728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Maret 2017

    Krisis Dana Menyongsong Putaran Kedua, Sandiaga Minta Bantuan Prabowo, Netizen Malah Komentar Ini!

    Tak bisa kita pungkiri bahwa Pilkada DKI Jakarta menjadi panggung demokrasi termahal di Indonesia. Bayangkan saja, untuk mengikuti pemilihan calon Kepala Daerah,  seseorang harus memiliki dana diatas 100 miliar rupiah. Angka yang cukup membuat nyali ciut. Makanya saya sarankan, jangan coba-coba ikut pemilu di DKI Jakarta kalau tidak cukup modal, bisa-bisa gila akut. Satu hal yang harus kita contoh adalah sikap Ahmad Dhani yang memilih mundur di Pilkada DKI, karena dana yang dibutuhkan membuat kita ngeri.

    Lain Ahmad Dhani, lain pula Sandiaga Uno. Sandiaga rupanya cukup mampu menembus angka rupiah yang tergolong cukup gede tersebut. Menurut laporan, bahwasannya seluruh dana kampanye yang dibutuhkan oleh pasangan nomor urut tiga tersebut, 90 persen berasal dari kantong pribadi pengusaha beradarah Gorontalo tersebut.

    Menurut sumber terpercaya, Anies-Sandi telah mengeluarkan dana sebesar 64,7 miliar. Adapun pendapatan dana Anies-Sandi, berasal dari pasangan calon sebanyak Rp 63,3 miliar. Anies menyumbangkan anggaran Rp 400 juta, sisanya ditanggung Sandi. Adapun sumbangan dari badan usaha sebesar 360 juta. Bayangkan hampir 90 persen dana yang dibutuhkan dari kantong pribadi Sandiaga Uno. “Ini murni dari ‘celengan ayam’ saya sendiri,” ucap Sandi.

    Warbiyasah bukan.? Anies yang juga sebagai calon Gubernur nya saja  hanya mengeluarkan dana yang cukup kecil saja. Mungkin inilah yang membuat Sandiaga merasa dirugikan, hingga dia meminta bantuan ke Prabowo untuk menggalang dana di putaran kedua nanti. Sikap kepedulian yang ditunjukkan oleh Sandiaga justru tidak ditunjukkan oleh Anies.

    Anies Baswedan terkesan tidak peduli akan krisis dana yang dialami oleh timnya, toh juga kalau menang Anies juga yang jadi Gubernur, tapi kok sikapnya pasif begitu ya.?

    Lain Anies-Sandi, beginilah cara Ahok-Djarot mengumpulkan dana mereka. Jika Anies-Sandi mengandalkan kekuatan sendiri, Ahok-Djarot malah mengandalkan seluruh eleman lapisan masyarakat. Tak cuma timses saja, rakyat juga diajak turut berpartisipasi dalam penggalan dana paslon nomor urut dua tersebut.

    Sehingga tak heran, pasangan calon Ahok-Djarot bisa dikatakan hampir tidak mengeluarkan sepeser pun dari kantong pribadinya. Ini sejarah yan seworders, ini bukan ujian.! Demokrasi yang sehat terlihat dari anggaran penyelenggaran dana pemilu yang kecil serta pengeluaran dana kampanye yang ditekan seminimal mungkin.

    “Pencapaian sebesar Rp 60,1 miliar kami rasa sudah sangat mencukupi untuk memberikan support pendanaan segala sesuatu untuk kampanye kemenangan pasangan nomor 2, Pak Basuki dan Pak Djarot,” kata Joice, di Posko Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat.

    Berdasarkan data yang dimiliki tim pemenangan Ahok-Djarot, dari Rp 60,1 miliar dana yang terkumpul, Rp 45,6 Miliar berasal dari sumbangan perseorangan, sedangkan Rp 14,4 miliar dari badan usaha.

    “Bisa dilihat 75 persen atau 3/4 dari sumbangan yang masuk adalah sumbangan individu,” kata anggota tim pemenangan Ahok-Djarot lainnya, Michael Sianipar. Nah artinya apa.? Bahwa cara penggalan dana Ahok-Djarot adalah cara yang efektif. Sehingga kalaupun pun kalah tidak membuatnya gila, atau kalau menang tidak berpikir untuk korupsi buat menutupi kerugian dana kampanye.

    Inilah yang membuat Sandiaga Uno menyerah, dia tidak kuat melihat derasnya uang yang keluar dari kantongnya. “Pak Prabowo berpesan juga soal pendanaan, dan saya laporkan keuangan kita sangat minim sekali. Lalu ditanya apa yang bisa dibantu, saya bilang apa saja bisa membantu. Jadi kalau dia (Prabowo) mau galang dana, itu dampaknya akan baik,” kata Sandiaga di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

    Sandiaga berencana akan mengadakan gala dinner dalam menutupi dana untuk putaran kedua, dan mengajak rakyat turut aktif menyubangkan dananya kepada mereka. Cara ini mirip sekali dengan cara yang dilakukan oleh Ahok-Djarot, walaupun begitu Sandiaga menolak dikatakan mencontek trik penggalangan dana pasangan nomor dua tersebut.

    Inilah yang membuat netizen ramai memberikan komentar kepada Sandiaga Uno di detiknews.com. Berikut saya rangkum komentarnya.!

    Netgodzilla1 @netgodzilla1 Huuuu tiru2 Ahok. Dulu katanya ga mau dinner, sekarang tiru2. Ga kreatif blass. Menang SARAnya doank

    Just One @justone.one Lho, kok jadi ikut2 kayak Ahok mau galang dana lewat dinner. Bisanya cuma nyontek orang lain, termasuk semua program2-nya juga sudah dilakukan Gub skrg.

    judgebao123 @judgebao123 ati2 mau balik modal.

    Rakyat Pinggiran @rakyat_pinggiran Sdh kesulitan dan ya? Mengaoa tdk ente saja yg adakan dinner sendiri? Takut ga ada yg datang ya?

    Mas Ridjay @widr286 bukannya putaran pertama kemarin dari sandiaga sendiri mayoritas dananya!?!??! lahhh koq putaran kedua enggan??? ha ha ha ha ha ha…. ada apa neh

    Dhika Kurnia @dhika.kurnia.75
    cieeeh nyontek nih ye.. usaha sendiri dong.. g perlu bw” org tua.. sana temui BADJA.. mohon wejangan ny.. pasti di beritahu cara” ny..

    Powerpoint Ranger @poweranger82
    Bisa nya nyontek… Pada dasarnya nol besar … U nooooo

    rejkt @rejkt
    Ha ha ha, katanya banyak duit? Lagian siapa yg mau dinner sama wowo? Pengusaha yg mana mau?

    Sanhadi @sanhadi
    sebetulnya kasus ini bs jd ukuran bahwa yg namanya anis-uno ga ada nilai jualnya di masyarakat. meski yg 1 mantan menteri, satunya pengusaha. gala dinner aj ga laku…apalagi kumpulan dana dari masyarakat!!!!

    Gregory Atung @insakuluaik
    harlah..gak ada ide nyontek makan berbayarnya Ahok..kreatif dikit nape sih…bisanya nyontek aja…

    Nah, begitulah komentar pilihan netizen yang dapat saya kutip.

    Salam Krisis.!

    Penulis : Christovel Silaban    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Krisis Dana Menyongsong Putaran Kedua, Sandiaga Minta Bantuan Prabowo, Netizen Malah Komentar Ini! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top