728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    Kritik Cara Ahok Bangun Simpang Susun, Fahri Malah “Tampar” Mulutnya Sendiri


        “Tidak ada istilah pembiayaan dari sumber dana non APBD, karena CSR pun harus masuk dalam sumber penerimaan APBD,” – Fahri Hamzah

    “Kecerdasan” Fahri

    Menurut salah satu pentolan DPR, Wakil Ketua Fahri Hamzah kembali menunjukkan “kecerdasannya” di dalam mengkomentari apa yang menjadi kebijakan Pemprov DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernu Basuki Tjahaja Purnama. Pak Ahok dikritik mengenai Simpang Susun Semanggi yang sedang dibangun saat itu.

    Koefisien luas bangunan (KLB) yang dikritisi oleh Fahri, mengatakan bahwa denda tidak boleh langsung digunakan untuk menggunakan Simpang Susun Semanggi. Fahri mengatakan Ahok melakukan kesalahan fatal karena menurutnya harus ada beberapa prosedur yang harus dilalui.

        “Jadi swasta yang kena denda tidak bisa langsung diminta untuk bangun Simpang Susun Semanggi. Itu salah fatal!,” – Fahri

    Fahri yang “pintar” (baca: konyol)

    Kekonyolan pemikiran Fahri Hamzah di dalam menanggapi apa yang dikerjakan Ahok sungguh nyata. Fahri yang “cerdas” benar-benar tidak mewakili rakyat. Perwakilan rakyat berjenis manusia bernama Fahri ini benar-benar antitesis kepada keinginan rakyat. Hal yang dikerjakan oleh Ahok justru mewakili rakyat, tidak seperti wakil ketua perwakilan rakyat karbitan yang tidak memiliki dedikasi kepada rakyat, melainkan uang.

        “Kontribusi tambahan gedung, ada Permendagri tidak boleh abil uang. Padahal pengusaha untung, maka bagilah untung itu. Bukan bagi dalam bentuk uang tapi bagi infrastruktur. Uang (infrastruktur) dari mereka, dinilai oleh penilai lalu dicatat masuk APBD,” kata Ahok di acara Mata Najwa pada Senin

    Konsep kerakyatan Pak Ahok

    Padahal konsep yang ditawarkan oleh Pak Ahok cukup sederhana. Uang yang seharusnya menjadi denda, digunakan secara efektif oleh Pak Ahok. Mungkin menurut Fahri, uang yang menjadi denda, diberikan kepada DPR, dan akan digunakan untuk membeli lobster. Entah apapun itu yang dikerjakan oleh Fahri, saya hanya melihat ada motivasi jahat dan haus kekuasan dan uang.

    Pak Ahok dengan cepat memutar uang tersebut dan memaksa uang tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan Ahok karena Ahok tahu bahwa uang yang diendapkan di negara ini sangat rentan dikorupsi.

    Menilai, menimbang, dan menyimpulkan apa yang dikerjakan oleh Pak Ahok, tentu posisi kebenaran dimiliki oleh Pak Ahok. Fahri disini menjadi seorang pecundang yang terlihat sekali “kecerdasannya” di dalam memutar balikkan fakta.

    Perusahaan yang membangun saja tidak komplain, Fahri yang komplain, emang kamu siapa, Ri?

    Sampai sekarang mungkin pembaca Seword sedang bingung, sama seperti saya. Bingung akan kemarahan Fahri terhadap Ahok yang membangun Simpang Susun Semanggi yang tidak mendasar.

    Menurut Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Suradi, dana pembangunan tersebut diperoleh dari perusahaan properti asal Jepang Mori Company melalui perusahaannya di Indonesia, PT Mitra Panca Persada.

    Dan sekali lagi kita belum melihat adanya komentar dan keluhan mengenai pembangunan Simpang Susun Semanggi yang diutarakan oleh pihak perusahaan yang membayar denda. Ini untuk kemajuan Jakarta, maka apa yang dikerjakan Ahok sudah tepat guna dan tepat waktu. Jangan sampai kritik Fahri ini justru melemahkan posisinya sendiri.

    Fahri menampar dirinya sendiri

    Dari setiap apa yang dikerjakan dan dibicarakan Fahri mengenai komentarnya kepada Ahok di dalam pembangunan Simpang Susun Semanggi, ia diibaratkan seperti orang yang melakukan tamparan keras di mulutnya sendiri.

    Apa yang menjadi penjelasannya, sebenarnya dapat dipatahkan dengan sederhana. Pikiran Fahri menjadi sebuah pikiran yang benar-benar tidak sesuai dengan hati nurani rakyat dan suara rakyat. Rakyat Jakarta menjadi korban akibat “kecerdasan Fahri”. Fahri yang cerdas, sudah lah, jangan banyak bicara, karena semakin Anda bicara, Anda sebenarnya sedang mempermalukan dirimu sendiri.

    Betul kan yang saya katakan?

    Penulis :  Aliems Suryanto   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kritik Cara Ahok Bangun Simpang Susun, Fahri Malah “Tampar” Mulutnya Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top