728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Maret 2017

    Menjadi Saksi Ahli Sidang Ahok, KH. Ahmad Ishomudin Terancam Mendapat Sanksi dari PBNU

    Saya semakin kagum dengan sosok KH. Ahmad Ishomudin. Orangnya sangat berkarakter dan berprinsip. Pemikirannya juga jernih dan lebih mementingkan kemaslahatan umat. Kali ini beliau akan hadir sebagai saksi ahli dalam sidang Ahok yang ke-15.

    KH. Ahmad Ishomudin memang salah satu tokoh NU yang berpendapat bolehnya memilih pemimpin non-muslim. Beliau berpesan masyarakat Indonesia agar berjiwa besar dan memafkan Ahok. Jangan terlalu dilebih-lebihkan. Ahok sudah minta maaf. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang paling utama.

    Beliau juga sejak awal menyatakan bahwa dirinya bukan mewakili NU saat menjadi saksi ahli di sidang Ahok. Beliau murni mewakili diri sendiri.

    Rais Syuriah PBNU ini menegaskan, kedatangannya sebagai diri pribadi. Ia enggan mengaitkannya dengan lembaga-lembaga tempatnya bernaung. “Insya Allah, iya. Itu sebagai pribadi. Tidak dari NU. Tidak pula dari MUI. Tidak pula dari tempat saya bekerja,” kata KH Ishomuddin saat dihubungi, Senin (20/3).

    Menurutnya, kesaksiannya nanti akan bermanfaat untuk ikut menjelaskan posisi Ahok. Sebab, lanjut dia, majelis hakim perlu menyimak beragam pandangan. Selain itu, KH Ahmad Ishomuddin mengungkapkan bahwa ia datang lantaran permintaan dari pihak kuasa hukum pejawat tersebut.

    Hadirnya KH. Ahmad Ishomudin sebagai saksi ahli dalam sidang Ahok memang sangat riskan. Meskipun beliau menyatakan tidak meakili NU, namun jabatan Rois Syuriah NU Jakarta membuatnya tidak bisa lepas begitu saja dari NU.

    Melihat hal seperti ini, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar menyebutkan kesaksian yang akan disampaikan oleh Rois Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin dalam sidang perkara penistaan agama Gubernur DKI Jakarta non aktif  Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa esok tidak mewakili organisasi NU.

    “Mewakili dirinya sendiri. Pribadi. Jadi apapun yg disampaikan beliau besok hanya pandangan pribadi tidak mewakili NU,”  ujar KH Miftahul Akhyar .

    Beliau menjelaskan, PBNU telah memberi peringatan kepada kepada KH Ahmad Ishomuddin agar tidak menjadi saksi dalam sidang perkara yang melibatkan calon gubernur DKI Jakarta ini.

    Bukan hanya sebagai saksi namun PBNU juga memperingatkan KH Ahmad Ishomuddin agar tidak masuk ke dalam lingkaran kasus tersebut.

    Menurutnya, jajaran pengurus Rais Syuriah PNBU sudah melakukan rapat  atas apa yang telah dilakukan oleh KH Ahmad Ishomuddin.  Dalam rapat gabungan yang dilakukan, Rais aam PBNU KH Ma’aruf Amin menyatakan memberikan sanksi untuk menurunkan posisi  KH Ahmad Ishomuddin dari Rois Syuriah PBNU menjadi Tanfidziyah.

    Selain itu, Rois Syuriah PBNU juga meminta agar KH Ahmad Ishomuddin membuat surat pernyataan dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah ia lakukan.

    Namun hingga saat ini surat penyataan tersebut belum dibuat. “Itu pun kita tidak tahu kalau dia betul-betul jadi saksi. Kita pikir waktu itu dia sudah mengundurkan diri,” katanya.

    Dia menambahkan, jika besok KH Ahmad Ishomuddin benar-benar hadir dipersidangan untuk menjadi saksi maka itu artinya peringatan yang telah disampaikan oleh  PBNU dan ahli Syuriah tidak diindahkan. “Dalam arti PBNU dan ahli Syuriah dianggap tidak punya gigi,” tambahnya.

    Untuk itu, akan dilakukan rapat kembali untuk menentukan sikap PBNU selanjutnya. Ini dikarenakan, banyak kiai NU yang marah atas tindakan beliau.

    Namun dia sendiri mengaku belum mengetahui sikap seperti apa yang akan diberikan nantinya. Hal tersebut akan tergantung dari rapat yang akan diadakan.

    Tetapi, jika KH Ahmad Ishomuddin tidak menghadiri atau mengundurkan diri dari saksi ahli maka PBNU pun akan menentukan sikap kembali. Apakah sanksi akan dicabut atau tetap diberlakukan akan diketahui setelah rapat diadakan kembali.

    Saya pikir memang terlalu beresiko untuk dirinya sendiri jika KH Ahmad Ishomuddin menjadi saksi ahli. Beliau teancam akan mendapat sanksi dari PBNU. Wajar memang mengapa KH Miftahul Akhyar sangat emosional mendengar kabar KH. Ahmad Ishomudin akan menjadi saksi ahli pada sidang Ahok.

    Pada sidang sebelumnya, KH. Miftahul Akhyar telah menjadi saksi ahli untuk pelapor pada sidang Ahok. Beliau menyatakan Ahok telah menista agama dan haram menafsirkan ayat Al-Qur’an. ketika nanti KH. Ahmad Ishomudin membuat pernyataan yang berbeda tentu akan sangat menampar dan menohok KH. Miftahul Akhyar.

    Urusannya lain jika KH. Ahmad Ishomudin bukan orang NU. Mereka berdua sama-sama orang NU namun pendapatnya berbeda. KH. Miftahul Akhyar kemungkinan besar juga khawatir warga NU akan bingung dan terpecah mau mengikuti pendapat yang mana karena sama-sama NU.

    Memang dalam hal ini, organisasi tempat kita bernaung tidak berhak untuk mengekang pikiran kita. Organisasi boleh sama, namun pikiran sangat mungkin berbeda. Hal ini sudah menjadi keniscayaan. Tidak ada sesuatu apa pun yang berhak mengekang pikiran orang.

    Saya pikir KH. Ahmad Ishomudin sudah berpikir tentang hal itu. Beliau sudah siap seandainya nanti diberi sanksi oleh PBNU. Beliau lebih memilih menerima sanksi dibanding pikirannya harus terpenjara oleh organisasi. Toh, kenyataannya tidak sedikit kyai NU yang sependapat dengannya bahwa boleh memilih pemimpin non-muslim.

    Sebagai orang NU saya angkat jempol untuk keberanian KH. Ahmad Ishomudin. Kebenaran memang harus disampaikan sepahit apa pun itu.


    Penulis : Saefudin Achmad  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menjadi Saksi Ahli Sidang Ahok, KH. Ahmad Ishomudin Terancam Mendapat Sanksi dari PBNU Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top