728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 23 Maret 2017

    Jadi Salah Satu Menteri Dengan Kinerja Yang Memuaskan, Jokowi Keliru Mereshufle Anies??

    Lembaga survei Indo Barometer baru saja melakukan survei terkait kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Dalam survei tersebut, disurvei juga kinerja para menteri Jokowi-JK. Survei Indo Barometer dilakukan di 34 provinsi dalam kurun 4-14 Maret 2017. Jumlah responden 1.200 dengan margin of error kurang lebih 3 persen.

    Hasilnya sungguh sangat menarik karena survei tersebut tidak menampilkan pertanyaan tertutup melainkan pertanyaan terbuka. Pada akhirnya, pada saat keluar hasil survei terkait kinerja menteri, nama mantan Mendikbud Anies Baswedan muncul dan meraih posisi ketiga.

    Hal ini tentu saja diluar kewajaran karena saat ini Anies sudah tidak lagi menjadi menteri dan tidak bisa dinilai kinerjanya. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi?? Salah satu alasannya adalah karena survei ini pertanyaan terbuka sehingga setiap orang bebas menuliskan nama menteri yang dinilainya bekerja dengan memuaskan.

    Direktur Ekesekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan bahwa kejadian munculnya nama Anies ini menggambarkan bahwa banyak orng yang belum tahu kalau Anies sudah tidak lagi menjadi menteri. Sehingga namanya dituliskan dalam survei tersebut.

        “Menarik, masih muncul nama Anies. Sepertinya banyak yang tidak tahu Anies sudah tidak di kabinet lagi,” kata Qodari.

    Saya sendiri juga menilai kemunculan nama Anies ini memang disebabkan salah satunya karena banyak orang tidak tahu Anies sudah tidak lagi menjadi menteri. Bayangkan saja kalau dalam satu survei muncul 2 nama Mendikbud. Lalu benarkah Anies kinerjanya memuaskan??

    Sebelum kita ke arah kinerja Anies tersebut, kita lihat dulu bagaimana respon Anies menanggapi hasil survei ini. Ya, anda benar. anies menganggap hasil survei ini sebuah penilaian yang tepat dan tidak keliru. Karena itu, Anies menganggap dirinya sukses dalam hal pengalaman sebagai menteri.

    Anies merasa bersyukur mendapat penilaian positif dari masyarakat. Ketika mendapat amanat, dia berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya. Anies mengaku selalu mencari terobosan-terobosan baru dari setiap program kerja yang ada. Hal ini juga akan dilakukannya ketika terpilih menjadi pemimpin di Ibu Kota.

        “Artinya pesannya begini, ingin pengalaman ada dua yang berpengalaman, ingin pembaruan, kami menawarkan pembaruan. Sama-sama bawa pengalaman, tapi yang satu bawa kebaruan, yang satu tidak bawa kebaruan. Kami menawarkan kedua-duanya. Pengalaman birokrasi, teknokrasi, dan kebaruan,” sebut Anies.

    Heboh benar Anies menanggapi hasil survei aneh ini. Bagaimana tidak aneh, yang disurvei Menteri saat ini, malah orang yang disurvei sebut nama Anies. Itu namanya tidak nyambung. Sama seperti kalau ada pertanyaan, “Apa kinerja yang paling anda ingat yang dilakukan Presiden kita saat ini??”, lalu dijawab dengan “memproklamasikan kemerdekaan Indonesia”. Apa iya anda bangga dengan jawaban itu?? Lah itu namanya tidak nyambung.

    Lalu benarkah kinerja Anies memuaskan?? Apakah Jokowi keliru mereshuffle Anies?? Jawabannya tentulah tidak. Anies kalau memuaskan, pastilah dipertahankan oleh Jokowi. Apa iya ada orang mereshuffle menteri yang kinerjanya bagus?? Toh yang berhak menilai bagaimana kinerja menteri yah Presiden. Kan tugasnya menteri melaksanakan perintah Presiden, bukan mencari kepuasaan penilaian orang.

        “Saya sampaikan, yang menilai kinerja menteri adalah presiden. Itu prinsip. Saya ulang, saya ingin sekarang ini menteri terus bekerja,” kata Jokowi di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

    Apa yang dimaksud Jokowi disini?? Jokowi dengan tegas menyatakan penilaian kinerja menteri adalah hak Presiden, bukan siapapun. Dan pada prinsipnya, Jokowi mencari menteri yang bisa bekerja. Nah, Anies jelas bukan tipe orang bekerja. Tetapi tipe orang yang pandai berkata-kata dan mengagas sesuatu. Anies sendiri pun mengakuinya.

    Jokowi jelas memecat Anies karena dirinya terlalu banyak berteori dan berbicara, kurang bekerja. Fakta ini jelas terlihat dari Penelitian Ombudsman Republik Indonesia terkait Kepatuhan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Standar Pelayanan Publik terhadap 22 kementerian.

    Empat di antaranya memiliki tingkat kepatuhan standar pelayanan publik yang rendah atau berada di zona merah. Keempat kementerian tersebut adalah Kementerian Pertahanan (dengan nilai 54,3), Kementerian Agama (51,95), Kementerian Sosial (50,5), serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (49,5).

    Belum lagi kinerja penganggaran yang hampir saja menyebabkan kehilangan dana APBN sebesar 23,3 triliun. Syukurnya bisa diselamatkan oleh Sri Mulyani. Sebagai seorang menteri kinerja penganggaran pun menjadi sebuah catatan, bukan hanya gagasan dan kata-kata saja.

    Saya sendiri yakin, apa yang dikatakan Anies terkait kebaruan yang mereka akan buat di Jakarta bukanlah bualan semata. Seperti yang sudah pernah saya kemukakan juga, Anies akan membawa kebaruan dengan menolak reklamasi yang sedang dikerjakan pemerintah pusat, Bajaj Online, rumah tanpa DP, KJP lus-plus, dlsb.

    Kalau anda mau kebaruan seperti itu, maka siap-siaplah menemui Jakarta Lama dengan chasing yang berbeda. Tetapi pada dasarnya tetap mengusahakan mendapatkan APBD DKI bersama-sama (Kerja Bersama) dengan para ormas dan partai pendukungnya. Hal yang berbeda tentu saja dengan yang dilakukan Ahok. Sekuat tenaga menghadirkan Jakarta Baru tanpa berbagi dengan ormas dan partai pendukung karena politik transaksional.

        Jadi kelirukah Jokowi mereshuffle Anies?? Saya yakini tidak. Yang keliru menurut saya adalah hasil survei ini.

    Salam Keliru.


    Penulis : Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jadi Salah Satu Menteri Dengan Kinerja Yang Memuaskan, Jokowi Keliru Mereshufle Anies?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top