728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 20 Maret 2017

    Lulung-Dhani Bak Pinang Dibelah Kapak

    Lulung dan Dhani, apa yang terlintas dibenak teman-teman semua kalau mendengar kedua nama tersebut? Apakah itu haji, kaya raya, artis, politik? Atau ada yang lainnya? Walaupun keduanya memiliki latar belakang yang berbeda tapi mereka dipersatukan oleh satu tujuan. Tujuan yang sangat mulia bagi umat dibelahan bumi datar, yaitu membenci Ahok.

    Mengapa mereka membenci Ahok? Apakah kesalahan Ahok kepada mereka berdua sehingga sampai harus dibenci? Sebelum sampai kesana, mari sama-sama kita terawang siapa sebenarnya Lulung dan Dhani itu. Dan apa saja persamaan diantara mereka berdua.

    1. Politisi tanpa status

    Lulung dan Dhani adalah politisi dengan latar belakang yang berbeda. Lulung adalah politisi ‘preman’ bergaya bak selebriti. Sedangkan Dhani adalah politisi selebriti bergaya bak ‘preman’.

    Lulung adalah politisi karatan. Sudah bergelut didunia politik sejak dulu kala. Dengan latar belakangnya sebagai seorang ‘preman’ yang sangat disegani. Sudah menjadi rahasia umum kalau usahanya yang legal merupakan kedok yang digunakan untuk menagih jatah keamanan kepada para pedagang. Gaya hidupnya bagaikan selebriti, tinggal di rumah mewah dan selalu mengendarai mobil mewah. Lulung bahkan mendapatkan julukan ‘godfather’ dengan sisiran rambut belah tengah. Sebuah julukan yang mengerikan dengan tampang yang menggemaskan. Tapi ada yang lebih mengerikan dan menggemaskan. Sebuah kenyataan bahwa dia adalah anggota ‘independen’ DPRD Jakarta. Independen? Ya, karena dia baru saja dipecat dari partainya yaitu PPP.

    Dhani adalah politisi ingusan, datang dari dunia selebriti yang membuatnya terkenal. Gayanya bak politisi kawakan, komentar sana komentar sini. Memasang muka garang seperti preman, rajin mengintimidasi dengan serentetan peluru kosong. Ternyata hanya bunyinya saja yang nyaring. Nyaring seperti tong kosong yang bentuk dan isinya sama seperti kepalanya itu.

    Gelar politisi disabetnya dalam sekejap. Mendapat tiket terusan dari Gerindra untuk maju di pilkada Kabupaten Bekasi. Konon katanya apa yang didapat secara mudah, akan hilang secara mudah juga. Itulah yang terjadi kepada Dhani, dia sudah ‘dipecat’ duluan oleh warga kabupaten Bekasi alias gagal jadi wakil bupati disana. Sangat beruntung warga kabupaten Bekasi. Ternyata persentase orang waras masih lebih besar dibanding orang hasil kloningan Dhani.

    Lulung dan Dhani mengalami hal yang sangat naas, tragis dan menyakitkan yaitu ‘dicukupkan’ kalau boleh meminjam istilah Anies.

    2. Pekerjaan sampingan

    Selain menjadi politisi tanpa status, artis hampir bangkrut, ‘preman’ yang menggemaskan ternyata Lulung dan Dhani adalah Mail dan Ipin. Betul betul betul?


    Seperti kita ketahui, Mail adalah anak yang rajin. Memiliki kemampuan untuk berjualan dan pandai berhitung. Dia terbilang pelit tapi tetap baik sama teman-temannya. Lulung adalah wakil rakyat ‘independen’ yang tetap bekerja seperti biasanya. Lulung terbilang rajin, mungkin saja karena dia tau kalau APBD Jakarta sangat besar. Dengan APBD Jakarta yang sekitar 70-an triliun, kemampuannya ‘berjualan’ dan ‘berhitung’ sangat dibutuhkan. Karena kemampuan Lulung sudah pasti diatas rata-rata orang ‘normal’.

    Dan biasanya orang yang hebat dalam berhitung memiliki kekurangan. Yaitu tidak pandai menghafal. Pernah suatu saat, Lulung bermaksud mengatakan UPS eh tapi jadi USB yang keluar dari mulutnya. Nah yang terakhir ini sangat menarik, Lulung bisa dibilang pelit kalau untuk kemajuan warga Jakarta. Coba deh sebutkan apa saja prestasinya untuk warga Jakarta? Tapi kalau untuk teman-temanya, jangan ditanya lagi deh. Karena sifatnya yang terlalu baik kepada teman-temannya, mereka menjadi tidak ragu untuk berbuat baik juga kepada Lulung. Mobil sekelas Lamborghini saja bisa Lulung pinjam dari temannya, walaupun mobil tersebut memakai plat bodong. Apa saja buat Lulung yang penting Lulung senang dan bisa bergaya sedikit.

    Ipin cenderung sering mengulang satu kata menjadi tiga kali dalam satu kalimat, khususnya “betul betul betul”. Dia periang dan pandai dalam pembelajaran. Dhani menjadi sangat ‘pintar’ apabila menyangkut Ahok. Dia tak akan berhenti berkata buruk mengenai Ahok. Baginya, caci maki yang diterimanya adalah sebuah pembelajaran agar dapat membenci Ahok lebih jauh lagi. Ucapan kebencian akan dilakukannya berulang kali, mencerminkan kebahagiaannya yang tanpa henti, betul betul betul?

    3. Spanduk lovers

    Lulung-Dhani sama-sama menyukai spanduk. Terutama spanduk-spanduk berisi anti Ahok. Kalau soal ini Lulung lebih dulu eksistensinya dibanding Dhani. “Spanduk tangkap Ahok itu ekspresi anak-anak Tanah Abang, dipasang di dekat tempat saya. Terus saya bolehin,” katanya.
    Nah kalau Dhani masih gress nih. “Tolong di beri pencerahan melanggar Pasal berapa KUHP bila ada yang pasang spanduk tidak mau mensholatkan jenazah?”, ujarnya.

    Kesimpulannya Lulung Dhani sama-sama suka spanduk yang isinya berpotensi membuat perpecahan dan konflik di masyarakat. Jadi yang suka bikin gaduh tuh siapa sih sebenarnya.

    4. Terobsesi dengan mutilasi.

    Disaat banyak orang memilih untuk keluar negeri guna melakukan operasi hidung atau operasi ganti kelamin, Lulung-Dhani lebih suka melakukannya sendiri. Lulung-Dhani pernah berjanji, janji yang sedikit ekstrim dan diluar kebiasaan orang normal. Lulung akan potong kuping dan hidung jika Ahok menang dipilkada Jakarta 2017 ini. Sedangkan Dhani pernah berjanji akan potong kelaminnya jika Jokowi menjadi Presiden RI. Apakah Lulung akan menepati janjinya? Bolehlah kita tunggu sampai tanggal 19 April 2017 nanti. Karena untuk menunggu Dhani menepati janjinya sepertinya akan sulit. Karena mungkin saja Dhani berkelit dan mengatakan kalau itu adalah janji si Upin.

    Mungkinkah mereka benar-benar membenci Ahok? Atau hanya sekedar kedok dan janji palsu. Karena setelah diterawang lagi, sepertinya Ahok tidak berbuat salah apa-apa kepada mereka. Ahok adalah Ahok, orang yang bersih, transparan dan profesional.

    Berawal dari benci bisa saja menjadi cinta. Karena kalau mau diperhatikan gejala-gejalanya sudah ada. Mengutip lagi duo maia, terbukti kalau Lulung-Dhani sebenarnya benci alias benar-benar cinta Ahok. Apa yang mereka lakukan hanya Ahok dan Ahok seorang yang akan selalu diingat. Berikut sedikit penggalan lagunya.

    aku mau makan, ku ingat kamu
    aku sedang sedih, juga ku ingat kamu
    aku sedang bosan, ku ingat kamu
    oh cinta, inikah bila ku jatuh cinta

    semua tertawa lihat tingkahku
    lenyap jadi tak menentu
    begini salah, begitu pun salah
    ku tanyakan mengapa

    Lulung-Dhani tanyakan saja ke rumput yang bergoyang. Peace yooo !!!!


    Penulis : DavK  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Lulung-Dhani Bak Pinang Dibelah Kapak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top