728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 Maret 2017

    Jika Terjadi Perang, Malaysia “Kalah” Telak Dari Korea Utara

    Malaysia kali ini rupanya lupa dengan siapa mereka berhadapan, entah lupa atau malah pura-pura tidak tahu. Hubungan Malaysia dan Korea utara belakangan sedang memanas. Kisruh kedua negara berawal dari terbunuhnya Kim Jong Nam yang disebut-sebut sebagai adik kandung pemimpin Korea utara Kim Jong Un di Bandar Utara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 yang lalu. Kematian Jong Nam berujung panjang dan membuat hubungan diplomatik kedua negara jadi memanas.

    Malaysia dianggap menutup-nutupi sebab kematian lelaki yang diduga adik kandung pemimpin Korea Utara itu. Pernyataan-pernyataan keras Korea utara menanggapi penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Malaysia disampaikan langsung oleh duta besar Korea utara untuk Malaysia Kang Chol. Pernyataan keras Kang Chol justru berujung pengusiran yang dilakukan oleh pemerintah malaysia. Malaysia menyatakan bahwa, duta besar Korea utara, Kang Chol sebagai “Persona Non Grata”, yang konsekuensinya, Kang Chol harus segera meninggalkan Malaysia dalam tempo 48 jam sejak status itu ditetapkan.

    Seperti pura-pura tidak tahu, malaysia ternyata lupa dengan siapa ia berhadapan. Apa yang dilakukan oleh Malaysia terhadap duta besar Korea utara langsung ditanggapi serius oleh pemerintah Korea Utara. Negeri yang dipimpin oleh Kim Jong Un ini langsung meresponnya dengan melakukan pengusiran yang sama terhadap duta besar Malaysia untuk Korea utara. Bahkan lebih jauh, otoritas Korut juga melarang seluruh warga negara Malaysia yang sedang berada di negara tersebut untuk keluar. Langkah ini disebut sebagai “penyanderaan” yang dilakukan oleh pihak Korea utara.

    Banyak pihak yang mengkhawatirkan ketegangan yang terjadi antara kedua negara ini. bukan tidak mungkin pula ketegangan ini, akan berujung perang. Mengingat sosok Kim Jong Un yang sangat sulit sekali untuk ditebak. Jika seandainya terjadi perang antara Korea utara dan Malaysia, maka berdasarkan perbandingan kekuatan militer kedua negara, Malaysia akan kalah telak. Ini terjadi jika perang terjadi secara mandiri tanpa campur tangan sekutu masing-masing negara. Seperti yang saya kutip dari situs Global fire power. Situs Global fire power adalah situs rating militer terpercaya bagi referensi militer sebuah negara. Berikut perbandingan kekuatan militer antara Korea utara dan Malaysia menurut situs Global fire power.

    Tentara Aktif.

    Korut : 700.000

    Malaysia : 110.000

    Personel Cadangan .

    Korut : 4,5 juta orang.

    Malaysia : 296.500 orang

    Korut : 4.200

    Malaysia : 74

    Kendaraan Pelontar Roket.

    Korut: 2.400

    Malaysia : 54

    Korut : 202

    Malaysia : 79

    Helikopter Tempur.

    Korut : 20

    Malaysia : 0

    Pesawat Pengangkut.


    Korut : 100

    Malaysia : 96

    Jet Tempur.


    Korut : 458

    Malaysia : 42

    Total Unit Armada Laut :

    Korut : 967

    Malaysia : 61

    Rangking Dunia (dari 126 negara)

    Korut : 25

    Malaysia : 34

    Pasukan Khusus

    Korut : NKSOF atau The North Korean Special Operation Force.

    Malaysia : Rejimen Gerak Khas.

    Indeks Kekuatan Militer (semakin rendah, semakin baik).

    Korut : 0,4442

    Malaysia : 0,6679

    Perbandingan kekuatan militer ini tentu di luar senjata pemusnah masal yang juga disebut-sebut di miliki oleh Korea utara, sebagaimana klaim pemimpin Korea utara Kim Jong un. Hal ini juga dibenarkan oleh sekutu terdekat Korea utara yang menyebut bahwa Korea utara setidaknya memiliki 20 hulu ledak nuklir, yang siap digunakan kapan saja. Bahkan teknologi rudal yang dimiliki oleh Korea utara tentu juga akan menjadi ancaman serius bagi Malaysia jika perang benar-benar pecah. Sebut saja misalnya, rudal Tapeondong-2 dengan jarak jangkau 10.000 km. Rudal ini mampu membawa nuklir.

    Akan tetapi, walaupun Korea utara terlihat unggul dalam kekeuatan militer atas Malaysia, tentu pemerintah Korea utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un juga akan mempertimbangkan sekutu yang ada di belakang Malaysia, yang tidak akan tinggal diam jika negeri itu diserang. Sebgaimana diketahui, Malaysia merupakan anggota dari Five Power Defence Arrangements (FPDA). Yang beranggotakan lima negara yaitu Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura dan Malaysia. Kelima negara berjanji akan saling membantu jika terdapat serangan luar terhadap salah satu dari lima negara anggota.



    Penulis : Hendra   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jika Terjadi Perang, Malaysia “Kalah” Telak Dari Korea Utara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top