728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 Maret 2017

    Ini Ceramah Ridho Sebelum Ditangkap, Rhoma Kualat Terhadap Jokowi?

    Putra dari Raja Dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan Ketum Partai Idaman itu ditangkap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat, dini hari tadi. Polisi berhasil mengamankan paket sabu seberat 0,7 gram dari RidhoTernyata sebelum tertangkap karena penyalahgunaan narkoba, Ridho sempat memberikan ceramah.

    Isi ceramahnya tentang pentingnya pendidikan agama ditanamkan sejak dini. Karena menurutnya, ketika seorang anak sudah memiliki fondasi agama yang kuat maka ia tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Inilah faktanya, Orang bisa saja berbicara, berceramah menggunakan ucapan yang baik dan manis sehingga citranya terkesan baik, namun belum tentu ia sendiri sebaik apa yang ia ucapkan. Bisa saja hanya manis dibibir dan sandiwara belaka.

    Anak dari raja dangdut Rhoma Irama ini dikenakan pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 Jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk Pasal 112 sendiri diketahui ancaman hukumannya paling cepat 4 tahun penjara, sementara itu ancaman hukuman yang diatur Pasal 127 paling lama adalah 4 tahun, dan pasal 132 ancaman hukuman paling sedikit 20 tahun penjara serta paling berat adalah hukuman seumur hidup hingga pidana mati.

    Beginilah ceramah Ridho sebelum ditangkap.

    “Ketika anak-anak dapat pendidikan pra sekolah sama seperti pondasinya sudah kuat. Seperti gedung, kalau pondasinya kuat akan kokoh, nah pra sekolah itu base, tempat di mana anak-anak membangun dasar kepribadian mereka. Sehingga mereka nggak gampang terpengaruh hal negatif,” kata Ridho Rhoma sekitar medio 2016 silam.

    “Bagus banget kalau semenjak pra sekolah ada pendidikan agama yang dimasukkan. Karena agama termasuk aspek terpenting, nomor satu dalam pendidikan anak,” imbuh anak raja dangdut Rhoma Irama tersebut. Ridho menambahkan bahwa seorang anak yang memiliki pendidikan agama yang baik akan bisa menghadapi kehidupan dengan lebih baik pula. Karenanya, tak cukup untuk menyekolahkan anak di sekolah umum saja.

    “Anak yang punya pendidikan agama yang baik, cenderung akan lebih baik ke depannya. Di sekolah umum ada agama yang berbeda-beda, kalau dapat pendidikan agama di sekolah umum aja saya rasa masih kurang, kalau ada sekolah agama itu jadi fasilitas khusus untuk anak-anak yang ingin mengenal agama mereka masing-masing,”



    Nah Ridho sendiri bagaimana pendidikan dari orangtuanya? Kok sepertinya gampang terpengaruh hal negatif seperti itu? Bukan saya yang bilang loh tapi Sandi yang mengatakan kalau Ridho hanya korban pergaulan. Berdasarkan ceramah Ridho, saya jadi bertanya-tanya dimana yah dulu Ridho ini pra sekolahnya? Apakah di sekolah model Islam terpadu atau sekolah umum?

    Saya ini dulu di sekolah umum yang di dalamnya banyak bermacam-macam pemeluk agama. Sekolah saya punya guru agama untuk semua agama disana. Ada Islam, Katolik, Protestan, Buddha dan Hindu, semua difasilitasi tidak dibeda-bedakan. Semua anak-anak saat jam pelajaran agama masuk ke kelasnya sesuai agamanya masing-masing. Sejak pra sekolah hingga menengah atas saya bersekolah di sekolah seperti itu.

    Soal agama, alhamdulillah sejak saya SMP ayah saya memanggil guru agama beraliran NU dan kami membahas Qur’an serta Hadist bersama-sama sekeluarga. Dengan kondisi demikian ayah saya tau persis apa yang diajarkan guru ngaji saya kepada anak-anaknya sehingga jauh dari ajaran-ajaran Islam radikal yang saat ini menjamur.

    Positifnya saya jadi lebih bisa menerima perbedaan, bergaul dengan mereka yang berbeda agama. Juga dengan mereka yang berbeda pendapat dalam Islam. Fondasi saya lemah? Hingga saat ini sih saya gak pernah merasa sebagai orang yang kokoh keimanannya, tapi yang jelas saya gak pakai sabu.

    Oh iya, soal mendidik anak saya jadi teringat tulisan Yusuf Muhammad.

    Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya menulis tentang sepak terjang Raja dangdut “Rhoma Irama” saat pilgub DKI Jakarta waktu itu, mungkin bang haji Rhoma Irama kualat Jokowi berikut tulisannya Antara Karma dan Standar Ganda Bang Haji Rhoma:

        Saat menjelang pilkada DKI 2014 ia memfitnah orang tua Jokowi Non Muslim, sehingga harapannya agar warga DKI tak memilih Jokowi sebagai Gubernur DKI.

        

        Setelah ceramah bawa isu SARA, ternyata saat pilpres 2014 bang Haji malah kampanye mendukung Prabowo yang jelas2 Ibu dan adiknya Non Muslim.

        Bang Haji Rhoma juga menciptakan lagu berjudul “Mirasantika” dan sering mengatakan bahwa musuh terbesar kita adalah Narkoba.

        Ternyata Anak bang Haji, Ridho Rhoma ditangkap polisi karena memakai Narkoba. Bahkan menurut keterangan pak polisi, sejak 6 bulan terakhir ini Ridho Rhoma aktif memakai narkoba hampir setiap hari.

        Terbukti, meskipun bang Haji sebagai tukang dakwah, namun ia belum mampu seperti Jokowi dalam hal mendidik anaknya.

    Mungkin dulu bang Haji gak masukin anaknye ke Pra Sekolah sesuai ceramah anaknye itu.






    Penulis : PGusti Yusuf  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ini Ceramah Ridho Sebelum Ditangkap, Rhoma Kualat Terhadap Jokowi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top