728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    Malu-maluin, Sandiaga Uno Akan Dijemput Paksa dan Diborgol Jika Mangkir Lagi Dari Panggilan Polisi

    Malu-maluin, ini adalah malu-maluin pertama yang terucap buat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berani jor-joran menggelontorkan Rp 62 miliar untuk dana kampanye, tapi ogah bayar uangnya orang yang tanahnya dijual Sandiaga Uno.

    Malu-maluin yang kedua yaitu, Sandiaga Uno tidak berani datang menghadap aparat keamanan kemananan untuk diperiksa terkait kasus yang bikin malu harkat dan martabatnya sebagai orang yang suoer kaya.

    Mangkirnya Sandiaga Uno terhadap panggilan polisi tentu saja ada sebab musababnya, bisa jadi karena takut ketahuan belangnya dalam kasus tersebut yang berpotensi ditetapkannya statusnya dari TERLAPOR menjadi TERSANGKA.

    Malu-maluin yang ketiga, betapa konyolnya jika seorang calon Wakil Gubernur DKI Jakarta djemput paksa pihak Kepolisian dengan tangan terborgol dan wajah ditutup masker kayak Ridho Irama, kepalanya ditekuk masuk ke mobil Polisi untuk dibawa ke Polda Metro Jaya.

    Pihak Polda Metro Jaya yang telah melayangkan pemanggilan pertama pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2017 lalu tidak digubris sama sekali oleh Sandiaga Uno. Seolah-olah menggampangkan masalah, Sandiaga malah minta Polda Metro Jaya menunda proses hukumnya dan memberikan kesempatan masyarakat mengenal dan berinteraksi dengan dia sebagai salah satu calon pemimpin di Jakarta. Calon pemimpin nih yee, ciee ciee.

    Yang konyolnya, Sandiaga malah merengek-rengek minta keringanan kepada polisi soal panggilannya terkait kasusnya itu.

    “Kami mohon keringanan kepolisian, Kapolda, agar bisa berikan klarifikasinya setelah tanggal 15 April,” ucap Sandiaga dengan raut wajah ketar-ketir.

    Makanya jadi orang jangan keburu nafsu akan kekuasaan kebelet ingin jadi Wakil Gubermur DKI Jakarta jika track record dan masa lalu penuh dengan bercak noda dan kebusukan.

    Kasus tindak pidana penggelapan transaksi jual beli tanah 1 hektar di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012 lalu kini telah menjadi borok dan aibnya dalam kiprahnya untuk meraih mimpi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang terhormat.



    Namun apapun alasan ngelesnya Sandiaga Uno, kali ini Polisi tidak mau kecolongan lagi. Kapolda Metro Jaya, Irjen.Pol M. Iriawan sudah menegaskan akan melayangkan surat pemanggilan kedua dalam waktu dekat ini kepada Sandiaga Uno untuk mengklarifikasi laporan tindak pidana penggelapan dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

    Sekalipun kuasa hukumnya Sandiaga Uno sudah menyampaikan permohonan untuk menunda pemanggilan Kepolisian setelah selesai Pilkada 19 April 2017 nanti, namun Irjen Pol M. Iriawan menegaskan hal itu tidak akan mungkin terjadi karena semua pihak harus mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum tanpa terkecuali.

    “Kuasa hukumnya memberikan surat kepada kami meminta waktu sampai tanggal 19 April 2017. Tapi tidak bisa. Karena semua sama. Ya jadi rencana satu atau dua hari ini kita layangkan pemanggilan untuk bisa kita periksa,” ujar Irjen Pol M. Iriawan pada hari Rabu tanggal 29 Maret 2017 di Kantor KPU DKI.

    Sampai saat ini M. Iriawan telah memeriksa 12 orang saksi untuk mengklarifikasi kasus yang menyeret Sandiaga Uno berkaitan dengan penjualan sebidang tanah di kawasan Curug, Tangerang, Banten itu. Jika Sandiaga Uno masih kepala batu juga dengan mangkir dari panggilan Polisi yang kedua, maka penjemputan paksa akan dilakukan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

    “Ya equality before the law. Persamaan hak di muka hukum. Jadi kami samakan semua ya. Itu ada aturannya. Jemput paksa dibawa untuk diperiksa. Kemarin kan ada surat bahwa dia ada kampanye, tapi setelah itu tidak ada lagi alasan, karena ya harus menghargai hukum,” ungkap M. Iriawan dengan raut wajah serius.

    Kali ini Sandiaga Uno tidak bisa berkelit lagi dan ngeles ini itu karena Polisi akan bertindak tegas jika mempecundangi dan meremehkan panggilan Polisi yang kedua. Kasusnya Sandiaga Uno ini tergolong berat karena merupakan tindak pidana penggelapan dan penipuan karena melanggar Pasal 372 KUHP.

    Kok bisa ya calon pemimpin DKI Jakarta terlibat kasus penipuan? Apa kata dunia? Ayam pun geleng-geleng kepala.

    Kura-kura begeto.

    Penulis :  Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Malu-maluin, Sandiaga Uno Akan Dijemput Paksa dan Diborgol Jika Mangkir Lagi Dari Panggilan Polisi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top