728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 31 Maret 2017

    Masjid Dan Sholat Jumatan Kok “Ikut Berpolitik”

    Sebagaimana sesuai peruntukannya, di masjid / tempat ibadah terjalinnya komunikasi antara kita manusia dan Yang di Atas / Allah.   Biasanya disebut berdoa / beribadah.   Tentu  dengan keyakinannya masing-masing.

    Besok ada demo lagi,  hanyalah​ melanjutkan demo yang kemarin-kemarin sudah terjadi seperti demo 411, demo 212 dan demo lainnya.    Demo memanfaatkan isu agama untuk menjatuhkan Ahok.    Padahal sudah kesampaian tujuan demo kemarin , Ahok akhirnya dijadikan sebagai terdakwa penistaan agama.

    Sampai sekarang, Ahok masih harus menjalani pengadilan.    Dalam persidangan kasus penistaan agama, ditemui kelucuan-kelucuan dalam kesaksian pelapor malahan.    Diperkuat ulasan pakar Islam yang agaknya bertentangan dengan fatwa MUI yang menyebutkan Ahok pelaku penistaan agama.   Sebentar lagi keputusan pengadilan keluar.  Hasilnya gimana ?    Sepertinya kita sudah bisa menduga-duga, iya kan ?

    Mungkin itulah​ penyebab ( perlu ) demo lagi.    Besok demo 313 akan dilaksanakan sehabis shalat Jumatan di Masjid Istiqlal Jakarta.    Koordinator demo sekarang sudah tidak lagi dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, beralih kepada Forum Umat Islam (FUI).   Apa gegara bos FPI, Rizieq Shihab terjerat banyak kasus ?    Di antara kasus-kasus Rizieq Shihab, yang paling mengagumkan adalah kasus Firza hots.

    Lagi-lagi demo diarahkan ke istana dan jelas-jelas ditujukan kepada presiden Jokowi.    Demo 313 nanti menuntut presiden Jokowi agar mencopot Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur DKI.    Presiden Jokowi tidak keberatan dengan demo karena demo merupakan hak berpendapat yang dilindungi serta dijamin undang-undang.    Tentu asalkan demo tertib dan tidak sampai mengganggu keamanan masyarakat.

    Demo 411, demo 212, dan juga demo 313 nanti … semuanya berawal dari sholat jumatan di Masjid Istiqlal.    Kenapa masjid harus diubah jadi markas demo ?    Apalagi mau sholat jumatan, mosok disuruh berdemo.    Padahal sholat jumatan kan kewajiban kita Muslim memasrahkan dirinya kepada Allah.    Orang yang berdemo saat sholat, kayaknya sulit khusyu karena pikirannya malah mengawang tentang demo.    Ibarat sholat tapi tidak sholat

    Duh, kejamnya kita manusia !    Teganya mengubah fungsi masjid / rumah ibadah sesuai dengan keegoisan kita.    Hanya peduli pada kepentingannya sendiri.    Sehingga Allah pasti bilang, itu sudah bukan namanya masjid/ rumah ibadah.    Cuma rumah biasa yang tidak ada urusannya dengan Allah.

    Nanti Allah kecewa , masjid / rumah ibadah berkurang satu per satu, karena sudah beralih fungsi.    Kian tambah kecewanya Allah, nama Allah kok dimanfaatkan hanya untuk kepentingan sesat manusia.    Allah tidak akan pernah marah dengan keegoisan manusia, cuma ada batas waktunya.    Dimana kita meninggal , barulah Allah “menggurui” kita sekalian dengan hukuman yang sudah disiapkan Nya.

    Jubah / pakaian kebesaran yang bernuansa agama yang dikenakan orang saat berdemo, di mata Allah mungkin tidak lebih dari kain biasa.    Dasar orang otak bebal, mengenakan kain biasa saja, sudah merasa sangat suci.    Padahal kita dinilai Allah dari perbuatan kita sendiri.   Kalau soal pakaian , diserahkan kepada juri tata busana saja.

    Presiden Jokowi malah berpesan agar agama dipisahkan dari politik, agar masyarakat tidak bingung dengan perbedaan agama dan politik.   Politik begitu kejam, maka tidak layak disandingkan dengan agama, di mana agama manapun pasti ajarkan kebaikan dan cinta damai.    Perang dulu di Indonesia, ulama dan santri berani melawan penjajah karena penjajahan tidak sesuai dengan ajaran agama dan demi bela tanah air.    Orang dari berbagai agama kompak bersatu padu melawan penjajah.

    Sebaliknya sekarang agama dipakai , bukannya untuk melawan ketidakadilan , penjajahan atau korupsi.    Malah untuk memenuhi kepentingan politik atau keegoisan segilintir orang.    Sehingga tidak malu-malu memanfaatkan masjid dan sholat jumatan sebagai alat politik.

    Seandainya masjid bisa bicara, pasti keberatan dan menolak orang yang berdemo.    Karena kuatir nanti (mungkin) orang sholat kurang serius.    Apalagi (mungkin) pikiran dan hati umat diselipi perasaan benci.

    Sayangnya masjid dan sholat jumatan cuma benda mati, sehingga digunakan seenak udelnya oleh orang yang berpolitik / orang yang berpikir tidak benar.   Terpaksalah masjid dan sholat jumatan ” ikut berpolitik “.    Otak cangkok saya hanya bisa bilang “sungguh miris”.

    Saya ada di restoran, mau pesan burger.    Ditawari pelayan restoran, Hot dogs atau Firza Hots ?    Saya bingung.    Pembaca, mana lebih enak ?


    Penulis :  Winarno  Sumber: Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Masjid Dan Sholat Jumatan Kok “Ikut Berpolitik” Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top