728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 Maret 2017

    Lempar Batu Sembunyi Tangan Anies Cs Soal Lahan Negara Jadi Mal dan Penjelasan Riilnya

    Masih hangat tai ayam persoalan Anies Baswedan yang menyatakan lahan negara yang dijadikan mal di Jakarta mengemuka.

        “Tanah Pemprov saja bisa dipakai untuk mal, tanah negara dipakai mal, kenapa rakyat kecil mau pakai jadi ribut? Kenapa rakyat kecil mau pakai tanah negara jadi ramai? Mau dipakai buat mal, kita semua diam,” kata Anies seusai silaturahim dengan warga di Jalan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2017) pagi. (sumber)

    Ini dilontarkan Anies Baswedan untuk mendukung program DP nol rupiah rumah rakyat yang dicanangkannya di Jakarta dengan memakai lahan-lahan yang dimiliki pemerintah provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya mal yang disasar Anies ini, Gedung-gedung di Jakarta yang ditengarai memakai lahan Pemprov inilah yang dipermasalahkan juga.

    Toh akhirnya Anies akan selalu dan terus meralat apa yang sudah dilemparnya, ini jadi itu, itu jadi ini, membingungkan sekaligus memuakkan. Bagaimana tidak? DP nol rupiah diralat kembali menjadi tidak bangun rumah, dan itu hanya masalah pembiayaan, nah sekarang mau ambil hak mal (yang katanya) di lahan Pemprov entah diralat apalagi soal ini, atau pelan-pelan ditenggelamkan dengan melempar isu dan program lainnya?

    Lempar Batu Sembunyi Tangan, Melemparkan Isu Dibantah Juga Akhirnya

    Kenapa lempar batu sembunyi tangan, berikut pernyataan dari Prabowo Soenirman (Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta) dan tentunya dari Fraksi Partai Gerindra :

        Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Prabowo Soenirman mengatakan, tidak ada lahan negara yang dimanfaatkan secara sepihak oleh pihak swasta untuk pembangunan mal.

        Soenirman mengatakan, yang ada adalah kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam mengelola sejumlah fasilitas komersial di lahan milik Pemprov DKI.

        “Bukan (lahan) pemerintah dicaplok, jangan salah. Dicaplok enggak ada, yang ada kerja sama,” ujar Soenirman kepada Kompas.com di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (7/3/2017). (sumber)

    Nah Prabowo Soenirman inilah terduga pelempar isu yang bikin Anies mengeluarkan pernyataan seperti tersebut diatas. Prabowo Soenirman ini adalah eks Direktur Utama PD Pasar Jaya era Gubernur Sutiyoso dan menyatakan mal tersebut adalah Plaza Atrium dan Cikini Gold Center (CGC) di Jakarta Pusat serta Blok M Square di Jakarta Selatan. Sebelumnya Anies Baswedan, calon Gubernur DKI Jakarta, menyebut mal di atas tanah negara ada di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

    Yang mengusulkan pansus terkait hal ini masih saja berkutat di orang-orang itu saja, yang mulia Mohamad Taufik. Untuk yang satu ini tidak usah dibahas panjang nanti ceritanya. Intinya satu kok dalam pikirannya, sebisa mungkin bagaimana caranya menghantam Ahok pelan atau keras.

        “Jadi sebetulnya tidak ada masalah mal dibangun di atas BMN (Barang Milik Negara) sepanjang memang bermanfaat untuk kepentingan umum,” ucap analis hukum properti Eddy Leks, kepada KompasProperti, Minggu (5/3/2017).

        Lebih lanjut Eddy menyampaikan, pendirian mal di atas tanah negara telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 78 Tahun 2004  yang intinya aset-aset negara bisa dikerjasamakan, tetapi dengan syarat-syarat tertentu.

        “Namun, yang tidak jelas dari Anies adalah apakah betul yang diungkapkan dia itu merujuk kepada BMN atau sekadar tanah yang dikuasai negara karena itu merupakan dua hal yang berbeda,” jelas dia. (sumber)

    Itu adalah pernyataan dari pakar hukum pertanahan dan properti, Eddy Leks. Di dalam PMK Nomor 78 Tahun 2014 sendiri disebutkan, tanah negara dibedakan menjadi dua, yakni tanah yang dikuasai negara dan tanah yang menjadi BMN.

    Perbedaan kedua hal tersebut adalah jika tanah yang dikuasai negara dapat dimohonkan hak oleh siapa pun sesuai peraturan perundangan. Sedangkan tanah termasuk BMN adalah tanah yang dibeli atau diperoleh dari APBN atau perolehan lain yang sah.

    BMN berupa tanah dapat dimanfaatkan. Bentuk pemanfaatan tersebut bisa berupa sewa, pinjam pakai, bangun guna serah (BGS)/Bangun serah guna (BSG), kerja sama pemanfaatan (KSP), dan kerja sama penyediaan infrastruktur (KSPI).

    Adakah mal yang dibangun di era Ahok? atau bahkan Jokowi? Jawabannya tidak ada. Bahkan gubernur sebelum Jokowi pun melakukannya, tapi soal pelaksanaan Jokowi lebih Jozz dari Foke, karena Foke hanya Menggagas dan Jokowi pelaksananya, berarti Jokowi lebih tegas donk? Tentu Saja. (sumber).

    Kembali ke mal Anies lagi, ketiga mal sebagaimana tersebut diatas dibangun pada masa pemerintahan gubernur Jakarta yang berbeda.

    Plaza Atrium yang termasuk salah pusat perbelanjaan dan superblok generasi pertama di Jakarta telah berdiri sejak 1992. Perencanaan dimulai di era gubernur Wiyogo Atmodarminto (1987-1992) dan proses pembangunan di era gubernur Soerjadi Soedirdja (1992-1997). Namun, fakta yang ada justru berbeda dengan ucapan Prabowo Soenirman lantaran Plaza Atrium bukanlah milik negara atau milik PD Pasar Jaya bahkan sejak pertama kali dibangun.

    Sementara CGC, merupakan proyek mal milik Aldiron Hero Group (AHG) yang dibangun melalui PT Magna Terra pada 2001 silam. Ini di era gubernur Sutiyoso dan merupakan hasil kerja sama dengan PD Pasar Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

    Blok M Square sendiri merupakan satu dari 153 pasar milik PD Pasar Jaya. Blok M Square sebelumnya merupakan pasar yang dikembangkan PD Pasar Jaya bersama dengan PT Melawai Jaya Realty dan kini dikelola salah anggota Agung Podomoro Group, yakni PT Karya Utama Perdana. Mal seluas 2,12 hektar itu resmi dibuka pada Juni 2008 atau tahun kedua Fauzi Bowo sebagai gubernur DKI Jakarta.

    Untuk status tanah Blok M Square dan CGC adalah milik PD Pasar Jaya walaupun pemegang saham PD Pasar Jaya 100 persen Pemprov DKI Jakarta. Pasar Jaya merupakan aset yang sudah dipisahkan. Sertifikat tanah otomatis menjadi milik perusahaan (PD Pasar Jaya) walaupun pemegang sahamnya Pemprov DKI Jakarta.

    Nah yang diributkan Anies ini sebenarnya melempar batu ke pemilik rumah tapi yang dilempar adalah pemilik rumah yang lama, dan memfitnah penghuni baru, terang saja si penghuni baru ini mencak-mencak minta pertanggungjawaban dari Anies selaku pelempar.

    Tetapi apa jawaban Anies? Tidak tahu menahu dan masih cari dimana batu yang dilemparkannya untuk dijadikan barang bukti. Sambil mencari siapa yang akan dijadikan kambing hitamnya lagi dan mengaku tidak bersalah.

    Ya seperti itulah …


    Penulis : Asmoro   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Lempar Batu Sembunyi Tangan Anies Cs Soal Lahan Negara Jadi Mal dan Penjelasan Riilnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top