728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Maret 2017

    Kalau Wasit Tidak Profesional dan Tidak Adil, Ganti Saja!

    Pada setiap pertandingan sepak bola tentunya butuh wasit agar pertandingan berjalan dengan fair dan sesuai dengan peraturan. Bagaimana jika wasit pertandingan sepak bola tidak adil? Tentu akan memancing emosi penontonnya dan bisa berunjung pada kerusuhan. Lebih jauh lagi bisa mengancam keberlangsungan kompetisi sepak bola tersebut, siapa yang mau menonton pertandingan yang sudah diatur? Mending nonton Batman Lego saja bisa ketawa-ketawa.

    Banyak yang mengatakan bahwa keikut-sertaan warga dalam Pilkada DKI kali ini sangat tinggi. Hal tersebut juga sempat disampaikan oleh kubu Anies-Sandi saat mengadakan konferensi pers jelang Quick Count. Tentu ini suatu hal yang sangat membanggakan bagi penduduk Jakarta. Namun bagaimana jika ternyata dalam pelaksanaannya terjadi banyak kecurangan-kecurangan yang merugikan salah satu pasangan.

    Wasitnya curang, gak adil, begitu katanya. Jadi buat apa bangga dengan ke-ikutsertaan yang tinggi kalau wasitnya seperti itu? Kan kalau begini terus nanti orang lebih milih Golput lagi. Ngapain ikut pemilu yang jelas dirancang untuk memenangkan salah satu paslon? Jika timbul pemikiran seperti itu, tentu ini akan mengancam demokrasi di Indonesia. Dan lebih jauh lagi akan mengancam keutuhan NKRI.

    Bagaimana mau dianggap adil jika wasit sepak bola bertemu dengan pemain tim lawan sebelum pertandingan berlangsung? Jika penonton tahu tentu mereka akan curiga. Seperti KPU yang bertemu Anies saat pencoblosan ulang, tentu akan menimbulkan kecurigaan para warga DKI. Ada apa ini?

    Jika saat pertandingan berlangsung dan terjadi pelanggaran-pelanggaran dilapangan maka harus dihukum oleh wasit. Namun jika tarik-tarik baju hingga tackle keras pemain lawan dibiarkan oleh wasit maka penonton akan bertanya-tanya, ada apa ini? Kok wasit diam saja? Dibayar tim lawan? Begitu juga dengan dugaan pembungkaman suara oleh KPU. Banyak warga yang melaporkan tidak dapat mencoblos pada hari pemilihan. Setidaknya ada minimal 1.600 warga yang tidak dapat menggunakan haknya (sumber).

    Bagaimana jika wasit pertandingan sepak bola ternyata pernah kedapatan menggunakan kaos jersey tim lawan, atau kedapatan menjadi suporter tim lawan sebelum pertandingan? Tentu ini juga menjadi indikasi bahwa wasit tidak bisa adil. Lalu bagaimana dengan Ketua KPU DKI yang memasang foto aksi demonstrasi 212 yang bertujuan menjatuhkan salah satu paslon?

    Lebih kacau lagi kalau wasit terlambat memulai pertandingan karena tidak tahu kalau tim satunya sudah menunggu di ruang ganti. Bagaimana mungkin wasit bisa tidak tahu? Kenapa tidak menyuruh panitia atau siapapun untuk menghubungi tim lawan seandainya wasit tidak tahu? Atau telefon langsung saja, sekarang sudah jaman teknologi kan? Kalau takut disangka curang karena menelepon, ya bisa suruh orang, atau bisa pakai speaker saja dan di dengar oleh orang-orang supaya bisa jadi saksi.

    “Halo Pak Basuki, pelatih team “Jujur Pasti Menang FC”?

    “Iya betul pak, bapak dimana? Ini jadi gak pertandingannya?”

    “Loh bapak dimana? Ini tim “Okengoceh Selalu FC” sudah siap pak dilapangan Pak”

    “Ooo gitu…iya, iya, kita segera kesana”.

    Beresssss pertandingan pun bisa dimulai.

    Lah kalau gak gitu penonton disuruh nunggu lama, bisa bubar penontonnya. Lalu saling menyalahkan di konferensi pers, saling tunjuk, atau pura-pura gak tau. Kata team ini begini, kata wasitnya gak gitu sebenernya begini, kata team lawan begono. Ya kacau jadinya, siapa yang salah sebenarnya? Jelas salah wasitnya yang sudah ada niat untuk menjalankan pertandingan dengan tidak adil. Wasitnya ingin tim lawan yang menang mungkin karena dulu wasitnya jadi supporter team lawan?

    Nah kalau wasit pertandingan sepak bola tidak profesional seperti itu lalu gimana? Apalagi level pertandingannya seperti Barcelona lawan Real Madrid, atau Liverpool lawan Manchester United, atau seperti Persib lawan Persija? Ya gampang ganti aja wasitnya. Ganti dan jangan dipakai lagi, pasti masih  banyak wasit sepak bola lain yang bisa adil memimpin pertandingan.

    Tapi saya yakin lah kalau Ketua KPU DKI itu profesional dan adil, gak seperti cerita wasit diatas, betul? Lagi pula ngurus Pilkada DKI itu pasti repot gak seperti ngurus pertandingan bola, jadi kalau salah-salah dikit ya harap maklum lah…..



    Penulis :  Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kalau Wasit Tidak Profesional dan Tidak Adil, Ganti Saja! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top