tepat mengenai wajah Aslan dan bibir robek.

    Terpaksa polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Bantuan dari polisi berseragam hitam bersenjata laras panjang, puluhan pasukan TNI juga ikut membantu pengamanan. Selalu saja begini, sudah dikerasin dan ditembakin gas air mata baru mau bubar. Kalau tidak, ngototnya minta ampun. Selalu ingin menang sendiri dan ingin keinginannya terpenuhi. Jika tidak terpenuhi, maka akan memaksa. Seiring emosi yang kian meningkat, terjadilah kerusuhan dengan prosedur standar yaitu lempar-lempar batu, botol atau benda lainnya yang ada di tangan. Sesudah timbul korban jiwa, baru mewek dan berteriak-teriak polisi zalim, padahal siapa yang sebenarnya lebih banyak memancing situasi seperti ini?

    Melihat siapa yang melakukan unjuk rasa ini, saya pun tidak terlalu kaget lagi. Unjuk rasa ini dilakukan massa yang tergabung dalam Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB) dan FPI. Lagi-lagi FPI. Mereka keberatan dengan izin pembangunan gereja, padahal walikota Bekasi sudah berkali-kali mengatakan bahwa izin pembangunan sudah sesuai prosedur hukum.

    Mirisnya, Kepolisian Resor Metro Bekasi mengatakan menyesal banyaknya anak-anak di bawah umur yang dilibatkan dalam demo tersebut. Dari pengamatan polisi pada demo tersebut, terdapat 75 persen pesertanya adalah anak-anak di bawah umur. “Rata-rata dari demonstran kemarin, 75 persen adalah anak-anak, santri laki-laki dan perempuan berjumlah 700 anak,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Erna Ruswing.

    Bayangkan! 75 persen itu setara dengan ¾ bagian dari total keseluruhan pendemo. Anak-anak disuruh ikut demo. Bukankah mereka harusnya fokus belajar, malah diajak melakukan kegiatan yang bukan menjadi tugasnya. Ada apa dengan negara ini? Saya jadi ngeri membayangkan ini. Bayangkan apa yang terjadi pada generasi-generasi yang dicekoki dengan aksi-aksi seperti ini? Ditakutkan akan muncul generasi-generasi perusuh yang kerjanya hanya bikin repot negara dengan tindakan intoleran seperti ini.

    Lihatlah sinetron-sinetron yang marak tayang di jam-jam puncak (prime time), banyak yang menyayangkan hal ini, banyak juga yang merasa sinetron memberikan pelajaran yang tidak mendidik pada anak-anak. Lalu bagaimana lagi dengan demo anarkis seperti ini? Bukankah efeknya jauh lebih mengerikan? Anak-anak sangat mudah menyerap sesuatu, lebih mudah mempelajari sesuatu. Baru umur segitu saja sudah diajak ikut demo yang berakhir ricuh sama saja menyemai benih yang tidak baik untuk generasi selanjutnya.

    Saya jadi teringat dengan visi Jokowi mengenai ekonomi RI yang akan masuk 4 besar ekonomi dunia di tahun 2045. Tahun 2045 sudah pasti Jokowi tidak lagi jadi Presiden, sudah tua. Sudah pasti negara ini akan dipimpin dan dikelola oleh, siapa lagi kalau bukan bibit-bibit muda. Generasi-generasi yang sekarang masih muda inilah yang akan melanjutkan pembangunan negara ini. Generasi yang seperti apa? Generasi yang terus diajari berbagai macam praktik kebencian dan intoleransi seperti mereka yang ikut demo? Jangan harap negara ini bisa maju. Saya tidak tahu apakah anak-anak ini ikut sendiri atau disuruh ikut, saya tidak tahu. Yang jelas, mereka harus segera dibina atau pemerintah harus turun tangan mengatasi ini kalau tidak mau generasi muda diajari hal-hal yang memprihatikan seperti ini. Jika tidak segera dianttisipasi dari sekarang, percayalah, hal seperti ini lama-lama akan meluas menjadi hal yang lumrah seperti halnya korupsi.

    Korupsi merajalela dan generasi muda yang salah didik. 2 hal ini saja sudah cukup untuk bikin repot di masa mendatang. Mau berharap ekonomi RI maju? Mungkin ini akan menjadi lelucon atau mimpi yang terlalu ketinggian kalau itu tidak diatasi. Mungkin kalau ada 7 bola naga terkumpul pun, sang naga akan menyerah tidak sanggup mengabulkannya.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Miris! Demo Tolak Gereja Di Bekasi Diikuti 75 Persen Anak-anak? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top