728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 Maret 2017

    Menunggu Terungkapnya Penyebar Spanduk Politik Jenazah, Semoga Anies Tidak Kejang-kejang

    Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta sedang menyelidiki siapa aktor dibalik politik jenazah yang sedang dan sudah ramai diperbincangkan dan terjadi di putaran Pilkada DKI Jakarta. Indonesia seraya tersentak dengan beredarnya spanduk berisi ancaman kepada umat muslim dari umat muslim saudaranya sendiri. Rata-rata spanduk ini berisi “masjid ini tidak mensholatkan kenazah pendukung dan pembela penista agama”.

    Spanduk ini cukup untuk memberikan efek yang cukup menakutkan, hanya karena persoalan Pilkada hingga urusan hidup mati seseorang ditentukan disini. Meskipun penulis sendiri tidak bertempat tinggal di Jakarta pasti akan memberikan efek yang sama dengan yang dirasakan oleh warga Jakarta itu sendiri. Dan yang pasti adalah geram, geram dengan ulah umat yang mendiskreditkan sesamanya, sesama muslim.

    Ada 147 spanduk bernuansa SARA yang saat ini sudah diturunkan oleh Satpol PP dibawah arahan plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. Spanduk yang memiliki isi provokatif dan hate speech ini sudah diberangus dari masjid maupun kampung di seluruh Jakarta. Sudah cukup rasanya konflik sosial antar sesama warga sesama umat dihentikan, dan menuju kepada Jakarta yang damai. (sumber)

    Kepolisian Metro Jaya sedang mendalami adanya aktor di balik semua ini, tetapi menurut kepolisian

        Polisi telah mengantongi aktor intelektual terkait penyebaran spanduk pelarangan menyalatkan jenazah. Saat ini orang tersebut tengah diselidiki terus oleh polisi.

        “Kita sudah mengantongi beberapa nama, saya tidak perlu sebutkan di sini, tapi kita akan selidiki yang bersangkutan. Kita akan coba olah secara analisa hukum tapi yang jelas begini, kita imbau kepada masyarakat agar tidak melakukan itu, karena itu bisa menimbulkan suatu konflik sosial,” terang Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

        Suntana tidak menyebutkan apakah aktor tersebut bagian dari politisi atau bukan. Ia mengatakan, polisi menyelidiki oknum tersebut secara objektif. (sumber)

    Siapapun orangnya, hal ini adalah contoh kampanye paling kejam yang ada di Indonesia, bagaimana tidak? Hidup mati, dan surga neraka ditentukan oleh pasangan calon gubernur DKI jakarta, dengan ketentuan kalau memilih Paslon nomor 2 berarti bisa dipastikan masuk neraka, dan memilih Paslon 3 berarti akan masuk surga.

    Kita dukung kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini karena ditakutkan cara-cara seperti ini bisa digunakan di daerah lain, cukup Jakarta yang dipaksa harus menerima kenyataan pahit ini, jangan sampai terulang lagi demi persatuan Indonesia. Karena sakitnya Jakarta adalah sakitnya Indonesia ini dikarenakan Jakarta adalah jantung pemerintahan Indonesia selayaknya untuk dijaga selalu keberlangsungan kehidupannya.

    Kepolisian menerima laporan dari masyarakat soal spanduk yang dinilai provokatif dan cenderung mendiskreditkan salah satu pasangan calon gubernur DKI. Polisi berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan instansi terkait, terkait spanduk-spanduk yang kian marak tersebut.

    Kita sudah menebak-nebak siapa yang menjadi aktor dibalik semua kekacauan ini apakah ini sistematis dilakukan oleh orang perorang atau memang kelompok tertentu yang tidak menginginkan Ahok untuk bisa menjadi gubernur Jakarta kembali.

    Orang awampun tahu sebenarnya ini adalah pergerakan yang didanai dan diprakarsai oleh seseorang disana yang saat ini sedang diselidiki oleh pihak Kepolisian Metro Jaya. Lihat saja dari warna spanduk, jenis tulisan, warna tulisan hingga teknik pemasanganpun punya satu kesatuan, seakan punya SOP sendiri dalam pemasangannya, contoh seperti di bawah ini :


    Dari segi tulisan, jenis huruf dan pewarnaan dari sebagian banyaknya spanduk yang beredar memiliki sebuah kesamaan, kesamaan yang sekiranya berasal dari satu sumber. Nah inilah yang ditengarai oleh kepolisian berasal dari satu pihak, kalaupun ada perbedaan hanya ada di inisiatif tiap inisiator spanduk-sapnduk yang memuat hate speech ini.
    Bentuk Hate Speech
    Bentuk-bentuk ujaran kebencian yang dimaksud Hate Speech ini dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam KUHP maupun di luar KUHP, yaitu:
    1. Penghinaan
    2. Pencemaran nama baik
    3. Penistaan
    4. Perbuatan tidak menyenangkan
    5. Memprovokasi
    6. Menghasut
    7. Penyebaran berita bohong
    dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan/atau konflik sosial.
    Mari kita menebak-nebak siapa saja yang berada di balik spanduk bernada SARA ini, Polisi sudah mengantongi nama-nama yang terlibat, sudah menyelidiki lebih jauh dan tinggal nanti membuka nama siapa-siapa ini yang terlibat, tebak siapa saja hayo?

    Ya seperti itulah … aktor penyebar spanduk hate speech



    Penulis : Asmoro   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menunggu Terungkapnya Penyebar Spanduk Politik Jenazah, Semoga Anies Tidak Kejang-kejang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top