728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 Maret 2017

    Kali ini, Putri Arab Saudi yang Menampar Kaum ke-Arab-Araban

    Fenomena meniru Arab Saudi sedang menjangkit di Indonesia. Beberapa kelompok Islam di Indonesia bahkan lebih suka mengikuti adat istiadat dan budaya di bali dibanding Indonesia. Mereka berpakaian layaknya orang Arab meskipun sebenarnya pakian Arab tidak seperti itu. Contoh kecil mereka suka memakai celana cingkrang, padahal di Arab pakaian utamanya jubah dan tidak cungkrang.

    Mereka bahkan ada yang anti dengan pakaian khas Indonesia seperti batik, kebaya, blangkon dan yang lainnya serta anti terhadap budaya Indonesia sendiri. Mereka sangat khawatir kalau tidak meniru Arab tidak dikatakan orang yang shaleh.

    Kaum perempuan muslim di Indonesia meniru gaya berpakaian Arab dengan memakai cadar serta jilbab yang besar, bahkan yang terlihat hanya matanya. Dan ternyata tidak semua pakaian perempuan orang Arab seperti itu. Beberapa Putri Arab ada yang sering terlihat tidak berjilbab. Bahkan baru-baru ini Putri Arab memakai pakaian khas bali yang membiarkan dadanya terbuka. Ini jelas menampar sebagian kelompok muslim di Indonesia yang ke Arab-Araban. Ternyata yang mereka tiru justru berbanding terbalik dengan anggapan mereka.

    Saat Raja Salman beserta rombongan berkunjung ke Bali, mereka sering keluar dan mengunjungi tempat-tempat wisata.

    Salah satu Putri Arab Saudi bahkan sempat melakukan perawatan tubuh di sebuah Spa bernama ADI SPA yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai No.501, Kedonganan, Nusa Dua, Denpasar, Bali.

    Pemilik ADI SPA, Wayan Adi Sumiran, mengunggah sejumlah foto sang putri mengenakan busana khas penari Bali usai melakukan perawatan tubuh.

    Menurut Wayan, para tamu dari kerajaan Arab Saudi sangat senang menjalani perawatan di spa miliknya tersebut.

    “Om swastyastu trimakasih banyak princesnya Raja Salman dan staff yang lainya sudah berkunjung ke ADI SPA dan melakukan aktivitas spa dan balinise costum. Ternyata mereka sangat senang sekali, om shanti,shanti,shanti om,” tulis Wayan pada akun Facebooknya.

    Wayan pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen berharga dengan berfoto bersama sang putri Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya.

    Berdasarkan sejumlah foto yang diunggah oleh Wayan, maka terlihat sang putri Arab Saudi mengenakan busana ala penari Bali yang cukup lengkap, mulai dari kemben, kain, selendang, dan mahkota berwarna keemasan dengan imbuhan bunga warna putih yang manis.

    http://female.kompas.com/read/2017/03/09/070200320/cantiknya.putri.arab.saudi.kenakan.busana.penari.bali.usai.spa

    Foto {utri Arab ini tentu membuat kita tercengang, terutama bagi kaum yang selama ini sok ke-Arab-Araban. Budaya dan Adat Istiadat Arab yang mereka tiru ternyata tidak seshaleh dan sesuci yang mereka bayangkan. Mereka meniru sesuatu yang abstrak dan hanya ada dalam imajinasi mereka. Faktanya, Putri Arab sendiri tidak menolak berpakaian khas bali yang hanya menggunakan kemben. Jelas ini menampar perempuan-perempuan yang selama ini merasa suci dengan berpakaian ala perempuan Arab.

    Bersedianya Putri Arab memakai kemben tentu menjadi salah satu alasan mengapa NU terus mengkapmapnyekan Islam Nusantara. Islam Indonesia tidak harus sama dengan Arab. Ajaran Islam memang berasal dari Arab, namun bukan berarti semua yang ada di Arab kita ambil semuanya. Untuk wilayah adat istiadat dan budaya, kita harus tetap melestarikan budaya Indonesia.

    Konsep berpakaian dalam Islam memang memunculkan beberapa pendapat yang berbeda. Sebagian mengatakan perempuan muslim wajib memakai Jilbab. Sedangkan ada juga pendapat yang mengatakan bahwa memakai Jilbab hukumnya tidak wajib, yang penting pakaian tetap sopan.

    Kalau saya sendiri cenderung lebih sepakat dengan mewajibkan perempuan memakai Jilbab namun tetap menghargai perempuan-perempuan yang tidak berjilbab. Tidak ada aturan model jilbab seperti apa dalam Islam. Yang terpenting jilbab mampu menutupi rambut dan dada. Tidak harus ada keharusan menggunakan model jilbab ala Arab dan memakai cadar.

    Muslimah Indonesia bisa tetap cantik dengan memakai model jilbab ala Indonesia. Bisa juga jilbab dipadukan dengan batik atau kebaya. Cara berjilbab dengan jilbab yang besar dan lebar serta memakai cadar ala Arab kurang sesuai dengan fikih dakwah di Indonesia. Oleh karena itu, di pesantren-pesantren di Indonesia, santriwatinya memakai jilbab yang biasa-biasa saja, normal, serta tidak bercadar.

    Kalau kita pahami definisi shaleh, shaleh berarti pantas, yaitu mampu memantaskan diri dengan lingkungan sekitar. Kriteria shaleh tidak harus saklek meniru gaya berpakaian orang Arab. Muslimah Indonesia bisa tetap shaleh dengan menggunakan jilbab ala Indonesia. Justru perempuan Indonesia yang memakai jilbab besar dan bercadar saya katakana kurang shaleh karena mereka tidak mampu memantaskan diri dengan budaya berpakaian perempuan Indonesia yang biasanya memakai jilbab yang standar.

    Saya pribadi sedikit ilfeel melihat putri Arab Saudi mau memakai kemben. Bukan berarti saya membenci seetiap perempuan yang memakai kemben. Saya berbicara dalam wilayah agama Islam. Saya tidak suka kalau ada perempuan muslim yang membuka auratnya. Kalau sekedar yang tidak memakai jilbab, saya maklumi karena memang ada pendapat ulama yang membolehkan tidak memakai Jilbab.

    Fakta ini semakin memperteguh keyakinan saya bahwa muslim Arab ternyata tidak serta merta pantas menjadi tauladan,. Kita muslim Indonesia saya yakin bisa lebih baik dan berkualitas ke-Islamannya dibandingkan orang Arab sendiri. Banyak ulama-ulama hebat Indonesia yang diakui di Arab seperti Syaikh Imam Nawawi Al-Bantani.

    Penulis : Saefudin Achmad Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kali ini, Putri Arab Saudi yang Menampar Kaum ke-Arab-Araban Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top