728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Maret 2017

    FPI Tidak Diundang Ke DPR Menyambut Raja Salman, Gerindra yang Muring-muring

    Entah ada kongkalingkong apa antara Gerindra dengan Rizieq Shihab dan FPI-nya, hanya karena Kesekjenan DPR tidak mengundang FPI dalam penyambutan Raja Salman di gedung DPR RI, Politisi Gerindra, Muhammad Syaf’i protes keras dan mengecam sikap Kesekjenan DPR RI. Menurut Syaf’i, perlakuan terhadap FPI sangat tidak adil.

    Muhammad Syaf’i yang duduk manis di Senayan sebagai anggota Komisi III DPR RI itu mempertanyakan apa bedanya FPI dengan ormas Islam lainnya, seperti Muhamadiah dan NU yang diundang untuk menyambut kedatangan Raja Salman di Gedung DPR RI.

    Ya jelas beda dong, pak. NU dan Muhamadiah adalah ormas yang sah dan resmi di negeri ini, sedangkan FPI adalah ormas benalu dan parasit perusak keberagaman bangsa. Keberadaan FPI sangat tidak diharapkan oleh bangsa ini,

    Selain itu, protokoler Raja Salman juga memang tidak mau Raja Salman bertemu dengan tokoh-tokoh Islam garis keras di Indonesia seperti FPI, FUH, GNPF-MUI dan lain sebagainya karena kunjungan Raja Salman ke Indonesia adalah kunjungan resmi bilateral antara dua negara.

    Protokoler Raja Salman hanya mengagendakan pertemuan Raja Salman dengan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Selain itu, Raja ke-7 Arab Saudi itu juga hanya mau menemui tokoh-tokoh Islam yang resmi, seperti MUI, Muhammadiyah, dan NU.

    Topik yang dibahas dalam pertemuan bilateral antara dua negara, antara lain penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia hingga perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

    Agenda penting lainnya yang dibawa raja Salman ke Indonesia adalah kerjasama ekonomi. Selain mensukseskan IPO Aramco,  juga untuk mencari ladang investasi baru dengan investasi yang besar dari Arab Saudi. Jadi tidak ada hubungannya dengan Rizieq Shihab dan FPI-nya yang tidak ada gunanya itu.

    Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menegaskan dalam keterangan pers di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta bahwa tidak ada agenda pertemuan Raja Salman dengan ormas-ormas Islam garis keras seperti FPI, FUH, GNPF-MUI dan lain sebagainya, tapi hanya bertemu dengan ormas Islam yang sah di Indonesia, yaitu MUI, Muhammadiyah, dan NU sesuai rekomendasi dari Kementrian Luar Negeri.

    Selain bertemu dengan para tokoh Islam yang moderat, Raja Salman juga dijadwalkan bertemu dengan tokoh lintas agama dari tokoh agama dari Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Itu doang agenda resmi protokoler pertemuan Raja Salman selama berada di Indonesia, tidak ada embel-embel FPI, GNPF-MUI, maupun FUH segala.

    Dengan protes kerasnya Gerindra karena Rizieq Shihab tidak diikutkan dalam pertemuan dengan Raja Salman di gedung DPR RI, maka jelas sudah bau-baunya Gerindra selama ini. Ternyata selama ini mereka berkiblat ke FPI, ormas yang sangat dibenci oleh mayoritas rakyat Indonesia. Tujuan mereka menunggangi FPI selama ini tentu saja semata-mata untuk menyerang Jokowi dan Ahok. Anas Urbaningrum bilang, nabok nyiih tangan.

    Politisasi SARA dari dulu memang senjata andalannya Gerindra sejak pilpres 2014 yang lalu. Makanya tidak heran Prabowo Subianto kalah telak dalam pilpres 2014 dan gagal jadi Presiden RI karena mayoritas rakyat Indonesia dari Aceh sampai Papua sudah muak dengan isu SARA yang mereka mainkan sehingga meresahkan toleransi antar umat beragama di negeri ini.

    Mereka tidak kapok-kapok, padahal sudah ada bukti yang terpampang jelas didepan mata, akibat kongkalingkong dengan FPI dan bermain api dengan isu-isu SARA, paslon Agus Harimurti Yudhoyono dan Silviana Murni akhirnya kalah telak dalam putaran pertama Pilgub DKI 2017 dengan perolehan suara yang hanya seuprit, berkisar di 17% koma sekian saja. Menyedihkan memang.

    Yang herannya, Gerindra masih belum sadar-sadar juga dan tetap masih nekat bermain api dengan isu SARA dengan menunggangi FPI sebagai kiblat kendaraan poltik mereka untuk melampiaskan dendam kesumat mereka yang tak tertahankan itu kepada Jokowi dan Ahok.

    Untungnya Gusti Allah mboten sare. Segala upaya busuk Gerindra selama ini semuanya gatot alias gagal total, termasuk protes keras dan kecaman mereka terhadap Kesekjenan DPR RI karena tidak mengundang FPI dan Rizieq, juga tidak digubris sama sekali oleh pihak-pihak terkait.

    Akibatnya, kini Rizieq Shihab yang merana sendiri, sengsara lahir dan bathin, mati segan hidup pun tak mau. Seperti pungguk merindukan bulan, maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Maksud hati ingin disalamin Raja Salman supaya dipuji-puji orang, apa daya yang bersangkutan tidak mau bertemu dengan dirinya. Memalukan memang.

    Kura-kura begitu.


    Penulis :  Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: FPI Tidak Diundang Ke DPR Menyambut Raja Salman, Gerindra yang Muring-muring Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top