728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 13 Maret 2017

    Fenomena Ahok Membuat Para Gadis Arab Ngefans

    Mau diakui atau tidak, Ahok menjadi magnet tersendiri bagi hampir semua orang di Indonesia, dan mungkin dunia, karena akses informasi yang sangat cepat diperoleh akibat media sosial yang dapat menghubungkan manusia dari seluruh dunia yang memanfaatkannya.

    Ahok banyak dibicarakan oleh orang-orang, baik itu mengenai kebaikannya, maupun hanya sekedar menghina karena SARA, dimana Ahok sendiri menganut agama minoritas di Indonesia dan juga Ahok keturunan Tionghoa.

    Sebenarnya antara haters dan fans Ahok sudah dapat dipetakan secarakan gamblang, dan tentu semua orang dapat mengetahui itu, terlepas dari klaim mana yang paling benar, tentu saja itu tidak lebih dari pengaruh dari sudut pandang dan ilmu pengetahuan yang didapat dari para pembenci maupun pecinta Ahok. Mungkin perbedaan yang mencolok adalah, para pembenci Ahok cenderung rasis, dan pecinta Ahok cenderung menilai Ahok secara rasional.

    Hukum sosial ala saya mengatakan, jika mau melihat apakah orang/negara/kejadian tersebut merupakan orang/negara/kejadian yang besar atau tidak, bisa dilihat dari sejauh mana dia menjadi pusat perhatian publik. Sebagai contoh, mungkin ada sebagian orang yang protes disaat ada teror di Prancis, banyak orang menggunakan foto profile di facebook dengan latar bendera Prancis, sedangkan ada negara kecil lain mengalami teror, tidak ada atau jarang yang mengganti foto profile mereka dengan menggunakan bendera negara kecil tersebut. Atau contoh lainnya, pemilu presiden di Amerika tentu akan lebih menjadi perhatian dunia, dari pada di negara kecil. Dan contoh yang sering kita temui adalah, akan menjadi heboh sebuah perceraian dari kalangan selebritis dibandingkan dengan perceraian orang biasa.

    Fenomena Ahok juga menunjukan, bahwa Ahok adalah orang besar, karena apa yang dilakukannya menjadi perhatian publik, terlepas apakah pro dan kontra.

    Mau disadari atau tidak, jika hal buruk yang dilakukan orang besar, tentu saja tidak akan begitu waw dan tentu saja cepat berlalu. Berbeda jika yang dilakukan oleh orang besar tersebut adalah hal yang baik, tentu saja tidak akan mudah berlalu, dan bahkan akan cenderung abadi dikenang oleh orang banyak. Sebagai contoh, mungkin orang sering menggunakan ucapan Gusdur sebagai kata mutiara, karena beliau dianggap orang besar yang melakukan perbuatan baik , dan tentu saja, banyak yang mengamininya. Karena kebaikan Gusdur yang universal, maka hampir semua kalangan dapat menerimanya. Memang berbanding terbalik antara penilaian publik dengan penilaian pribadi, jika pribadi ke pribadi, perbuatan jelek selalu diingat, tetapi perbuatan baik mudah dilupakan, hal tersebut akibat pengaruh dari kurang objektifnya sebuah penilaian pribadi yang cenderung mengedepankan ego.

    Terkait ada yang pro dan kontra dengan apa yang dilakukan Ahok selama menjadi Gubernur DKI, tentu saja jika dipikir dengan akal budi dan mau menerima kenyataan, Ahok lebih menjadi fenomena hal yang baik secara universal.

    Mengapa saya katakan hal yang baik secara universal? Karena sepak terjang Ahok dapat diterima secara umum, bukan secara golongan tertentu saja. Sebagai contoh kebaikan Ahok yang universal adalah, dengan program KJP, KJS dan lain-lain, yang tentu saja itu merupakan kebaikan yang dapat diterima secara umum dan berkeadilan sosial yang tidak memandang SARA.

    Hal positif yang dinilai oleh sebagian besar orang tersebut menjadikan Ahok bagaikan magnet. Jika ada yang membantah dengan hal positif yang dilakukan Ahok, menggunakan dalih demo berjilid yang banyak diikuti oleh orang-orang, mungkin dia harus menghitung juga berapa penduduk Indonesia, karena yang mengikuti demo tersebut tidak hanya orang DKI Jakarta saja. Selain itu, tuduhan menistakan agama juga tidak semua umat Islam menyetujui akan dakwaan tersebut. Selain itu, hasil pilkada DKI putaran pertama yang menjadikan Ahok menempati posisi pertama, mau tidak mau juga sebagai bukti.

    Selain itu, hal positif yang dilakukan Ahok, membawa banyak orang Indonesia khususnya warga DKI yang berada diluar negeri untuk pulang disaat pencoblosan, karena ingin memberikan suaranya kepada Ahok.

    Hal yang normal jika dukungan kepada Ahok terkait pilkada DKI dilakukan oleh orang-orang yang ber-KTP DKI Jakarta, tetapi akan menjadi luar biasa, jika orang-orang yang bukan ber-KTP DKI sekalipun ingin menunjukan, bahwa mereka juga mendukung hal baik yang dilakukan Ahok, seperti yang dilakukan oleh para gadis-gadis cantik yang menurut informasi merupakan gadis Arab.

    Terlihat sangat lucu, ketika Ahok di negeri sendiri dipermasalahkan karena beragama non Islam, tetapi di negeri asal muasal lahirnya Islam sendiri pada ngefans sama Ahok.

    Dimana dalam video yang diunggah oleh akun facebook Susy Rizky dengan keterangan “Buat Ahok dari noni-noni Jazirah Arab”, para gadis tersebut berteriak ” ahok is the best..Ahok is the best” sambil mengacungkan salam dua jari yang menjadi simbol dari paslon Ahok-Djarot


    Penulis : Cak Anton    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Fenomena Ahok Membuat Para Gadis Arab Ngefans Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top