728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    Jokowi: Ekonomi RI 4 Besar Dunia Tahun 2045. Gimana Dengan 2 Hama Pengganggu Ini, Pak?

    Jokowi telah membuat berbagai terobosan terutama dalam hal pembangunan infrastruktur hingga ke luar Jawa dan pelosok-pelosok hingga wilayah terpencil dengan medan yang sulit. Dengan menggeber pertumbuhan ekonomi lewat pembangunan infrastruktur dan industri, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia.

    Dari mana prediksi tersebut? Menurut Jokowi, perhitungan ini diperoleh dari Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi empat besar di dunia tahun 2045. Saya percaya hitungan itu, siapa yang meragukan Bu Sri Mulyani, Pak Darmin? Yang hitung bukan saya, ini pakar-pakar kelas internasional semua,” kata Jokowi dalam acara Rakernas Hipmi Senin lalu.

    Hitungan yang lebih rinci adalah sebagai berikut. Tahun 2045 nanti Produk Domestik Bruto (PDB) akan mencapai US$ 9,1 triliun dan pendapatan per kapita mencapai US$29.000 dengan memperhatikan pertimbangan terhadap jumlah penduduk yang mencapai 309 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi berada di level 5-6 persen.

    Dari sini Jokowi memiliki rencana besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah pembangunan infrastruktur karena infrastruktur dapat menurunkan biaya logistik dengan semakin mudahnya keterjangkauan.

    Yang kedua adalah industri pengolahan sehingga ke depan tidak ada lagi ekspor barang mentah. Sumber daya alam harus diolah terlebih dahulu minimal dalam bentuk barang setengah jadi (barang yang masih harus diolah lagi untuk menjadi barang jadi/siap pakai).

    Yang ketiga adalah pengembangan industri jasa, di mana Indonesia memiliki potensi yang sangat besa. “Kekuatan kita sebenarnya kekuatan alam. Sekarang kita baru proses dengan membangun sepuluh destinasi wisata baru,” kata Jokowi.

    Melihat ambisi Pak Jokowi tentunya kita semua (kecuali kaum bumi sebelah) mendukung dan semoga ambisi ini benar-benar terwujud kalau bisa lebih cepat dari perkiraan. Tapi sayangnya Pak Jokowi hanya maksimal memimpin selama dua periode. Untuk menuju ke tahun 2045, tentunya akan ada pergantian jabatan Presiden 3 hingga 6 kali. Masalahnya apakah selanjutnya akan ada yang setara atau lebih baik dari Jokowi atau malah hancur?

    Melihat fenomena politik sekarang ini, saya simpulkan ada dua hama pengganggu yang bisa menghambat kemajuan Indonesia seperti yang diharapkan Jokowi. Tanpa basa-basi, saya sebutkan dua hama ini yaitu, korupsi dan sentimen SARA.

    Mengenai korupsi, saya kira semua pembaca di sini sudah muak hingga mau muntah mendengar banyak dan masifnya kasus korupsi di tanah air. Yang terbaru adalah kasus e-KTP yang berpotensi merugikan negara mencapai 2,3 triliun. Itu baru satu kasus besar. bagaimana dengan kasus-kasus kecil yang jumlahnya berjibun dan kadang tidak terlacak? Jika dikumpulkan berapa banyak uang yang bisa digunakan untuk membiayai pembangunan? Korupsi sudah berakar dan membudaya, hampir terjadi di segala lini jenjang pemerintahan baik dari pusat hingga ke yang paling bawah.

    Pemimpin yang anti korupsi terkesan minoritas dan sedikit jumlahnya. Dan mirisnya, mereka-mereka ini sangat dibenci dan dilabeli iblis yang patut disingkirkan padahal siapa coba yang sebenarnya iblis? Ahok adalah contoh paling tepat untuk menggambarkan ini. Kerasnya Ahok terhadap korupsi dan begal anggaran membuatnya dibenci tujuh turunan oleh banyak. Padahal jika semua pejabat seperti Ahok, niscaya tidak perlu menunggu hingga tahun 2045 untuk merasakan kejayaan tanah air.

    Justru karena korupsi, uang negara disunat habis, pembangunan tidak maksimal. Dan mirisnya setelah sekian lama mengamati dunia politik tanah air, masih banyak orang yang mulutnya bilang ingin memajukan negeri tapi pada kenyataannya hatinya ingin memajukan dan memperkaya diri sendiri. Bodo amat dengan negara ini, yang penting saya kaya dan dapat duit.

    Sentimen SARA juga sangat memprihatinkan akhir-akhir ini. Ahok juga bisa dijadikan pelajaran. Ternyata masih banyak yang belum cerdas, hanya berlandaskan sentimen SARA. Memilih pemimpin bukannya berdasarkan rekam jejak dan kinerja, tapi berdasarkan SARA. Lucunya saya pernah mendengar orang yang mengatakan lebih memilih yang seiman meskipun korupsi. Luar biasa sekali pemikiran seperti itu.

    Kalau begitu mereka lebih memilih yang terlibat korupsi dana haji, korupsi pengadaan Al-Quran, korupsi daging sapi, daripada Ahok yang bukan seiman meskipun Ahok berusaha keras menyelamatkan uang negara, menghemat pengeluaran dengan CSR dan membangun masjid-masjid megah serta mengumrohkan banyak orang? Sedih rasanya membayangkan ini. Berbagai macam cara keji dilakukan untuk menjegal seorang Ahok. Saya bahkan yakin kalau pun Ahok muslim, dia akan tetap dimusuhi karena perlawanannya terhadap korupsi dan karakternya yang lurus-lurus. Di negara ini satu orang yang benar-benar baik punya musuh hingga ribuan. Kemauan untuk membangun negeri, pasti akan dihalangi mereka yang memiliki kepentingan pribadi.

    Sentimen SARA juga cukup memprihatinkan karena dalam beberapa kasus, dilakukan pengerahan massa dalam jumlah keterlaluan. Sedikit-sedikit demo, padahal sebenarnya kurang kerjaan. Kepentingan sekelompok massa jauh lebih penting dari kepentingan nasional. Kapan bisa maju negara ini? Yang salah dibela, yang benar dimaki-maki.

    Dua hama pengganggu inilah yang harus diberantas sampai tuntas. Karena kalau tidak, negara akan sulit maju atau bahkan tidak maju-maju. Kalau pun maju, biasanya akan lamaaaaaaaaaaaa sekali. Kalau sial, siap-siaplah melihat negara ini seperti di Timur Tengah sana.

    Indonesia sangat kaya, sumber daya manusia berlimpah, tapi sayang tidak disyukuri, malah terkesan buta dengan keberlimpahan tersebut. Tidak sadarkah kita bahwa negara-negara lain sangat iri dengan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki? Kita di sini malah mirip oran primitif dan jotos-jotosan karena SARA. Satu kata, memalukan.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis :  XHardy  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi: Ekonomi RI 4 Besar Dunia Tahun 2045. Gimana Dengan 2 Hama Pengganggu Ini, Pak? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top