728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 18 Maret 2017

    Lucu, Dalam Seminggu Ahok-Djarot Dapat 5 Miliar, Sandiaga Mengeluh Minta Hema

    Pada Pilkada putaran kedua, Ahok-Djarot kembali menggalang dana untuk kampanye. Dan menurut Bendahara Timses Ahok-Djarot, Charles Honoris, setelah seminggu ‘Kampanye Rakyat’ dibuka, terkumpul dana 5 miliar. “Sejauh ini sudah 5 miliar sekian, saya tidak ingat. Sekitar 5 miliar dalam satu minggu ini kita dapat,” kata Charles pada Rabu lalu.

    Ini sangat fantastis, hanya dalam seminggu sudah terkumpul 5 miliar lebih. Uang 5 miliar tersebut belum termasuk uang sisa dari ‘Kampanye Rakyat’ pada putaran pertama lalu. Sisa uang ‘Kampanye Rakyat’ pada putaran pertama adalah 4,8 miliar. Berarti hingga saat ini, sudah ada 9,8 miliar dana kampanye di putaran kedua.

    Ini adalah bukti bahwa kerja keras dan kinerja Ahok-Djarot sudah terbukti sehingga dipercaya banyak orang. Ketika sudah mendapatkan kepercayaan banyak orang, sumbangan untuk kampanye bukan hal yang sulit. Ini adalah salah satu kelebihan seorang Ahok. Ahok tidak memiliki banyak uang, sehingga mau tak mau harus mengandalkan sumbangan dari orang lain. Kalau ingin mendapat sumbangan dari orang lain, syarat utamanya hanya satu, yaitu mendapatkan kepercayaan mereka yaitu dengan cara mencetak rekam jejak, prestasi, kinerja dan hasil kerja yang mentereng. Ketika semua itu bisa dipenuhi, sumbangan pun mengalir dengan sendirinya.

    Charles juga menjelaskan uang 5 miliar itu semua berasal dari transfer warga. Warga yang mana? Tentunya warga yang percaya dengan kinerja Ahok-Djarot atau mereka yang sudah merasakan manfaat dari kepemimpinan Ahok. Dan sepertinya tidak sulit bagi paslon ini untuk mengumpulkan 25 miliar seperti yang ditargetkan.

    Lalu bagaimana dengan paslon sebelah? Saya hanya bisa tersenyum lucu.

    Sandiaga malah mengeluhkan ongkos dana kampanye putaran dua yang dipatok terlalu tinggi. Ia meminta tim pemenangan menggunakan cara kampanye yang lebih sederhana. “Saya pernah disodorkan angka, tetapi terlalu tinggi, saya bilang tolong ditelaah lebih lanjut, dipastikan untuk seefisien mungkin,” katanya. Dia berharap penggunaan dana kampanye agar lebih hemat. “Kita berikan challenge kepada tim. Kalau bisa, tekan serendah mungkin,” kata Sandiaga.

    Permintaan kampanye secara sederhana sudah direncanakan. Selain itu Sandiaga memastikan tidak akan melibatkan konglomerat sebagai sumber rekening sumbangan dana.

    Saya hanya bisa tertawa sih. Kalau tidak salah pada Pilkada putaran pertama, total dana yang terkumpul dari paslon ini adalah sekitar 46,7 miliar dan 90 persennya berasal dari kocek Sandiaga. Berarti Sandiaga sudah keluar duit sekitar 42 miliar, dari kantong pribadi. Meski Sandiaga pengusaha dan banyak duit, bukan berarti duitnya tak terbatas seperti Bill Gates. Duit 42 miliar juga sangat terasa bro, bisa rugi bandar. Sebuah modal yang sangat besar. Apalagi pada putaran kedua Sandiaga harus keluar duit lagi?

    Makanya tidak heran kalau Sandiaga mengeluh. Ini terlihat dari imbauan agar penggunaan dana harus efisien dan hemat. Sepertinya Sandiaga tidak kuat lagi menahan dengan keuangan sendiri. Bandingkan dengan Ahok yang nothing to lose, di mana sumbangan berasal dari warga, dan tak perlu keluar duit sepeser pun. Ahok tak perlu pusing kepala mikirin duit kampanye, Sandiaga pusing kepala mikirin banyaknya uang yang sudah dikeluarkan.

    Dan Sandiaga pun memindahkan kepusingannya dengan cara memberikan challenge atau tantangan pada tim. Timnya yang bakal pusing cari cara untuk hemat sana-sini karena keran dana sudah mampet. Jadi selamat berhemat. Selamat berefisien dan jangan mengeluh.

    Perbedaan antara paslon Ahok-Djarot dan paslon sebelah terlihat jelas dan saya melihatnya hanya satu perbedaan yaitu kepercayaan atau trust. Kalau orang tidak percaya dengan Ahok, ngapain sumbang? Maukah Anda memberi uang pada seseorang yang menurut Anda kurang bisa dipercaya? Pertanyaan ini simpel dan bisa menjadi jawaban mengapa Ahok mudah mendapat bantuan dana dari warga, tanpa perlu mengeluarkan modal sendiri.

    Dan hasil sumbangan ini juga cukup transparan karena sumbangan dilakukan melalui setoran ke BCA atau transfer melalui internet. Jadi semua sumbangan bisa dilacak transaksinya. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi di sini. Kalau mau lacak dari mana sumbangan tersebut, tinggal cek. Transparan. Ini juga sama seperti pada putaran pertama dulu di mana penyumbang harus ada KTP dan NPWP, jadi semua aliran bisa diketahui dengan transparan. Inilah kelebihan paslon Ahok-Djarot.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : XHardy Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Lucu, Dalam Seminggu Ahok-Djarot Dapat 5 Miliar, Sandiaga Mengeluh Minta Hema Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top